Konten dari Pengguna

Tulisan Marhaban Ya Ramadhan yang Benar dan Artinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tulisan Marhaban Ya Ramadhan,Pexels/Pavlo Luchkovski
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tulisan Marhaban Ya Ramadhan,Pexels/Pavlo Luchkovski

Salah satu tulisan yang paling sering terlihat menjelang bulan suci ini adalah tulisan Marhaban Ya Ramadhan. Tulisan ini terlihat baik dalam ucapan, poster, spanduk, hingga media sosial.

Sayangnya masih banyak yang menuliskannya dengan ejaan atau susunan yang keliru padahal tulisan ini memiliki makna mendalam dan penuh doa. Mengetahui penulisan “Marhaban Ya Ramadhan” yang benar beserta artinya penting bagi umat Islam.

Tulisan Marhaban Ya Ramadhan

Ilustrasi tulisan Marhaban Ya Ramadhan,Pexels/Alena Darmel

Ungkapan Marhaban Ya Ramadhan sering digunakan oleh umat Islam sebagai kalimat penyambut kedatangan bulan Ramadan yang penuh berkah. Inilah tulisan Marhaban Ya Ramadhan yang benar beserta dengan artinya berdasarkan situs web uin-suska.ac.id.

Penulisan yang benar adalah Marhaban Ya Ramadhan. Penulisan ini sesuai kaidah transliterasi dan penggunaan bahasa Arab-Indonesia, di mana Ramadhan ditulis dengan “dh” untuk merepresentasikan huruf Arab ض (dhad).

Penulisan seperti Ramadan masih sering dijumpai dalam bahasa Inggris atau penyederhanaan bahasa. Namun dalam konteks keislaman dan bahasa Indonesia yang baku bentuk “Ramadhan” lebih tepat digunakan.

Dalam bahasa Arab, Marhaban secara harfiah bukanlah sekadar ucapan selamat datang. Ucapan ini berasal dari akar kata rahba yang berarti luas, lapang, atau lebar.

Kata ini menunjukkan bahwa sang tamu atau bulan Ramadan disambut dengan hati yang lapang, penuh kegembiraan, dan tanpa beban. Ramadhan juga memiliki banyak julukan yang menunjukkan keutamaannya.

Contohnya adalah Syahr al-Shiyam sebagai bulan latihan menahan diri dan pengendalian hawa nafsu. Serta Syahr al-Rahmah sebagai bulan yang sarat dengan kasih sayang dan rahmat Allah.

Selain itu, Ramadhan juga dikenal sebagai Syahr al-Maghfirah atau bulan pengampunan dosa. Serta Syahr al-Qur’an karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi manusia.

Ramadhan bukan hanya identik dengan ibadah ritual seperti puasa, salat tarawih, tadarus, dan zakat. Namun juga merupakan momentum meningkatkan kualitas ibadah sosial.

Sikap peduli terhadap sesama, memperkuat solidaritas, menjaga kejujuran, menumbuhkan kesabaran, serta menahan emosi dan hawa nafsu merupakan bagian penting dari esensi Ramadhan. Melalui puasa, umat Islam dilatih untuk merasakan empati terhadap sesama.

Keutamaan Ramadhan semakin besar karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Hal ini menjadikan bulan sebagai kesempatan berharga untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.

Tulisan Marhaban Ya Ramadhan yang benar mengacu pada kaidah transliterasi dan penggunaan bahasa. Ramadhan hendaknya disambut dengan persiapan lahir dan batin agar setiap detik di dalamnya bernilai ibadah dan membawa perubahan positif. (Fia)

Baca juga: 20 Twibbon Ramadhan 2026 Islami untuk Media Sosial