Konten dari Pengguna

‎Tepuk Sakinah Apakah Wajib? Ini Fakta menariknya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tepuk Sakinah Apakah Wajib. Unsplash/Muhammad Qayyum Abdul Rahman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tepuk Sakinah Apakah Wajib. Unsplash/Muhammad Qayyum Abdul Rahman

Pertanyaan tentang tepuk sakinah apakah wajib, sedang ramai diperbincangkan di berbagai media sosial, terutama setelah video kegiatan bimbingan perkawinan di KUA viral. Banyak yang penasaran apakah tepuk sakinah merupakan bagian dari syarat wajib pernikahan atau sekadar hiburan semata.

Dikutip dari instagram Kementerian Agama, Kepala Biro Humas Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa tepuk sakinah bukanlah kewajiban yang harus dihafalkan calon pengantin.

Tepuk sakinah dirancang untuk mencairkan suasana saat pelatihan bimbingan perkawinan agar peserta lebih mudah menerima materi. Melalui tepuk yang ringan dan penuh semangat, nilai-nilai penting dalam membangun rumah tangga sakinah bisa tersampaikan dengan cara yang tidak membosankan.

Tepuk Sakinah Apakah Wajib Bagi Calon Pengantin?

Ilustrasi Tepuk Sakinah Apakah Wajib. Unsplash/Muhammad Qayyum Abdul Rahman

Thobib Al Asyhar menjelaskan bahwa tepuk sakinah apakah wajib hanyalah pertanyaan yang muncul akibat salah paham di masyarakat.

Fakta tepuk ini sama sekali tidak bersifat wajib. Fungsi utamanya adalah sebagai ice breaking atau pelepas ketegangan di sela-sela kegiatan Bimbingan Perkawinan.

Dengan irama sederhana dan kata-kata yang mudah diingat, tepuk sakinah membantu peserta memahami nilai-nilai utama dalam keluarga yang harmonis, tanpa tekanan atau kesan formal yang kaku.

Tepuk ini juga menjadi media kreatif yang menggambarkan lima pilar penting dalam membangun keluarga sakinah.

Pilar tersebut meliputi Zawaj (berpasangan), Mitsaqan Ghalizan (janji yang kokoh), Musyawarah (berdiskusi), Taraadhin (saling ridha), dan Mu’asyarah Bil Ma’ruf (saling menghormati dan berbuat baik).

Melalui pendekatan yang interaktif, pesan-pesan tersebut dapat lebih mudah dipahami oleh calon pengantin, terutama generasi muda yang cenderung menyukai metode pembelajaran yang ringan dan menyenangkan.

Fakta Menarik Tentang Tepuk Sakinah

Ilustrasi Tepuk Sakinah Apakah Wajib. Unsplash/Harli Marten

Menariknya, meski tepuk sakinah apakah wajib sudah dikonfirmasi tidak bersifat keharusan, popularitasnya justru meningkat.

Banyak pasangan calon pengantin bahkan mempraktikkannya di luar forum resmi, seperti saat acara resepsi atau konten media sosial.

Hal ini menunjukkan bahwa tepuk sakinah tidak hanya menjadi alat edukasi, tetapi juga bentuk ekspresi kebahagiaan dan semangat untuk membangun rumah tangga harmonis.

Tepuk sakinah kini dikenal sebagai inovasi dakwah yang sederhana namun berdampak besar. Ia mengajarkan makna cinta, tanggung jawab, dan kesetiaan dengan cara yang menggembirakan.

Tepuk sakinah apakah wajib bukanlah kewajiban dalam proses bimbingan perkawinan.

Tepuk ini lebih berfungsi sebagai alat pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan agar calon pengantin lebih memahami nilai-nilai keluarga sakinah.

Lewat irama ceria dan pesan bermakna, tepuk sakinah menjadi contoh nyata bahwa edukasi keagamaan dapat disampaikan dengan cara yang ringan, menyenangkan, dan penuh inspirasi. (Anggie)

Baca Juga: 5 Contoh Keterampilan Komputer untuk Melamar Pekerjaan