Konten dari Pengguna

Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Ciri-Ciri, hingga Strukturnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teks cerita sejarah. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teks cerita sejarah. Foto: Pexels

Sesuai dengan namanya, teks cerita sejarah merupakan jenis teks yang menceritakan tentang kejadian di masa lalu. Teks cerita sejarah dapat digunakan untuk menjelaskan suatu fakta yang telah terjadi di masa lampau.

Jenis teks ini juga dapat menceritakan terkait asal usul tempat atau suatu tempat yang memiliki nilai sejarah. Dengan membaca teks ini, pengetahuan seseorang soal kisah masa lampau akan bertambah.

Simak artikel ini untuk penjelasan lebih lengkap tentang teks cerita sejarah, mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga jenisnya.

Pengertian Teks Cerita Sejarah

Ilustrasi teks cerita sejarah. Foto: pexels.com/Lil Artsy

Teks cerita sejarah adalah teks dalam bahasa Indonesia yang memuat peristiwa yang pernah terjadi. Adapun pengertian sejarah berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah asal usul silsilah, kejadian dan peristiwa yang terjadi di masa lalu, dan pengetahuan tentang peristiwa kejadian yang sudah terjadi di masa lampau.

Mengutip artikel ilmiah berjudul Pengembangan Buku Pengayaan Menulis Teks Cerita Sejarah Bermuatan Kearifan lokal oleh Muthoharoh, Universitas Negeri Semarang, teks cerita sejarah merupakan teks yang di dalamnya menjelaskan fakta berupa kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal sesuatu bernilai sejarah.

Kemudian, menyadur buku Bahasa Indonesia kelas XII SMA/SMK terbitan Kemendikbud, teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan tentang fakta kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

Pengertian teks cerita sejarah tersebut selaras dengan pendapat bahwa sejarah adalah peristiwa di masa lampau yang dipelajari berdasarkan sumber yang tak diciptakan sejarawan, melainkan orang lain dan terdokumentasi untuk dikaji menjadi sebuah narasi sejarah.

Dapat disimpulkan bahwa teks cerita sejarah merupakan tulisan atau naskah yang berisi asal-usul tentang terjadinya sesuatu atau peristiwa yang melatarbelakangi adanya suatu hal yang bernilai sejarah. Teks ini disampaikan berdasarkan kronologi waktu dalam bentuk narasi.

Dengan mempelajari teks cerita sejarah, seseorang akan belajar kesuksesan dan kegagalan masa lalu, mempertegas identitas dan kepribadian bangsa, serta memperteguh sikap kebangsaannya. Selain itu, teks ini juga seringkali dijadikan hiburan dan sarana inspirasi.

Baca Juga: Teks Diskusi: Struktur, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah

Ilustrasi teks cerita sejarah. Foto: Pexels/Talha Riaz

Mengutip buku Model-Model Pembelajaran Bahasa Indonesia: Teori dan Aplikasi oleh Dina Fitria Handayani, berikut ini ciri-ciri teks cerita sejarah yang membedakan dengan jenis teks lainnya:

  1. Disajikan secara kronologis atau berdasarkan urutan waktu.

  2. Bentuk teks cerita ulang karena menceritakan kembali pengalaman di masa lampau secara kronologi.

  3. Struktur teksnya terdiri dari orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi.

  4. Berisi fakta yang pernah terjadi di masa lampau.

  5. Menggunakan konjungsi temporal untuk menjelaskan hubungan waktu antarperistiwa yang diceritakan.

Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Ilustrasi teks cerita sejarah. Foto: Pexels/Lum3n

Merangkum artikel ilmiah berjudul Pengembangan Buku Pengayaan Menulis Teks Cerita Sejarah Bermuatan Kearifan lokal oleh Muthoharoh, Universitas Negeri Semarang, berikut ini ciri kebahasaan yang ada dalam teks cerita sejarah.

  1. Menggunakan kalimat yang menyatakan peristiwa pada masa lampau.

  2. Menggunakan kata-kata kerja atau verba material yang bermakna tindakan atau perbuatan pelaku, misalnya menyaksikan, memerangi, membacakan, dan lainnya.

  3. Menggunakan fungsi keterangan atau frasa adverbial untuk menjelaskan latar tempat, waktu, dan suasana.

  4. Menggunakan konjungsi temporal yang menyatakan urutan peristiwa, misalnya setelah, lalu, kemudian, dan lainnya.

Jenis-Jenis Teks Cerita Sejarah

Ilustrasi teks cerita sejarah. Foto: Unsplash/SarahNoltner

Teks cerita sejarah dibagi menjadi dua jenis, yaitu teks sejarah fiksi dan nonfiksi. Berikut penjelasannya yang disadur dari e-Modul Bahasa Indonesia XII terbitan Kemendikbud:

1. Teks Sejarah Fiksi

Teks cerita sejarah fiksi ditulis berdasarkan dunia nyata dan sesuai pandangan pengarang. Penulisan cerita lebih menjelaskan kehidupan batin seorang tokoh, tetapi pengembangan karakter tokoh tak terungkap sepenuhnya.

Beberapa contoh teks sejarah fiksi, yaitu:

  • Novel: karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif dan umumnya dalam bentuk cerita.

  • Cerpen: karya fiksi prosa yang juga ditulis secara naratif tetapi tak sepanjang novel.

  • Legenda: prosa rakyat yang dianggap sebagian orang adalah suatu hal yang benar-benar terjadi.

  • Roman: karya fiksi prosa yang melukiskan tentang perbuatan pelaku atau tokoh menurut watak dan jiwa masing-masing.

2. Teks Sejarah Nonfiksi

Jenis teks cerita sejarah selanjutnya adalah sejarah nonfiksi. Teks cerita ini disusun berdasarkan fakta yang benar-benar terjadi. Gambaran kehidupan tokoh dalam teks cerita sejarah nonfiksi ditulis lengkap berdasarkan fakta.

Beberapa contoh teks sejarah nonfiksi, yaitu:

  • Biografi: berisi kisah kehidupan seseorang yang ditulis orang lain.

  • Autobiografi: berisi kisah kehidupan seseorang yang ditulis orang itu sendiri.

  • Cerita perjalanan: berisi cerita tentang perjalanan.

  • Catatan sejarah: berisi fakta atau kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang sesuatu memiliki nilai sejarah.

Struktur Teks Cerita Sejarah

Ilustrasi teks cerita sejarah. Foto: Unsplash

Berdasarkan buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan oleh Taufiqur Rahman, struktur sebuah teks dalam bahasa Indonesia adalah bagian-bagian yang membangun sebuah teks menjadi utuh. Berikut ini struktur teks cerita sejarah:

1. Orientasi

Orientasi atau pendahuluan adalah bagian pembuka dalam teks cerita sejarah. Orientasi umumnya berisi informasi mengenai peristiwa atau hal-hal yang ingin diangkat dalam teks tersebut.

2. Urutan Peristiwa

Urutan peristiwa merupakan bagian inti teks cerita sejarah. Pada bagian ini, rangkaian kejadian yang diceritakan harus ditulis urut dengan tujuan agar pembaca mudah memahami isi teks.

3. Reorientasi

Bagian terakhir adalah reorientasi, yakni bagian penutup yang menekankan pentingnya sebuah peristiwa sejarah tersebut dibuat. Pada bagian ini terkadang disebutkan nilai-nilai yang dapat dipetik dari cerita yang disajikan.

(NSF)