Tren Nostalgia 2026 yang Ramai di Media Sosial

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tren Nostalgia 2026 kembali menghidupkan ingatan banyak orang akan masa-masa yang terasa lebih sederhana dan penuh warna.
Tanpa disadari media sosial dipenuhi kilas balik momen lama yang kini terasa begitu dekat, seolah waktu berjalan berputar.
Tren Nostalgia 2026
Tren Nostalgia 2026 terasa begitu dekat, media sosial menjadi panggung utama yang membawa publik kembali menoleh ke satu dekade sebelumnya tepatnya ke tahun 2016 yang kini kembali ramai dibicarakan dan dirayakan secara digital.
Dikutip dari situs bbc.com fenomena ini terlihat jelas di TikTok, pencarian dengan kata kunci “2016” melonjak tajam hingga ratusan persen hanya dalam waktu singkat.
Puluhan juta video telah dibuat menggunakan filter khusus yang sengaja diberi nama sesuai tahun tersebut. Filter ini menghadirkan nuansa visual lawas yang langsung memicu rasa rindu akan masa lalu.
Gelombang nostalgia ini membuat banyak orang kembali mengingat tren populer, lagu-lagu hits, hingga gaya penampilan yang sempat mendominasi satu dekade lalu. Musik menjadi salah satu pemicu terbesar kebangkitan era 2016.
Sejumlah lagu yang dulu sering diputar kini kembali bermunculan di berbagai platform. Data Spotify bahkan menunjukkan daftar putar bertema “2016” mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menandakan minat publik yang kembali menguat.
Kreator konten banyak yang ikut mengulas fenomena ini salah satunya Joel Marlinarson, kreator TikTok asal London yang videonya tentang alasan Generasi Z terobsesi dengan tahun 2016 berhasil menarik perhatian jutaan penonton.
Menurutnya, tahun tersebut telah menjelma menjadi estetika tersendiri di TikTok, terutama berkat penggunaan filter yang memperkuat suasana nostalgia.
Filter bernuansa vintage dengan sentuhan warna merah muda itu mengingatkan banyak orang pada efek foto Instagram klasik yang sempat digunakan hampir semua pengguna pada masanya.
Efek visual inilah yang dinilai mempercepat penyebaran tren nostalgia dan membuat tahun 2016 terasa hidup kembali di linimasa.
Ungkapan nostalgia juga banyak muncul di Instagram salah satunya terlihat dari unggahan akun @alikaislamadina yang menuliskan refleksi sederhana tentang kenangan tahun 2016 di galeri fotonya.
Ia menyadari bahwa meski dokumentasinya terbatas, kesan terhadap tahun tersebut terasa sangat kuat.
Mulai dari musik, makeup, makanan, hingga suasana keseluruhan, semuanya meninggalkan kesan yang hangat dan sulit dilupakan.
Tren Nostalgia 2026 pun akhirnya bukan sekadar kilas balik, melainkan cara generasi saat ini merayakan memori kolektif.
Di tengah cepatnya arus digital, menengok kembali ke tahun 2016 menjadi bentuk pelarian emosional yang menghadirkan rasa akrab, sederhana, dan penuh kenangan. (shr)
Baca juga: HP Oppo Reno 15 Kapan Rilis? Ini Informasi Lengkapnya
