Konten dari Pengguna

Urutan Paling Tepat untuk Internalisasi Nilai yang Efektif di Sekolah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Sebuah sekolah ingin menerapkan strategi internalisasi nilai dalam kurikulum pembelajaran. Manakah urutan yang paling tepat untuk memastikan internalisasi nilai berlangsung efektif?. Unsplash/isengrapher
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Sebuah sekolah ingin menerapkan strategi internalisasi nilai dalam kurikulum pembelajaran. Manakah urutan yang paling tepat untuk memastikan internalisasi nilai berlangsung efektif?. Unsplash/isengrapher

Sebuah sekolah ingin menerapkan strategi internalisasi nilai dalam kurikulum pembelajaran. Manakah urutan yang paling tepat untuk memastikan internalisasi nilai berlangsung efektif? Hal ini merupakan salah satu soal yang terdapat pada Modul 3 Topik 2 PPG Guru Tertentu Tahun 2025.

Untuk menjawabnya, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa internalisasi nilai dilakukan melalui proses yang bertahap agar nilai yang diajarkan dapat tertanam dalam sikap dan perilaku siswa.

Dalam era globalisasi, pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan teknis. Pendidikan juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai moral, etika, dan sosial sebagai dasar pembentukan karakter. Oleh karena itu, strategi internalisasi nilai menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di sekolah.

Urutan Paling Tepat untuk Internalisasi Nilai yang Efektif dalam Kurikulum Pembelajaran

ilustrasi Sebuah sekolah ingin menerapkan strategi internalisasi nilai dalam kurikulum pembelajaran. Manakah urutan yang paling tepat untuk memastikan internalisasi nilai berlangsung efektif?. Unsplash/husniatisalma

Sebuah sekolah ingin menerapkan strategi internalisasi nilai dalam kurikulum pembelajaran. Manakah urutan yang paling tepat untuk memastikan internalisasi nilai berlangsung efektif? Berdasarkan pembahasan yang disampaikan dalam video pembelajaran yang diunggah akun YouTube Rokhaniyah, urutan yang tepat adalah:

  • Mengidentifikasi nilai utama.

  • Melatih guru dalam strategi internalisasi nilai.

  • Menerapkan nilai dalam proses pembelajaran.

  • Mengevaluasi efektivitas pelaksanaan.

  • Melibatkan orang tua dan masyarakat.

Urutan tersebut menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai dimulai dengan menentukan nilai yang akan dikembangkan terlebih dahulu. Setelah itu, guru perlu memahami strategi penerapannya agar nilai dapat diintegrasikan secara tepat dalam kegiatan pembelajaran.

Selanjutnya dilakukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan, kemudian diperkuat melalui keterlibatan orang tua dan masyarakat sehingga penerapan nilai tidak hanya berlangsung di sekolah.

Selain memahami urutan tersebut, penting pula mengetahui bahwa proses internalisasi nilai berlangsung melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan.

Tahap pertama adalah transformasi nilai. Pada tahap ini, guru atau fasilitator menyampaikan nilai-nilai yang ingin ditanamkan melalui komunikasi dalam proses pembelajaran. Siswa mulai mengenal dan memahami makna dari nilai tersebut.

Tahap berikutnya adalah pembiasaan. Penanaman nilai dilakukan melalui tindakan positif yang diulang secara terus-menerus hingga menjadi kebiasaan. Melalui pembiasaan, nilai yang telah dipahami diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tahap terakhir adalah pengkondisian lingkungan belajar. Lingkungan sekolah dirancang agar mendukung berkembangnya nilai-nilai positif. Suasana belajar yang kondusif akan membantu siswa mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun melalui proses pembelajaran.

Sebuah sekolah ingin menerapkan strategi internalisasi nilai dalam kurikulum pembelajaran. Manakah urutan yang paling tepat untuk memastikan internalisasi nilai berlangsung efektif?

Jawabannya adalah mengidentifikasi nilai utama, melatih guru dalam strategi internalisasi, menerapkan dalam pembelajaran, mengevaluasi efektivitas, serta melibatkan orang tua dan masyarakat.

Urutan tersebut sejalan dengan proses internalisasi nilai yang dilakukan secara bertahap melalui transformasi nilai, pembiasaan, dan pengkondisian lingkungan belajar sehingga penanaman nilai dapat berlangsung secara lebih efektif dan berkelanjutan. (Rahma)

Baca juga: Perlukah Guru Menguasai Pembelajaran Sosial Emosional? Ini Penjelasannya