Konten dari Pengguna

Tuntunan Sholat Istiqarah: Niat, Tata Cara, Doa, dan Waktu Pelaksanaannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tuntunan Sholat Istiqarah. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tuntunan Sholat Istiqarah. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Salat istikharah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim, terutama ketika dihadapkan pada suatu pilihan hidup yang sulit. Salat ini dilakukan dengan tujuan memohon petunjuk kepada Allah Swt agar diberikan pilihan yang terbaik. Melalui tuntunan sholat istiqarah, seorang muslim dapat merasa lebih tenang dan yakin dalam mengambil keputusan.

Banyak di antara kita yang mungkin sudah pernah mendengar tentang salat istikharah, namun belum mengetahui tata cara pelaksanaannya secara detail. Mulai dari niat, bacaan doa, hingga waktu yang paling mustajab untuk melakukannya.

Oleh karena itu, artikel ini akan memberikan panduan lengkap mengenai tuntunan sholat istikharah, sehingga siapapun dapat melaksanakannya dengan benar dan memperoleh manfaat yang maksimal.

Daftar isi

Tuntunan Sholat Istiqarah

Ilustrasi Tuntunan Sholat Istiqarah. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Berikut adalah tuntunan sholat istiqarah yang perlu diketahui agar dapat melakukannya dengan benar dikutip dari https://islam.nu.or.id/:

Niat Salat Istikharah

Terdapat dalil yang menjadi dasar anjuran dalam melaksanakan salat istikharah berdasarkan hadis riwayat Al-Bukhari, Jabir bin Abdullah yang mengatakan bahwa:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ

Kana rasullullahi sallahu alaihi wasallam yu allamunal astikhorota fil amuri kullaha kama yu allamunassurota minal qur’ani yakulu idza hamma ahadukum bil amri fal tarka rok ataini min ghoiril faridhoh.

Artinya: “Rasulullah saw mengajari kami (para sahabat) untuk salat istikharah ketika menghadapi setiap persoalan, sebagaimana beliau mengajari kami semua surat dari Al-Quran. Beliau bersabda, ‘Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat sunnah dua rakaat ...”’ (HR Imam al-Bukhari). (An-Nawawi, al-Azdkar, 1997: 137)

Berikut adalah niat yang dibacakan saat melakukan salat istikharah sebanyak dua rakaat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal istikhârati rak’ataini lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat salat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Tata Cara dan Doa Salat Istikharah

Berikut adalah tata cara dan doa salat istikharah yang dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumiddin:

  • Wudu, pastikan dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil sebelum melaksanakan salat istikharah.

  • Menghadap kiblat, arahkan tubuh menghadap kiblat.

  • Membaca niat salat istikharah.

  • Membaca doa iftitah.

  • Bacaan dalam salat istikharah sama dengan bacaan salat sunnah lainnya. Pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Kafirun

  • Ruku’, sujud, dan duduk di antara dua sujud, lakukan dengan khusyuk dan benar.

  • Berdiri kembali untuk melanjutkan rakaat yang kedua.

  • Rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas.

  • Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan tahiyat akhir.

  • Salam.

  • Setelah salam membaca doa berikut:

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ وَعَـاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَبَارِكْ لِي فِيهِ ثُمَّ يَسِّرْهُ لِي وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ أَيْنَـــمَا كَانَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidina muḫamamdin, Alḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhumma innî astakhîruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta’lamu wa lâ a’lamu, wa anta ‘allâmul ghuyûb. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hâdzal amra khairun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi faqdurhu lî wa bârik lî fîhi tsumma yassirhu lî. Wa in kunta ta’lamu anna hâdzal amra syarrun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi fashrifnî ‘anhu washrfhu ‘annî waqdur liyal khaira haitsu kâna ainamâ kânû innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidina muḫamamdin, walḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib.

    Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, akhir urusanku, diniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Sesungguhnya engkau Yang Maha Bisa atas segala sesuatu.”

  • Setelah membaca doa selesai, kemudian kita dapat menyebutkan permohonan yang diinginkan.

  • Tambahkan salawat, salam, serta hamdalah di akhir dan awal doa sebagaimana yang dianjurkan dalam setiap doa.

Pada salat istikharah, jika seorang muslim ingin melakukan hal yang baik menurut Allah Swt maka Allah akan memudahkan jalannya dan akan berdampak baik. Sebaliknya, jika hal tersebut tidak baik menurut Allah Swt, maka Allah akan memberikan jalan yang lain.

Contohnya adalah, jika seseorang ingin mendapatkan kerja di tempat yang sangat diinginkan. Jika menurut Allah tempat kerja itu baik, maka orang itu akan dipermudah jalannya. Tetapi jika tidak Allah akan menunjukkan orang itu tempat kerja yang jauh lebih baik.

Hal ini sejalan dengan apa yang telah ditegaskan oleh Syekh Muhammad az-Zabidi pada Ithafus Sadatil Muttaqin, 2016: juz III, halaman 776:

وإن كان له فيها خيرة سهل الله أسبابها إلى أن تحصل فتكون عاقبتها محمودة، وإن تعذرت الأسباب، ولم يتفق تحصيلها فيعلم أن الله قد اختار تركها فلا يتألم لذلك، وسيحمد عاقبتها تركا كان أو فعلا

Artinya: “Jika dalam hal yang ingin kita lakukan dinilai baik menurut Allah, maka Allah akan memudahkan jalan dan memberi akhir yang baik pula. Sebaliknya, jika menurut Allah tidak baik maka kita akan dipersulit melakukannya. Dalam kondisi yang kedua ini hendaknya kita tidak menyesal sebab kita sulit meraihnya, karena pada dasarnya Allah telah memberi ganti yang lebih baik.”

Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan salat istikharah dapat dilakukan kapan saja baik itu siang hari maupun malam hari. Tetapi tidak dapat dilakukan pada tiga waktu yang terlarang untuk melakukan salat, yaitu saat matahari terbit, saat matahari berada di tengah, atau saat matahari sedang terbenam.

Jika pelaksanaan salat istikharah tidak bisa diundur atau sangat dibutuhkan saat itu juga, sebagian ulama berpendapat bahwa hal tersebut boleh dikerjakan walaupun pada waktu terlarang.

Hal ini didasarkan pada kebutuhan pelaksanaan salat istikharah yang perlu dilakukan saat itu juga. Jadi, salat istikharah tidak terikat pada waktu tertentu, tetapi dilakukan saat seseorang telah berniat melakukannya.

Cara Mengetahui Hasil dari Salat Istikharah

Hal yang dapat menjadi petunjuk dari Allah Swt setelah melaksanakan salat istikharah adalah saat merasakan ketenangan hati terhadap apa yang sudah dipilih.

Jika setelah salat orang tersebut semakin yakin dengan pilihannya, maka hal tersebut menjadi indikasi petunjuk dari Allah Swt.

Tak sedikit juga orang yang mendapatkan jawaban dari salat istikharah dengan bermimpi. Mimpi tersebut dapat menjadi petunjuk atas keputusan yang telah diambil, tetapi hal tersebut tak selalu terjadi.

Perhatikanlah selalu perubahan yang terjadi pada diri dan sekitar yang memudahkan untuk mengarahkan pada salah satu dari beberapa pilihan. Bisa jadi petunjuk juga akan datang dari perantara orang lain melalui nasihat atau saran.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Melaksanakan Salat Istikharah

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat melaksanakan salat istikharah:

  • Niat yang tulus, pastikan niat yang dilakukan benar-benar tulus memohon petunjuk pada Allah Swt.

  • Khusyuk, konsentrasikan pikiran dan hati pada ibadah yang sedang dilakukan.

  • Sabar dan tawakkal, setelah melaksanakan salat istikharah, bersabarlah menantikan jawaban dari Allah Swt dan bertawakkallah kepada-Nya.

  • Upayakan yang terbaik, meskipun telah melakukan salat istikharah, tetaplah berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan.

Baca Juga: Kapan Wanita Mulai Shalat Dzuhur di Hari Jumat? Ini Penjelasan Para Ulama

Demikian adalah tuntunan sholat istiqarah, mulai dari niat, tata cara, doa, hingga waktu pelaksanaannya.

Salat istikharah merupakan ibadah yang sangat bermanfaat bagi umat muslim, dengan melaksanakannya, kita dapat memperoleh ketenangan hati dan keyakinan dalam mengambil keputusan. (Mit)