Konten dari Pengguna

Tiga Aplikasi Pembelajaran yang Belum Tersedia di PID/IFP

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tiga aplikasi pembelajaran yang belum tersedia di PID/IFP. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tiga aplikasi pembelajaran yang belum tersedia di PID/IFP. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters

Sebutkan maksimal tiga aplikasi pembelajaran yang masih bapak/ibu butuhkan, tetapi belum tersedia di PID/IFP? Pertanyaan ini muncul seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar.

Penggunaan perangkat interaktif di sekolah membuka peluang integrasi berbagai sumber belajar yang mendukung pembelajaran visual dan kolaboratif.

Kebutuhan aplikasi tertentu tetap muncul karena karakteristik pembelajaran terus berkembang sesuai tuntutan kurikulum dan kebutuhan peserta didik.

Tiga Aplikasi Pembelajaran yang Belum Tersedia di PID/IFP yang Masih Dibutuhkan

Ilustrasi tiga aplikasi pembelajaran yang belum tersedia di PID/IFP. Foto: Unsplash.com/Blackcreek Corporate

Sebutkan maksimal tiga aplikasi pembelajaran yang masih bapak/ibu butuhkan, tetapi belum tersedia di PID/IFP? Jawabannya dapat berupa Platform Merdeka Mengajar (PMM), Rumah Belajar Kemdikbud, dan Assemblr Edu versi interaktif standalone.

Dikutip dari kemendikdasmen.go.id, Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) merupakan media pembelajaran modern dengan fitur layar sentuh, whiteboard digital, akses internet, pemutaran video, serta konektivitas berbagai perangkat untuk mendukung pembelajaran interaktif di kelas.

Meskipun berbagai fitur sudah tersedia, masih terdapat beberapa kebutuhan yang belum sepenuhnya terakomodasi melalui aplikasi bawaan pada perangkat tersebut.

Sejumlah platform pembelajaran yang sering digunakan guru dan peserta didik masih diakses melalui peramban atau perangkat tambahan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Kondisi tersebut membuat integrasi aplikasi pembelajaran tertentu ke dalam PID atau IFP masih menjadi kebutuhan di banyak satuan pendidikan.

Berikut adalah tiga aplikasi pembelajaran yang masih dibutuhkan, tetapi umumnya belum tersedia secara langsung pada PID atau IFP.

1. Platform Merdeka Mengajar (PMM)

Platform Merdeka Mengajar menjadi salah satu aplikasi yang masih dibutuhkan untuk terintegrasi secara lebih optimal pada PID atau IFP.

Selama ini PMM umumnya diakses melalui peramban internet sehingga pengalaman penggunaan pada layar interaktif belum sepenuhnya dirancang khusus untuk perangkat tersebut.

PMM memiliki berbagai fitur penting yang mendukung guru dalam menjalankan pembelajaran.

Di dalamnya terdapat referensi perangkat ajar, pelatihan mandiri, inspirasi praktik pembelajaran, hingga berbagai materi pengembangan kompetensi profesional.

Apabila tersedia sebagai aplikasi khusus pada PID atau IFP, proses penggunaan dapat menjadi lebih praktis.

Guru dapat membuka modul pelatihan, bahan ajar, dan referensi pembelajaran secara langsung tanpa harus bergantung pada tampilan browser yang terkadang kurang optimal untuk navigasi layar besar.

Keberadaan PMM dalam bentuk aplikasi terintegrasi juga berpotensi mempercepat persiapan pembelajaran karena seluruh sumber belajar dapat diakses dari satu perangkat yang sama.

2. Rumah Belajar Kemdikbud

Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran resmi yang dikembangkan pemerintah untuk mendukung kegiatan belajar secara digital.

Platform ini menyediakan beragam konten edukatif yang dapat dimanfaatkan oleh guru maupun peserta didik.

Fitur yang tersedia mencakup sumber belajar, kelas digital, laboratorium maya, bank soal, hingga berbagai media pembelajaran interaktif. Materi yang tersedia juga berasal dari berbagai jenjang pendidikan sehingga cakupannya cukup luas.

Saat ini Rumah Belajar lebih sering diakses melalui situs web sehingga belum menjadi aplikasi mandiri yang terpasang langsung pada antarmuka PID atau IFP.

Kondisi tersebut membuat proses akses masih memerlukan langkah tambahan sebelum konten dapat digunakan di kelas.

Apabila tersedia secara langsung dalam sistem perangkat interaktif, guru dapat lebih mudah menampilkan simulasi, video edukasi, dan latihan soal kepada peserta didik secara real time.

3. Assemblr Edu Versi Interaktif Standalone

Assemblr Edu dikenal sebagai platform yang mendukung pembuatan media pembelajaran berbasis augmented reality atau AR.

Teknologi ini memungkinkan objek pembelajaran ditampilkan dalam bentuk tiga dimensi sehingga lebih menarik untuk dipelajari.

Penggunaan Assemblr Edu saat ini umumnya lebih optimal melalui laptop, tablet, atau telepon pintar. Integrasi langsung ke PID atau IFP masih belum menjadi fitur yang umum tersedia pada banyak perangkat.

Kehadiran aplikasi ini secara langsung pada PID berpotensi memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif. ]

Guru dapat menampilkan model organ tubuh, bangunan bersejarah, tata surya, hingga objek sains lainnya dalam bentuk visual tiga dimensi pada layar besar.

Pemanfaatan teknologi AR juga dapat meningkatkan partisipasi peserta didik karena materi yang bersifat abstrak menjadi lebih mudah dipahami melalui visualisasi yang konkret dan interaktif.

Tiga aplikasi pembelajaran yang belum tersedia di PID/IFP dapat dijawab dengan PMM, Rumah Belajar Kemdikbud, dan Assemblr Edu karena ketiganya memiliki fungsi yang mendukung pembelajaran interaktif di kelas modern.

Perkembangan digitalisasi pendidikan menunjukkan bahwa perangkat keras dan perangkat lunak perlu berkembang secara seimbang agar manfaat pembelajaran semakin optimal. (Shofia)

Baca Juga: Apakah di Sekolahmu Sudah Ada IFP/PID? Cari Tahu di Sini