Tujuan Teks Deskripsi, Ciri-ciri, dan Contohnya dalam Penulisan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam penulisan suatu teks, terdapat berbagai jenis teknik yang dapat digunakan. Setiap jenisnya memiliki ciri dan tujuan tertentu. Salah satunya adalah teks deskripsi yang di dalamnya memuat tujuan teks deskripsi dan contoh yang berbeda.
Bila merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Suatu teks yang dikategorikan sebagai teks deskripsi berarti memiliki isi berupa penggambaran suatu hal secara jelas dan rinci.
Sebelum mengetahui tujuan teks deskripsi, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu teks deskripsi berikut ini.
Apa yang Dimaksud Teks Deskripsi?
Menurut buku berjudul Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan karya Taufiqur Rahman, deskripsi merupakan gambaran mengenai suatu hal yang dilukiskan dengan kondisi yang sebenarnya.
Selain itu, berdasarkan buku Bahasa Indonesia SMA Kelas X yang ditulis oleh Sutarni dan Sukardi, pengertian yang tepat mengenai teks deskripsi adalah jenis teks yang bertujuan untuk memaparkan kesan atau impresi ke pembaca terhadap suatu objek, tempat, atau peristiwa yang ingin dibahas oleh penulis.
Dalam buku berjudul Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII oleh Titik Harsiati juga dijelaskan bahwa teks deskriptif adalah teks yang berisi tanggapan deskriptif dan pribadi terhadap objek.
Teks deskriptif menggambarkan atau mendeskripsikan dengan kata-kata secara jelas dan rinci dari sudut pandang subjektif penulis. Hal-hal yang dijelaskan dipilih dari sudut pandang penulis sendiri. Teks deskriptif juga dikenal sebagai teks tanggapan deskriptif.
Baca juga: Daftar Kata Berakhiran A dalam Bahasa Indonesia sebagai Referensi Membuat Pantun
Apa Tujuan Teks Deskripsi?
Apa tujuan teks deskripsi? Menurut buku Kisi-Kisi Terbaru UN+USBN SMP/MTs 2018 yang disusun oleh Tim Edu Penguin, sederhananya tujuan dari teks deskripsi adalah untuk menggambarkan segala sesuatu, baik itu manusia, hewan, tumbuhan, maupun benda mati.
Penjelasannya mengacu pada sifat-sifat yang melekat pada benda, mulai dari jenis, ukuran, warna, dan lain-lain. Tujuannya agar pembaca dapat mengetahui ciri-ciri sesuatu melalui pesan-pesan dalam teks.
Penjelasan mengenai tujuan teks deskripsi juga dijelaskan oleh Titik Harsiati dalam bukunya. Tujuan teks deskriptif menggambarkan objek dengan merincikan objek secara subjektif atau menggambarkan kondisi objek dari sudut pandang penulis.
Di samping itu, tujuan teks deskripsi selengkapnya adalah untuk merincikan atau mendeskripsikan secara detail dan konkrit suatu deskripsi yang terdapat pada suatu objek, suasana, atau perasaan. Sehingga, pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan mengalami apa yang dideskripsikan.
Ciri-ciri Teks Deskripsi
Mengutip modul berjudul Indahnya Negeriku: Bahasa Indonesia Paket B Setara SMP/MTs yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, objek yang dibahas dalam teks deskripsi bersifat khusus (objek tertentu yang mungkin berbeda dengan objek lain). Atau objek yang dideskripsikan adalah opini pribadi.
Ciri tersebut tergambar pada judul yang memuat objek dalam konteks. Misalnya deskripsi burung unta. Hal yang khusus dibahas pada burung unta berbeda dengan burung lainnya karena ciri-cirinya yang khusus.
Begitu juga dengan Gunung Bromo yang dibahas secara khusus karena gunung ini berbeda dengan gunung lainnya. Menyadur dari buku yang ditulis Titik Harsiati, ciri-ciri teks deskripsi berdasarkan isinya antara lain:
Isi teks deskripsi dipecah menjadi detail bagian-bagian objek.
Isi teks deskripsi mendeskripsikan secara konkret (deskripsikan seperti apa wisata yang indah itu, kecantikan seperti apa yang akan dikonkretkan, deskripsikan seperti apa sosok ibu yang baik nantinya). Dengan demikian, teks deskripsi banyak menggunakan kata-kata khusus (warna dikhususkan untuk kata-kata hijau, pirus, oranye).
Isi teks deskriptif bersifat pribadi dengan muatan emosional sehingga menggunakan kata-kata dengan emosi yang kuat (deburan ombak, keindahan pantai, ibuku tangguh).
Sementara, beberapa ciri teks deskripsi dilihat dari segi penggunaan bahasanya antara lain:
Menggunakan kata-kata khusus untuk mengkonkretkan (warna ditentukan merah, kuning, atau hijau).
Menggunakan kalimat rinci (Terumbu karang berwarna-warni. Ada terumbu karang oranye, abu-abu, hijau muda).
Menggunakan kalimat rinci untuk dikonkretkan (Ibuku adalah orang yang sangat baik. Dia mencoba membantu semua orang. Dia ramah dan berbicara lembut ke semua orang.
Menggunakan bahasa sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang sedang dideskripsikan.
Menggunakan sinonim dengan emosi yang kuat (indah diekspresikan dengan sinonim yang memiliki emosi lebih kuat, yaitu cantik, cantik, cantik, menakjubkan, memukau, menakjubkan).
Menggunakan majas untuk menggambarkan secara konkret (pasir pantai lembut seperti bedak bayi, laut biru tosca seperti permadani indah yang membentang luas, angin pantai membelai wajah kami dengan lembut).
Teks deskriptif yang menyertakan kata ganti orang (Kucing saya, ibu saya, memasuki tur ini Anda akan disambut).
Baca juga: Cara Membuat Puisi dengan Teknik Akrostik
Struktur Teks Deskripsi
Struktur teks deskripsi terdiri atas tiga bagian, yakni paragraf pembuka yang memperkenalkan objek deskripsi, serangkaian paragraf yang menjelaskan fitur dari objek deskripsi, dan simpulan yang menunjukkan teks deskripsi telah selesai.
Sementara kaidah kebahasaannya terdiri dari kata kerja, kata sifat untuk mendeskripsikan objek, dan kalimat topik untuk memulai paragrafnya. Kaidah ini dapat mengatur berbagai aspek deskripsi dengan tata cara penulisan yang benar.
Untuk menulis sebuah teks deskripsi, Anda perlu mengikuti struktur berikut ini sebagaimana dikutip dari buku Pembelajaran Menulis Teks: Suatu Pendekatan Kognitif susunan Dr. Dina Ramadhanti, dkk (2022):
1. Paragraf pengantar
Penulis dapat memperkenalkan objek deskripsi kepada audiens. Ia perlu memberikan detail singkat tentang kapan, di mana, siapa, dan apa jenis objek yang hendak dideskripsikan.
2. Bagian isi
Penulis membuat serangkaian paragraf tentang objek tersebut. Setiap paragraf dimulai dengan kalimat topik yang dapat menjelaskan satu ciri objek yang membangun deskripsi itu sendiri.
3. Penutup
Untuk menyajikan bagian akhir teks, penulis dapat menyajikan simpulan dari objek yang dideskripsikan. Bagian akhir ini bersifat opsional, boleh ada dan boleh tidak.
Jenis-Jenis Teks Deskripsi
Teks deskripsi dibagi menjadi dua jenis, yakni eksplanatori dan sugesti. Dikutip dari Modul Teks Deskripsi Berbasis Pendekatan Kontekstual susunan Ary Kristiyani, M. Hum., berikut penjelasannya:
1. Teks deskripsi eksplanatori
Deskripsi eksplanatori ditulis berdasarkan fakta yang dilihat langsung oleh penulis. Deskripsi eksplanatori menghindari hal-hal yang bersifat subjektif atau imajinatif.
2. Teks deskripsi sugesti
Deskripsi sugesti ditulis berdasarkan kesan yang muncul di benak penulis. Kesan tersebut terlihat dari ekspresi wajah, gerak-gerik, gaya bicara, dan lain sebagainya. Jenis teks deskripsi ini bersifat imajinatif dan umumnya muncul dari penafsiran penulisnya.
Contoh Teks Deskripsi
Mengutip kembali dari modul yang disusun Kemdikbud, berikut adalah salah satu contoh teks deskripsi.
1. Pantai Ora, Surga Tersembunyi di Maluku
Pantai Ora adalah sebuah tempat yang layak untuk disandingkan dengan pantai-pantai indah di dunia. Tempat ini sering disebut surga tersembunyi Indonesia karena kecantikannya yang sangat memukau. Keindahan pantai yang ada di Desa Saleman, Kecamatan Seram Utara, Maluku ini tak hanya diminati warga Indonesia, wisatawan asing juga tak ingin melewatkan tujuan wisata yang satu ini.
Pantai Ora memiliki panorama yang sangat indah. Pasirnya yang putih bersih, air laut yang biru jernih, dan kekayaan membuat pantai ini sering disebut sebagai surga duniawi. Keindahan pantai ini semakin memesona dengan deretan pohon kelapa hijau dengan daunnya yang melenggok ke kiri dan ke kanan bagaikan penari yang gemulai.
Menikmati pagi hari di Pantai Ora adalah sesuatu yang menakjubkan. Lukisan keemasan di langit mulai terlihat. Begitu indah, menenangkan, dan membawa kehangatan. Deretan pegunungan yang membentengi Teluk Saleman perlahan mulai terlihat jelas. Kegagahan Gunung Hatusaka, sebagai ‘Sang Komandan’ dari deretan pegunungan tersebut menampakkan diri. Dari kejauhan tampak deretan pondok-pondok penginapan di Pantai Ora.
Menjelang senja, kita akan disuguhi pemandangan lain yang menakjubkan. Mentari berwarna kuning keemasan, perlahan tenggelam di ufuk barat. Kepergiannya secara perlahan membuat mata kita tak berkedip untuk terus menikmati pesonanya. Sungguh ciptaan Tuhan yang luar biasa.
2. Gunung Tangkuban Perahu
Gunung Tangkuban Perahu memiliki ketinggian 2.084 mdpl yang berlokasi di sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung.
Dengan ketinggian tersebut, suhu udara di Gunung Tangkuban Perahu mencapai 17 derajat pada siang hari dan 2 derajat pada malam hari. Di sekeliling gunung, banyak ditumbuhi pohon-pohon pinus dan perkebunan teh.
Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, dan mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang.
Sepanjang sejarahnya, aktivitas yang terjadi di Gunung Tangkuban Parahu telah membentuk 13 kawah. Tiga kawah di antaranya populer dijadikan destinasi wisata, yakni Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas.
Sementara perincian 13 kawah lengkapnya antara lain Kawah Upas, yang terdiri dari Kawah Upas (termuda), Kawah Upas (muda), dan Kawah Upas (tua). Kawah Ratu juga terdiri dari Kawah Ratu (1920), Kawah Ratu (muda), dan Kawah Ratu (tua). Lalu ada Kawah Baru, Kawah Pangguyanganbadak, Kawah Badak, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, dan Kawah Domas.
Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda-tanda keaktifan gunung api, di antaranya muncul gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunungnya, seperti di kawasan Ciater, Subang, yang kerap menjadi objek wisata.
3. Alat Musik Rapai
Rapai merupakan alat musik yang hampir sama dengan rebana. Terbuat dari kayu dan mengunakan kulit binatang sebagai sumber bunyi yang ditimbulkan oleh pukulan atau hentakan tangan di atas kulit binatang tersebut sehingga menimbulkan bunyi yang diinginkan.
Pada sebuah pertunjukan, biasanya akan ada 8-12 orang yang pada acara pernikahan, ulang tahun, upacara penyambutan, dan lain-lain. Jenis alat musik Rapai atau Rifai adalah Rapai Pasee (Rapai Gantung), Rapai Daboih, Rapai Geurimpheng (Rapai Macam), Rapai Pulot dan Rapai Anak.
4. Kasta Brahmana
Kasta Brahmana merupakan kasta tertinggi dalam status sosial masyarakat Bali. Anggota kasta Brahmana meliputi masyarakat yang mempunyai profesi yang bergerak di bidang religi atau agama, seperti pendeta. Sampai sekarang mereka diberi gelar Ida Bagus (laki-laki) dan Ida Ayu (perempuan).
Seorang pendeta dari kasta Brahmana akan mempunyai sisya. Sisya inilah yang akan memperhatikan kesejahteraan pendeta. Anggota sisya menjadi pelaksana kegiatan upacara-upacara keagamaan. Apabila upacara keagamaan yang dilaksanakan sisya termasuk upacara besar, pendeta akan dihadirkan untuk muput upacara tersebut.
(AMP)
Frequently Asked Question Section
Apa itu teks deskripsi?

Apa itu teks deskripsi?
Jenis teks yang bertujuan untuk memaparkan kesan atau impresi ke pembaca terhadap suatu objek, tempat, atau peristiwa yang ingin dibahas oleh penulis.
Apa ciri-ciri dari teks deskripsi?

Apa ciri-ciri dari teks deskripsi?
Dipecah menjadi detail bagian-bagian objek, mendeskripsikan secara konkret, banyak menggunakan kata-kata khusus, bersifat pribadi dengan muatan emosional sehingga memakai kata-kata dengan emosi yang kuat.
Apa tujuan teks deskripsi?

Apa tujuan teks deskripsi?
Untuk menggambarkan segala sesuatu, baik itu manusia, hewan, tumbuhan, maupun benda mati.
