Konten dari Pengguna

Termometer Zat Cair dalam Pengukuran Perubahan Suhu Benda

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Termometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur perubahan suhu benda. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Termometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur perubahan suhu benda. Foto: Pixabay

Perubahan volume, perubahan daya hantar listrik, dan perubahan warna benda dapat dijadikan patokan sebagai pengukur suhu, dalam perubahan wujud benda ilmu pengetahuan.

Di antara ketiganya, perubahan volume adalah jenis perubahan yang sering dipakai sebagai pengukur suhu, yang kemudian diterapkan dalam pembuatan termometer zat cair.

Pada dasarnya, termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu suatu benda. Sementara termometer zat cair berarti sebuah alat ukur suhu, yang menggunakan pemuaian zat cair sebagai patokan proses pembuatannya.

Merangkum dalam buku Fisika yang diterbitkan oleh Yudhistira Ghalia Indonesia, zat cair yang biasa digunakan dalam pembuatan termometer adalah air raksa dan alkohol.

Zat-zat cair tersebut akan memuai jika dipanaskan dan menyusut ketika didinginkan. Air raksa yang berwarna perak, serta alkohol yang tidak berwarna akan memudahkan pembacaan termometer, yang ditambahkan zat pewarna merah untuk menunjukkan adanya pemuaian.

Termometer yang menggunakan zat cair di dalam prosesnya, disebut dengan termometer zat cair. Foto: Pixabay

Kelebihan dan Kelemahan Zat Cair dalam Termometer Zat Cair

Sebelumnya telah disebutkan bahwa termometer zat cair menggunakan air raksa dan alkohol untuk menjadi pengisi termometer.

Mengutip dalam buku IPA Terpadu SMP/MTs Kls VII A karangan Agung Wijaya, bentuk termometer zat cair biasanya berupa bejana (tabung), yang dilengkapi dengan pipa sempit.

Adapun kelebihan dan kelemahan zat cair, seperti air raksa dan alkohol, dalam mengisi termometer zat cair, di antaranya:

Kelebihan air raksa

  • Pemuaian teratur

  • Tidak membasahi tempatnya, sehingga tidak mengganggu pemuaiannya

  • Mudah dilihat

  • Batas ukurnya besar, yaitu membeku pada -39°C dan mendidih pada 357°C

  • Mudah menyerap panas sehingga cepat menunjukkan suhu.

Kelemahan air raksa

  • Harganya mahal

  • Tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah

  • Berbahaya karena bersifat racun.

Kelebihan dan kelemahan zat cair berupa alkohol, di antaranya adalah sebagai berikut.

Kelebihan alkohol

  • Sangat murah harganya

  • Lebih teliti karena cepat melangsungkan pemuaian

  • Dapat digunakan pada suhu yang sangat rendah sekali pun, karena kemampuannya membeku pada -112°C.

Kelemahan alkohol

  • Tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang tinggi karena mendidik pada 78°C

  • Tidak berwarna sehingga sulit untuk dilihat

  • Membasahi tempatnya sehingga pemuaiannya terhalang.

Termometer zat cair menggunakan air raksa dan alkohol untuk melengkapi proses pengukuran suhunya. Foto: Pixabay

Contoh Termometer Zat Cair

Mengutip dalam sumber yang sama, termometer zat cair dapat dibagi ke dalam beberapa bentuk. Berikut adalah contoh termometer zat cair, untuk dapat diketahui dalam cabang ilmu pengetahuan.

1. Termometer suhu badan

Termometer suhu badan adalah alat ukur suhu untuk badan manusia. Skala yang digunakan hanya dari sekitar 35 °C sampai 42 °C, karena pada dasarnya suhu badan manusia hanya berkisar pada angka tersebut.

2. Termometer untuk laboratorium

Termometer untuk laboratorium menggunakan air raksa atau alkohol, yang diberi campuran sehingga dapat mencapai suhu lebih dari 100°C dan suhu kurang dari 0°C

3. Termometer maksimum dan minimun buatan Six Bellani

Termometer jenis ini menggunakan air raksa, alkohol cair, dan uap alkohol sebagai alat pengukurnya. Termometer maksimum dan minimum banyak digunakan di beberapa stasiun pemantau cuaca.

(HDP)