Konten dari Pengguna

Tujuan Pembelajaran PJOK Kelas 8 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tujuan Pembelajaran PJOK Kelas 8 Semester 1 Kurikulum Merdeka, Foto: Unsplash/Magic Keegan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tujuan Pembelajaran PJOK Kelas 8 Semester 1 Kurikulum Merdeka, Foto: Unsplash/Magic Keegan

Tujuan pembelajaran PJOK kelas 8 semester 1 Kurikulum Merdeka menjadi bahan refleksi penting mengenai peran pendidikan jasmani dalam kurikulum sekolah, tidak hanya terkait kebugaran fisik tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan sosial.

Melalui pemahaman terkait tujuan pembelajaran, siswa dan pendidik dapat menjalankan proses pembelajaran dengan arah yang jelas dan manfaat jangka panjang.

Tujuan Pembelajaran PJOK Kelas 8 Semester 1

Ilustrasi PJOK Kelas 8, Foto: Unsplash/Bo Peng

Pembelajaran PJOK kelas 8 semester 1 Kurikulum Merdeka tercantum pada bab I-bab III. Berikut adalah penjelasan lengkap dengan contoh, mengutip buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan kelas VIII (2024) oleh Yusnita Pusparagen dan Ebta Heri Susanto.

Tujuan Pembelajaran dan Contoh aktivitas pembelajaran Bab I – Mengefektifkan Gerak

Berikut adalah tujuan pembelajaran bab I:

  1. Peserta didik mampu mendeskripsikan berbagai jenis gerak (linier, kurvilinier, angular, dan kombinasinya) dalam aktivitas jasmani dan olahraga.​

  2. Peserta didik mampu menjelaskan konsep gaya (force), termasuk gaya internal dan eksternal, serta perannya dalam aktivitas gerak.​

  3. Peserta didik mampu menerapkan gaya secara efektif melalui latihan kekuatan, kecepatan, kelentukan, daya tahan, dan koordinasi dalam berbagai aktivitas olahraga.​

  4. Peserta didik mampu menganalisis keterampilan gerak menggunakan pengamatan langsung maupun bantuan teknologi sederhana (misalnya kamera ponsel) untuk perbaikan performa.​

Berikut adalah contoh aktivitas pembelajaran:

  1. Peserta didik melakukan simulasi lari 20 meter berkelompok kecil, mencatat waktu tiap anggota, lalu mendiskusikan faktor biomekanika yang memengaruhi perbedaan kecepatan (postur, koordinasi, langkah) menggunakan tabel analisis sederhana.

  2. Peserta didik mempraktikkan gerak linier, kurvilinier, dan angular dalam permainan bulu tangkis (mengejar kok lurus, lompat untuk smes, serta pukulan forehand–backhand), kemudian mengisi lembar analisis dan kebutuhan perbaikannya.​

  3. Peserta didik melakukan rangkaian lempar bola dengan berbagai variasi posisi untuk membandingkan jarak lemparan, mengolah hasil ke dalam tabel, dan menyimpulkan pengaruh segmen tubuh serta besar gaya terhadap gerak.

  4. Peserta didik bermain sepak bola mini 4 vs 4 secara bergantian, sementara kelompok pengamat mencatat contoh gaya internal dan eksternal pada gerak spesifik (menendang, berlari dengan bola, menyundul, menjaga gawang) ke dalam tabel pengamatan.

  5. Peserta didik mengikuti rangkaian circuit training sederhana (squat, push-up, cone drill, latihan lempar-tangkap, dll) untuk melatih kekuatan, kecepatan, daya ledak, dan koordinasi, lalu merefleksikan kesulitan dan strategi perbaikan tiap gerakan.

  6. Peserta didik merekam gerakan lari, lompat, atau lempar menggunakan kamera ponsel dari beberapa sudut, kemudian menganalisis arah gerak, kecepatan, posisi tubuh, serta perbaikan teknik dalam tabel analisis performa gerak.​

Tujuan Pembelajaran dan Contoh Aktivitas Bab II – Menerapkan Konsep Gerak

Berikut adalah tujuan pembelajaran bab II:

  1. Peserta didik mampu memperagakan dan menjelaskan gerak parabola dalam berbagai aktivitas olahraga (misalnya lompat jauh, shooting bola basket, tendangan sepak bola).​

  2. Peserta didik mampu memperagakan dan menjelaskan gerak proyektil, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi lintasan (kecepatan awal, sudut, gravitasi, hambatan udara).​

  3. Peserta didik mampu memperagakan keterampilan keseimbangan statis dan dinamis serta menjelaskan prinsip titik gravitasi, garis gravitasi, dan alas tumpuan dalam gerak.​

  4. Peserta didik mampu menganalisis stabilitas tubuh dalam berbagai situasi olahraga dengan menggunakan kriteria pusat gravitasi, alas tumpuan, dan kualitas keseimbangan.​

Berikut adalah contoh aktivitas pembelajaran:

  1. Peserta didik mempraktikkan lompat jauh dengan menekankan tiga fase utama (berlari, lepas landas, melayang–mendarat), mencatat posisi tubuh dan jarak lompatan, lalu mendiskusikan pengaruh kecepatan lari dan sudut tolakan terhadap lintasan.​

  2. Peserta didik melakukan latihan shooting bola basket dari beberapa jarak dan sudut berbeda, mengamati lintasan parabola bola, dan menuliskan hubungan antara jarak, sudut lepasan, dan kekuatan tembakan terhadap keberhasilan masuk ring.​

  3. Peserta didik mempraktikkan lempar lembing (atau alat pengganti yang lebih aman), mencatat variasi sudut lemparan dan hasil jarak, kemudian menyimpulkan keterkaitan sudut optimum, kecepatan awal, dan gravitasi terhadap jarak lempar.​

  4. Peserta didik menjalani latihan keseimbangan (berdiri satu kaki di garis, berjalan membawa bola, latihan zig-zag, dan latihan berpasangan dengan gangguan ringan), sambil merefleksikan strategi menjaga keseimbangan.

  5. Peserta didik melaksanakan sirkuit keseimbangan lanjutan (squat satu kaki, plank dinamis, lompat satu kaki di boks, dll) dengan durasi serta istirahat terukur, kemudian mendiskusikan hubungan antara pusat gravitasi dan kestabilan.

  6. Peserta didik menganalisis foto atau video atlet dari berbagai cabang olahraga untuk mengidentifikasi pusat gravitasi, garis gravitasi, dan alas tumpuan, lalu menilai posisi tersebut stabil atau tidak lengkap dengan alasannya.​

Tujuan Pembelajaran dan Contoh Aktivitas Bab III – Menyusun dan Menerapkan Strategi Gerak

Berikut adalah tujuan pembelajaran bab III:

  1. Peserta didik mampu menjelaskan pentingnya strategi gerak dalam meningkatkan efektivitas permainan dan pencapaian tujuan dalam berbagai cabang olahraga.​

  2. Peserta didik mampu menyusun strategi gerak yang mempertimbangkan ruang, waktu, aksi, dan koordinasi sesuai karakteristik jenis permainan (invasi, net, lapangan, dan nomor atletik).​

  3. Peserta didik mampu menerapkan strategi gerak yang telah disusun dalam situasi permainan sederhana, baik individu maupun beregu, serta menyesuaikannya dengan dinamika permainan.​

  4. Peserta didik mampu menganalisis keberhasilan strategi gerak yang digunakan berdasarkan kriteria pencapaian tujuan, efisiensi gerakan, ketepatan pengambilan keputusan, dan kemampuan adaptasi.​

Contoh aktivitas pembelajaran:

  1. Peserta didik berkelompok menyusun strategi permainan sederhana untuk berbagai cabang olahraga, lalu menganalisis situasi, menetapkan tujuan, memilih keterampilan kunci, menyesuaikan strategi, lalu mempresentasikannya.

  2. Peserta didik menerapkan strategi yang telah dibuat dalam permainan mini sesuai jenis olahraga, kemudian mendokumentasikan langkah strategi dan tindakan yang dilakukan pada lembar penerapan.

  3. Peserta didik mengerjakan dan mendiskusikan soal cerita yang menggambarkan situasi taktis untuk menilai efektivitas keputusan yang diambil serta merumuskan alternatif strategi yang lebih baik.

  4. Peserta didik melakukan lari cepat 50–100 meter dengan fokus pada aspek ruang, waktu, aksi, dan koordinasi, lalu mengisi lembar penilaian diri untuk menilai pemanfaatan lintasan, tempo, teknik lari, koordinasi pernapasan dan langkah.

  5. Peserta didik mengamati video pertandingan atau cuplikan permainan, mengidentifikasi bentuk strategi gerak atlet seperti pola serangan dan pertahanan, lalu mendiskusikan cara menerapkannya dalam permainan kelas.

  6. Peserta didik melaksanakan permainan beregu (misalnya voli atau sepak bola) menggunakan strategi yang telah dirancang, lalu melakukan refleksi kelompok tentang efektivitas strategi dilihat dari kerja sama, penyesuaian permainan, dan pencapaian tujuan.

Demikianlah rangkaian tujuan dan contoh aktivitas pembelajaran PJOK kelas 8 semester 1 yang menjadi acuan dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. (Fikah)

Baca juga: Tujuan Pembelajaran IPA Kelas 7 Semester 1 yang Harus Dicapai