Tujuan Lari Cepat 60 Meter dalam Olahraga Atletik

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu olahraga atletik yang populer adalah lari cepat atau sprint, yang terdiri dari jarak 60, 100, 200, hingga 400 meter. Tujuan lari cepat 60 meter dan jarak lainnya adalah untuk meningkatkan massa otot, menjaga kesehatan jantung, dan melancarkan metabolisme. Hal ini hanya sebagian dari tujuan dan manfaat lari sprint.
Dikutip dari buku ATLETIK: Kajian Mendalam untuk Optimalisasi Prestasi Lari Sprint oleh Ipa Sari Kardi, dkk (2022), lari sprint artinya lari secepat-cepatnya untuk mencapai jarak tertentu yang sudah ditargetkan, dalam waktu sesingkat mungkin. Umumnya, lari sprint membutuhkan waktu 10-15 detik dan tergolong olahraga anaerobik.
Sebelum melakukan lari cepat atau sprint, baik dalam jarak 60 meter, 100 meter, atau lainnya, setiap orang harus memahami terlebih dahulu tujuan dari olahraga ini.
Tujuan Lari Cepat
Umumnya, lari cepat dilakukan dalam jarak pendek, mulai dari 60 meter hingga 400 meter tergantung tingkat keahlian masing-masing. Jarak pendek dan kecepatan inilah yang membedakan lari cepat dengan lari marathon yang jaraknya mencapai 42 km.
Tujuan utama dari lari sprint adalah untuk mencapai kecepatan maksimal secepat mungkin. Bagi atlet sprint, kecepatan sangatlah penting karena menjadi indikator nilai dalam kompetisi. Dikutip dari laman World Athletics, rekor lari cepat 60 meter saat ini adalah 6.34 detik, yang dipegang oleh Christian Coleman dari Amerika Serikat.
Dirangkum dari buku ATLETIK: Kajian Mendalam untuk Optimalisasi Prestasi Lari Sprint, selain mencapai kecepatan maksimal, tujuan lari cepat 60 meter adalah berlari dari garis start sampai finish dan mempertahankan mekanik elastis hingga lari selesai.
Meskipun sprint terlihat sederhana, setiap pelari harus menguasai teknik yang tepat supaya dapat mencapai kecepatan maksimal. Pelari harus memiliki posisi tubuh yang benar, teknik lari yang baik, dan peluncuran start yang kuat. Selain itu, pelari juga perlu mempertahankan kecepatannya sampai jarak tempuh dicapai.
Baca Juga: Cara Mengambil Napas dalam Renang Gaya Dada
Langkah-Langkah Lari Cepat
Lari cepat atau sprint harus dilakukan dengan teknik yang benar. Di bawah ini adalah langkah-langkah umum lari sprint yang harus diikuti oleh pelari, dikutip dari buku ATLETIK: Kajian Mendalam untuk Optimalisasi Prestasi Lari Sprint:
1. Posisi Bersedia
Berdiri di startblock.
Kedua kaki menyentuh lintasan.
Lutut kaki bagian belakang menyentuh lintasan.
Kedua tangan di lintasan, selebar bahu, dan jari-jari menyirip ke samping.
Kepala pada posisi datar, sejajar dengan punggung. Tatapan mata lurus ke bawah.
2. Posisi Siap
Untuk bergerak ke posisi start yang optimal, perlu konsentrasi yang tinggi.
Lutut ditekan ke belakang.
Pinggang diangkat sedikit lebih tinggi daripada bahu.
Dalam posisi start, dorong kuat dengan kaki belakang dan dorong tubuh ke depan.
3. Posisi Lari
Lengan yang berlawanan dengan kaki yang digunakan untuk dorongan pertama adalah lengan yang lebih dulu maju. Misalnya, ketika mendorong dengan kaki kanan, maka lengan yang maju adalah lengan kiri.
Pastikan kaki mengayun dengan cepat dan kuat ke depan untuk memastikan langkah pertama kuat.
4. Finish
Capai garis finish dengan kecepatan maksimal.
Fokus pada garis finish dan jangan memperlambat sebelum mencapai garis tersebut.
(TAR)
Baca juga: Arti Match dalam Bidang Olahraga dan Lainnya
