Tren Pyong Pyong Hada yang Ramaikan Media Sosial

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tren pyong pyong hada tengah menjadi sorotan di dunia maya, terutama di kalangan pengguna media sosial berkat keunikannya sebagai audio ritmis yang mudah diikuti.
Pengguna internet di berbagai platform mulai memperhatikan tren tersebut karena estetika lucu dan dinamisnya sangat menarik bagi generasi muda.
Tidak hanya populer di kalangan penggemar budaya Korea, tren ini juga melibatkan berbagai selebriti dan influencer, yang semakin menguatkan dampaknya di seluruh dunia.
Tren Pyong Pyong Hada Korea
Mengutip dari Instagram @rosalieleegr, tren pyong pyong hada bermula dari seorang penari bernama Kani yang tengah belajar kata sifat dalam bahasa Korea.
Dalam video YouTube-nya, Kani memamerkan gerakan tari yang penuh ritme sambil mengucapkan kata-kata yang berulang dalam bahasa Korea, menghasilkan audio yang begitu menarik.
Tanpa diduga, potongan audio ini kemudian dimodifikasi dan diubah menjadi remix yang menjadi viral.
Audio tersebut, dengan repetisi kata "Pyong Pyong Hada", sangat pas untuk dijadikan musik latar dalam berbagai video kreatif di media sosial.
Tren tersebut semakin melejit ketika akun TikTok @le_sserafim ikut mempopulerkan audio itu dalam video dance dan konten kreatifnya.
Partisipasi @le_sserafim membuat tren ini mendapat sorotan lebih besar karena basis penggemar K‑pop yang sangat luas meniru gaya dan gerakannya.
Kolaborasi tidak langsung antara belajar bahasa Korea dan ekspresi seni tari menghadirkan fenomena budaya internet yang menyenangkan sekaligus mendidik.
Video yang menggunakan audio ini kini memenuhi beragam platform sosial, terutama TikTok, yang memang terkenal menjadi tempat lahirnya tren-tren viral baru.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana konten yang sederhana bisa berkembang menjadi viral dengan cepat di media sosial.
Dengan adanya remix yang catchy dan dukungan dari influencer terkenal, banyak orang mulai mengikuti dan berbagi video mereka sendiri, membuat tren ini semakin besar.
Selain itu, tren ini tidak hanya sekadar menjadi hiburan, tetapi juga mengajak orang untuk belajar dan berinteraksi dengan budaya Korea, yang kini semakin mendunia.
TikTok, sebagai platform yang sering menjadi tempat lahirnya tren viral, turut memainkan peran penting dalam penyebaran Pyong Pyong Hada, yang telah menjadi bagian dari budaya digital saat ini.
Tren ini tidak hanya mengandalkan popularitas audio, tetapi juga kreativitas penggunanya yang semakin berkembang.
Banyak video yang menampilkan gerakan tari, ekspresi wajah lucu, hingga modifikasi audio yang semakin memperkaya variasi tren ini.
Tren pyong pyong hada tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk mengekspresikan diri melalui video kreatif di media sosial.
Popularitas tren ini membuktikan bagaimana budaya Korea terus memengaruhi tren global, terutama di kalangan pengguna platform seperti TikTok, yang menjadi wadah bagi kreativitas dan interaksi digital. (Shofia)
Baca Juga: Pengertian Digital Citizen, Fungsi, dan Contoh Penerapannya
