Konten dari Pengguna

Urutan Negara yang Menjajah Indonesia, Belanda Paling Lama

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi urutan negara yang menjajah Indonesia. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi urutan negara yang menjajah Indonesia. Foto: Unsplash.

Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia akan diperingati sebentar lagi. Dalam rangka memperingatinya, mempelajari urutan negara yang menjajah Indonesia dapat dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan.

Sebelum merdeka, setidaknya ada enam negara yang pernah menjajah Indonesia. Siapa saja negara tersebut? Simak penjelasan mengenai urutannya berikut ini.

Urutan Negara yang Menjajah Indonesia

Ilustrasi urutan negara yang menjajah Indonesia. Foto: Pixabay.

Penjajahan di Indonesia diawali dengan penjelajahan bangsa Eropa ke wilayah timur untuk mencari daerah baru. Daerah tersebut kemudian diakui sebagai milik bangsa yang pertama kali menemukannya. Periode tersebut dikenal sebagai masa eksplorasi dan penjelajahan awal atau the age of reconnaissance.

Ekspansi tersebut berkaitan dengan peristiwa besar yang terjadi pada abad ke-18 dan 19. Salah satunya adalah peristiwa jatuhnya Konstantinopel, ibu kota Romawi Timur, ke tangan Dinasti Usmani (Otoman) Turki pada 1453.

Mengutip buku Sejarah untuk kelas XI SMA tulisan Nana Supriatna, peristiwa itu memantik semangat reconquista dalam diri orang-orang Eropa untuk menaklukan bangsa Muslim. Semangat reconquista makin berapi-api dengan kisah penjelajahan Marcopolo ke Asia yang diterbitkan dalam buku Book of Various Experiences.

Dalam buku tersebut, Marcopolo menjelaskan bahwa wilayah-wilayah Asia memiliki alam yang menakjubkan dan kaya akan sumber daya. Hal tersebut mendorong bangsa-bangsa Eropa datang ke Asia, termasuk ke Indonesia.

1. Portugis

Penjajahan bangsa Eropa di Indonesia dimulai dari kedatangan bangsa Portugis di Ternate pada tahun 1511. Awalnya, tujuan bangsa Portugis datang hanya untuk berdagang dan mencari sumber rempah-rempah di Malaka.

Niat itu berubah menjadi rasa ingin menguasai seiring dengan banyaknya wilayah yang ditaklukkan. Bangsa Portugis pun mulai merintis politik imperialisme dan memaksa para pedagang dari bangsa lain untuk tunduk dengan aturan mereka.

2. Spanyol

Spanyol menyusul Portugis dalam melakukan penjelajahan ke wilayah timur dengan mengirim Christopher Colombus. Ia tiba di Tidore pada 1521 dan membantu Kerajaan Tidore untuk melawan bangsa Ternate yang bersekutu dengan Portugis.

Namun, penjajahan Spanyol di Tidore tidak berlangsung lama. Pertikaian dua bangsa Eropa itu dalam memperebutkan tanah jajahan berakhir dengan dibuatnya Perjanjian Saragosa pada 1529. Isi perjanjian tersebut menyatakan bahwa Spanyol harus angkat kaki dari wilayah Malaka.

3. Belanda

Para pemuda dari Laskar Bambu Runcing bersiap dengan tombak untuk menghadapi Belanda pada tahun 1946. Foto: ANRI/IPPHOS/Handout via REUTERS

Belanda menjadi bangsa Eropa ketiga yang menginjakkan kaki di Indonesia. Kedatangan Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman yang masuk melalui Pelabuhan Banten pada 1596.

Seperti bangsa Portugis, niat awal Belanda datang hanya untuk berdagang. Seiring berjalannya waktu, para pedagang Belanda mulai melakukan monopoli, bahkan mendirikan perkumpulan dagang yang diberi nama Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada 1602.

Tak hanya mendirikan serikat dagang, mereka juga mulai mengeksploitasi sumber daya alam dan para penduduk pribumi. Eksploitasi tersebut dilakukan selama 350 tahun dan menjadi penjajahan terlama di Indonesia.

4. Perancis

Indonesia juga pernah dijajah oleh Perancis pada tahun 1795. Namun, penjajahan bangsa Perancis di Indonesia tidak dilakukan secara langsung dan berlangsung singkat.

Kerajaan Belanda berhasil ditaklukkan Perancis di bawah kepemimpinan Panglima Napoleon Bonaparte pada 1795. Akibatnya, negara-negara jajahan Belanda, termasuk Indonesia, dikuasai oleh Perancis.

Meski singkat, periode penjajahan ini justru yang terkejam. Belanda yang tunduk di bawah Perancis harus berperang melawan musuh Bonaparte, Inggris, di Hindia Belanda.

Demi kelancaran perang negaranya, Belanda mengutus Herman Willem Deandels sebagai gubernur di Jawa. Eksploitasi besar-besaran terjadi selama kepemimpinan Deandels, salah satunya sistem kerja rodi pembuatan jalan raya Anyer-Panarukan.

5. Inggris

Masa penjajahan Inggris hanya berlangsung selama beberapa tahun saja, yakni dari 1811 sampai 1816. Inggris datang dan menguasai Indonesia melalui Jakarta pada tahun 1811. Saat itu, pihak kerajaan menunjuk Thomas Stanford Raffles sebagai gubernur di Jawa.

Berbeda dengan Deandels, kepemimpinan Rafles lebih liberal dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Beberapa kebijakan yang diterapkan Rafles di Indonesia di antaranya menghapus kerja rodi, melarang adanya perbudakan, dan menghapus segala penyerahan hasil bumi.

6. Jepang

Tak hanya bangsa Eropa, Indonesia juga pernah dijajah oleh sesama bangsa Asia, yakni Jepang. Masa penjajahan Jepang di Indonesia berlangsung pada tahun 1942-1945.

Pada tahun 1942, Jepang berhasil mengusir penjajah Belanda dari Indonesia dan menempatkan diri sebagai penguasa baru. Masa pendudukan Jepang tidak membawa perubahan yang berarti untuk rakyat Indonesia.

Sebaliknya, kebijakan-kebijakan yang diterapkan justru sangat keras dan membuat rakyat sengsara. Salah satunya sistem kerja paksa yang disebut dengan romusha.

Negara berjuluk Macan Asia ini akhirnya angkat kaki setelah kalah dalam Perang Dunia II yang ditandai dengan pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki pada 15 Agustus 1945. Momentum itu dimanfaatkan bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

(GLW)