Tuntunan Sholat Wajib dan Sunnah yang Harus Dipenuhi Umat Islam

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 9 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tuntunan sholat merupakan hal-hal yang berkaitan dengan syarat sah dan rukun dalam salat. Wajib hukumnya bagi orang yang akan melaksanakan salat untuk memenuhi tuntunan tersebut.
Mengutip buku Tuntunan Sholat Wajib dan Sunnah karya Abu Zahra, syarat sah dalam tuntunan salat di antaranya adalah harus beragama Islam; telah berusia balig; berakal sehat; suci dari segala macam hadas; salat ketika sudah memasuki waktunya; menutup aurat; niat; dan menghadap kiblat.
Jika sudah memenuhi syarat sah sholat, hal yang perlu dipenuhi selanjutnya adalah rukun sholat. Menurut buku Panduan Sholat Untuk Perempuan terbitan Grasindo, rukun sholat adalah rangkaian tata cara atau langkah-langkah pelaksanaan ibadah salat.
Rukun sholat ini harus dilakukan secara berurutan. Satu rukun saja hilang atau tidak berurutan, maka salatnya dianggap tidak sah atau batal.
Langkah-Langkah Sholat
Merujuk buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW oleh Ustadz Arif Rahman, langkah-langkah atau rukun salat di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Niat
Berniat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Saat mengangkat takbir seraya mengucapkan “Allahu Akbar”, maka ketika itu juga berniat di dalam hati untuk melakukan salat.
2. Takbiratul ihram
Takbiratul ihram adalah pembuka yang mengawali salat, yang ditandai dengan mengangkat kedua belah tangan seraya mengucapkan takbir, “Allahu Akbar”.
Disebut takbiratul ihram karena takbir tersebut menjadi penyebab tidak boleh dilakukannya hal-hal yang pada mulanya boleh dilakukan di luar salat, seperti makan, berbicara, dan lain sebagainya.
3. Berdiri tegak
Ini disyaratkan bagi yang mampu untuk berdiri. Bila tidak, maka dapat dilakukan dengan duduk saja. Rasulullah SAW bersabda, “Sholatlah dengan berdiri tegak, bila tidak mampu maka (lakukanlah) dalam posisi duduk.” (HR. Bukhari).
4. Membaca surat Al Fatihah
Keharusan membaca surat Al Fatihah mengacu pada hadis Rasulullah SAW, sesungguhnya beliau bersabda: “Tidak (sah) sholat seseorang bila tidak membaca Ummu Al-Kitab (Al-Fatihah).”
5. Rukuk
Rukuk berarti membungkukkan punggung sambil meletakkan kedua belah tangan pada lutut, dan disertai dengan tumakninah, yaitu berdiam diri sejenak.
6. Iktidal
Ini merupakan gerakan bangkit dari posisi rukuk, yaitu kembali pada posisi berdiri tegak seperti semula, disertai tumakninah.
7. Sujud
Yaitu posisi membungkuk atau berlutut disertai dengan meletakkan dahi ke lantai (tempat sujud) dan bertelekan dengan kedua belah tangan.
Posisi sujud yang benar adalah ketika kita melakukan sujud, maka ketujuh anggota sujud berada pada tempat sujud atau di atas sajadah. Ketujuh anggota sujud itu adalah muka, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua kaki.
Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, "Apabila seorang hamba sujud, maka ketujuh anggotanya akan sujud bersamanya, yaitu wajah nya, kedua telapak tangannya, kedua lututnya, serta kedua telapak kakinya.” (HR. Jama'ah kecuali Al-Bukhar).
Dalam riwayat lain disebutkan pula, selain merapatkan dahi atau kening ke atas tempat sujud, disunahkan pula menyentuhkan hidung ke atas tempat sujud. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Nabi Muhammad SAW bersujud, maka beliau merapatkan hidung dan keningnya ke permukaan lantai.” (HR. Abu Daud dan Al-Turmudzi).
8. Bangkit dari sujud
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Kemudian bangkitlah sehingga kamu duduk dengan tuma'ninah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
9. Duduk di antara dua sujud.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Allah tidak akan melihat kepada salat seseorang yang tidak 21 menegakkan tulang punggungnya di antara rukuk dan sujudnya.” (HR. Ahmad, dengan sanad sahih).
10. Tumakninah ketika melakukan setiap rukun sholat.
Tumakninah adalah sikap tenang untuk sementara waktu setelah anggota badan yang digunakan tetap dan stabil. Rentang waktunya menurut para ulama, kira-kira sama dengan membaca satu kali tasbih.
11. Duduk Tasyahud Akhir
Rasulullah ketika sholat melakukan duduk tasyahud akhir. Hal ini sesuai dengan sabda beliau, “Jika engkau telah bangkit dari sujud yang akhir, lalu duduklah selama waktu tasyahud, selesailah sudah sholatnya.”
12. Tasyahud Akhir
Berkata Qudamah, diriwayatkan dari ibnu Abbas bahwa ia berkata, “Sebelum difardhukan tasyahud, biasanya kami membaca: Assalamu'alallahi qabla'ibadihi assalamu'ala Jibrila, assalamu'ala Mikaila. Maka bersabda Nabi: Jangan katakan, Assalamu'alallahi, tapi ucapkanlah, Attahiyatu lillah!”
13. Membaca salam
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Pembuka salat itu adalah bersuci, pembatas antara perbuatan yang boleh dan tidaknya dilakukan waktu salat adalah takbir, dan pembebas dari keterikatan salat adalah Ne 23 salam.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadis sahih).
14. Dilaksanakan secara berurutan
Telah dijelaskan sebelumnya dalam pelaksanaan sholat harus dilakukan secara berurutan atau tertib. Apabila tidak, sholatnya tidak sah atau batal dan orang tersebut harus mengulang dari awal.
Apa Saja Bacaan Sholat?
Ada bacaan yang harus dilafalkan oleh umat muslim ketika melaksanakan rukun sholat. Menghimpun buku Fiqh bersuci dan Sholat Sesui Tuntunan Nabi karya Abu Utsman Kharisman, berikut bacaan-bacaan dalam rukun sholat:
1. Bacaan niat
Niat harus dibaca sesuai dengan jenis sholat yang akan dilaksanakan, baik wajib ataupun sunah. Bacaan niat sholat juga harus disesuaikan apakah untuk dilaksanakan berjamaah, baik sebagai imam atau makmum, atau secara munfarid (sendiri).
Lantas, apa bacaan niat sholat? Di bawah ini akan dijabarkan bacaan niat sholat wajib untuk dilakukan secara sendiri yang dapat dilafalkan umat muslim:
Niat sholat subuh
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى.
Ushalli fardhos shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an lillaahi ta'aala.
Artinya: “Saya melakukan shalat fardhu subuh dua rakaat dengan menghadap kiblat, pada waktunya karena Allah Ta’ala.”
Niat sholat dzuhur
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Usholli Fardlon dhuhri arba'a rok'aatain mustaqbilal qiblati adaa-an Lillahi ta'aala.
Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu dhuhur 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala.”
Niat salat ashar
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى.
Ushalli fardhol 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilalqiblati adaan lillaahi ta'ala.
Artinya: “Saya melakukan sholat fardhu ashar sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat, pada waktunya karena Allah Ta’ala.”
Niat salat magrib
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى.
Ushalli fardhol maghribi tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa,an lillaahi ta'aala.
Artinya: “Saya melakukan salat fardhu maghrib sebanyak tiga rakaat dengan menghadap kiblat, pada waktunya karena Allah Ta’ala.”
Niat salat isya
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Usholli Fardlol I'syaa-i Arba'a Roka'aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta'aala.
Artinya: “Saya niat melakukan salat fardu isya 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala.”
2. Bacaan takbiratul ikhram
Bacaan takbiratul Ihraam dilafalkan saat mengangkat kedua tangan. Bagi laki-laki dianjurkan posisi tangan berada di atas pundak dan jari diluruskan sejajar dengan daun telinga. Bacaan takbiratul ihraam adalah:
أللهُ أَكْبَرْ
Allahu Akbar
Artinya: “Allah Maha Besar.”
3. Bacaan Doa Iftitah
Doa iftitah yang dapat diamalkan umat muslim ketika melaksanakan sholat ada banyak macamnya. Berikut salah satu bacaan doa iftitah yang bisa diamalkan:
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Allaahu Akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallaahi bukratawwa ashiila. wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).”
4. Bacaan surat Al Fatihah
Membaca surat Al Fatihah ini dilakukan setelah usai membaca doa iftitah di atas. Berikut bacaan surat Al Fatihah:
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Bismillahir rahmaa nirrahiim. Alhamdu lilla hi rabbil 'alamiin. Ar rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghduubi 'alaihim waladh-dhaalliin.
Artinya: “Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam, yang maha pengasih, maha penyayang, pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”
Jika sudah membaca surat Al Fatihah, lanjutkan dengan membaca surat-surat lain yang ada di dalam Alquran.
5. Bacaan rukuk
Adapun bacaan yang harus dilakukan pada saat rukuk sebanyak tiga kali, yakni sebagai berikut:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal 'adziimi wabihamdih. (3x)
Artinya: “Maha suci Tuhanku yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya.”
6. Bacaan i’tidal
Bacaan i’tidal dilafalkan ketika hendak bangkit dari posisi rukuk. Berikut bunyinya:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami'allaahu liman hamidah.
Artinya: “Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya.”
Jika telah berdiri, dianjurkan membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi'ta min syain ba'du.
Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”
7. Bacaan sujud
Adapun bacaan ketika sujud yang juga harus dibaca sebanyak tiga kali seperti rukuk, yakni:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal a'la wabihamdih. (3x)
Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur dan dengan memuji-Nya.”
8. Bacaan doa duduk di antara dua sujud
Bacaan doa duduk di antara dua sujud adalah:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.
Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”
9. Bacaan tasyahud awal
Tasyahud awal biasanya dibaca pada saat melaksanakan salat wajib yang berjumlah empat rakaat, seperti dzuhur dan ashar. Bacaan ini dibaca ketika bangun dari sujud kedua di rakaat kedua. Berikut bacaan doanya:
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ
Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa muhammad.
Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan adalah milik Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah Allah mudah-mudahan tetap tercurahkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan semoga tetap terlimpahkan kepada kami dan seluruh hamba Allah yang shalih-shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”
10. Bacaan tasyahud akhir
Bacaan ini dibaca pada saat ketika bangun dari sujud kedua di rakaat terakhir. Berikut adalah bacaan tasyahud akhir:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كََمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Allahumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohim wa 'alaa aali ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik 'alaa muhammad wa'alaa aali muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohim wa 'alaa aali ibroohimm fil ‘alamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia.”
11. Bacaan salam
Bacaan salam dibaca ketika telah menyelesaikan bacaan tasyahud akhir. Bacaan salam ini dilafalkan sembari menolehkan kepala ke kanan dan kiri. Bacaan salam adalah sebagai berikut:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Assalaamu alaikum wa rahmatullah.
Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”
Apakah Sah Jika Shalat Tidak Hafal Bacaan?
Salat adalah ibadah paling dasar yang harus dipenuhi oleh umat muslim. Dalam melaksanakan salat, ada tuntunan salat yang wajib dikerjakan umat muslim.
Meski demikian, tak sedikit umat Islam yang tidak hafal bacaan dalam salat. Lantas, apakah sah jika salat tetapi tidak hafal bacaannya?
Sebenarnya, tidak hafal bacaan salat bukanlah suatu perbuatan dosa, tetapi tetap diwajibkan bagi orang tersebut untuk menghafalkan bacaan salat secara bertahap.
Karena pada intinya, salat tetap wajib dilakukan sesuai kemampuan tiap muslim. Sebagaimana diterangkan oleh Abu Hurairah RA, beliau pernah berkata:
“Pada setiap rakaat shalat ada bacaannya. Apa yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam perdengarkan keraskan bacaannya kepada kami, maka kami pun akan perdengarkan kepada kalian dan apa yang kau sembunyikan tidak mengeraskan bacaan kepada kami maka kami pun tidak mengeraskan jatuh pada kalian. Jika kalian tidak tambah selain al-fatihah maka itu sudah cukup, namun bila kalian tambah setelahnya itu lebih baik.” (HR. Bukhari).
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa saja bacaan saat sholat?

Apa saja bacaan saat sholat?
Bacaan-bacaan dalam rukun sholat, yaitu niat, takbiratul ikhram, doa iftitah, Al Fatihah, rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud awal, tasyahud akhir, dan salam.
Apakah sah jika shalat tidak hafal bacaan?

Apakah sah jika shalat tidak hafal bacaan?
Sebenarnya, tidak hafal bacaan salat bukanlah suatu perbuatan dosa, tetapi tetap diwajibkan bagi orang tersebut untuk menghafalkan bacaan salat secara bertahap.
Apa yang kita baca sebelum memulai shalat?

Apa yang kita baca sebelum memulai shalat?
Niat harus dibaca sesuai dengan jenis sholat yang akan dilaksanakan, baik wajib ataupun sunah. Bacaan niat sholat juga harus disesuaikan apakah untuk dilaksanakan berjamaah, baik sebagai imam atau makmum, atau secara munfarid (sendiri).
