Teks Khutbah Jumat Singkat 1 Lembar, Praktis dan Penuh Makna

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sedang menyiapkan materi khutbah dan membutuhkan teks khutbah Jumat singkat 1 lembar? Khatib tidak selalu harus menyampaikan materi yang panjang untuk menyampaikan pesan keagamaan yang berkesan bagi jemaah.
Meski disusun secara ringkas, khutbah tetap bisa memuat nasihat dan nilai-nilai kebaikan yang mudah dipahami.
Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat 1 Lembar Sebagai Referensi
Mengutip situs https://kemenag.go.id, khutbah merupakan salah satu unsur wajib dalam ibadah shalat Jumat yang perlu dilaksanakan agar ibadah tersebut sah. Berikut contoh teks khutbah Jumat singkat 1 lembar:
1. Khutbah Jumat tentang Menjaga Kelestarian Alam
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Salah satu bentuk tanggung jawab seorang muslim adalah menjaga alam yang telah Allah amanahkan kepada manusia.
Saat ini, berbagai persoalan lingkungan semakin mudah kita jumpai, mulai dari pencemaran sungai, penumpukan sampah, kerusakan hutan, hingga perubahan iklim.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa perilaku manusia memiliki pengaruh besar terhadap kelestarian bumi.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum: 41).
Ayat tersebut mengingatkan kita bahwa kerusakan alam tidak terlepas dari tindakan manusia. Karena itu, menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan juga bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi.
Kita dapat memulainya melalui kebiasaan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, menghemat air, serta merawat tanaman di sekitar tempat tinggal.
Jangan sampai kepentingan sesaat membuat kita mengabaikan kelestarian alam yang juga dibutuhkan oleh generasi mendatang. Mari jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari amal kebaikan sehari-hari.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ وَاحْفَظُوْا أَمَانَتَهُ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِيكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، أَقِيْمُوا الصَّلَاةَ.
2. Khutbah Jumat tentang Ketenangan Hati dan Kesehatan Mental
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah, marilah kita memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Selain menjaga ibadah dan perilaku, kita juga perlu memperhatikan keadaan hati serta kondisi diri dalam menjalani kehidupan.
Berbagai tuntutan pekerjaan, persoalan keluarga, masalah ekonomi, dan tekanan sosial terkadang membuat seseorang merasa lelah secara batin. Stres, kecemasan, maupun kesedihan dapat dialami siapa saja.
Islam mengajarkan bahwa manusia boleh merasakan kesulitan, tetapi tidak seharusnya kehilangan harapan kepada pertolongan Allah.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).
Ayat tersebut mengajarkan bahwa mengingat Allah dapat menjadi sumber ketenteraman bagi hati. Melalui zikir, doa, membaca Al-Qur'an, dan menjaga salat, seorang muslim dapat memperkuat hubungan spiritualnya dengan Sang Pencipta.
Ketika menghadapi persoalan hidup, jangan sampai kita justru menjauh dari Allah. Luangkan waktu untuk beribadah, beristirahat, dan berbagi cerita dengan orang-orang yang dapat dipercaya.
Jika mengalami kesulitan yang berat, mencari bantuan dari tenaga profesional juga merupakan salah satu bentuk ikhtiar.
Mari saling menguatkan dan tidak mudah menghakimi orang lain yang sedang menghadapi masalah. Semoga Allah senantiasa memberikan keteguhan hati, kelapangan jiwa, serta kemudahan dalam setiap urusan kita.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ وَتَوَكَّلُوْا عَلَيْهِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِيكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، أَقِيْمُوا الصَّلَاةَ.
3. Khutbah Jumat tentang Memperkuat Persaudaraan dan Menghargai Perbedaan
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Jamaah shalat Jumat yang berbahagia, marilah kita menjadikan ketakwaan sebagai pedoman dalam berhubungan dengan sesama manusia. Salah satu ajaran penting dalam Islam adalah menjaga persaudaraan dan menghindari permusuhan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan pendapat, pilihan, maupun pandangan merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Namun, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling merendahkan, menyebarkan kebencian, atau memutus hubungan baik.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara." (QS. Ali Imran: 103).
Melalui ayat tersebut, Allah mengingatkan umat Islam agar senantiasa berpegang teguh pada ajaran-Nya dan menjaga persatuan. Persaudaraan tidak seharusnya dikalahkan oleh kepentingan pribadi maupun kelompok.
Oleh sebab itu, mari membiasakan diri untuk berbicara dengan santun, menghormati pendapat orang lain, dan menyelesaikan perselisihan dengan cara yang baik.
Jangan mudah terpancing untuk mencela atau menyebarkan sesuatu yang dapat memperkeruh keadaan.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang mampu menjaga ukhuwah, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ وَأَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِيكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، أَقِيْمُوا الصَّلَاةَ.
Demikianlah contoh teks khutbah Jumat singkat dengan beragam tema yang dapat dijadikan referensi. Setiap khutbah membawa pesan kebaikan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga lingkungan hingga mempersiapkan bekal akhirat.
Pilih tema yang sesuai dengan kebutuhan jamaah, lalu sampaikan dengan bahasa yang jelas agar pesan khutbah tidak hanya didengar, tetapi juga menggerakkan hati untuk berbuat lebih baik. (Fikah)
Baca juga: Teks Khutbah Jumat Lengkap dengan Doanya, Bisa Dijadikan Referensi
