Urutan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Lengkap dengan Kepemimpinannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kepemimpinan para Presiden dan Wakil Presiden Indonesia mencerminkan perjalanan panjang negara ini. Nama-nama mereka berada dalam urutan presiden dan wakil presiden Indonesia lengkap dengan cerita kepemimpinannya.
Para Presiden dan wakilnya juga memiliki gaya memimpin yang unik dan khas dalam menghadapi berbagai tantangan dan mencapai kemajuan bangsa ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Daftar Urutan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Lengkap
Berikut ini adalah urutan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia lengkap dari awal hingga saat ini yang diambil dari Portal Informasi Indonesia indonesia.go.id, profil presiden dan wakilnya:
1. Presiden Soekarno (1945-1967)
Soekarno adalah Presiden pertama Indonesia, dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan bersama Mohammad Hatta (1945-1956).
Pada masa awal kepemimpinannya, Soekarno berfokus pada membangun fondasi negara yang baru merdeka. Dia berperan penting dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara dan menghadapi berbagai pemberontakan internal seperti DI/TII dan PRRI/Permesta.
Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden pertama yang juga memiliki peran penting dalam kemerdekaan Indonesia. Hatta adalah tokoh yang memimpin negosiasi internasional untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan Indonesia.
Namun kemudian Hatta mengundurkan diri pada tahun 1956 karena perbedaan pandangan politik dengan Soekarno.Sehingga jabatan Wakil Presiden kosong hingga tahun 1973.
Masa jabatan Soekarno diwarnai dengan ketegangan politik, termasuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang membubarkan Konstituante dan mengembalikan UUD 1945 sebagai konstitusi.
Setelah Mohammad Hatta mengundurkan diri, Soekarno memerintah sendirian tanpa wakil hingga jatuhnya kekuasaannya pada tahun 1967. Pada periode ini, Soekarno mengadopsi sistem "Demokrasi Terpimpin" dan memusatkan kekuasaan di tangannya.
Di bawah kepemimpinannya, Indonesia menjadi anggota penting Gerakan Non-Blok dan mengambil posisi tegas menentang imperialisme. Dia juga melancarkan program politik anti-imperialisme dengan semboyan “Ganyang Malaysia.”
Namun, kekuasaannya melemah setelah peristiwa G30S/PKI pada 1965, kemudian Soeharto naik ke jabatan Presiden dan mengakhiri era Soekarno.
Beberapa perubahan yang terjadi di Indonesia di masa kepemimpinannya yaitu:
Pembentukan Identitas Nasional: Soekarno berperan dalam membangun fondasi negara baru, termasuk perumusan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945. Dia memperkuat rasa nasionalisme melalui gerakan anti-imperialisme.
Demokrasi Terpimpin: Soekarno mengubah sistem pemerintahan menjadi Demokrasi Terpimpin, memusatkan kekuasaan di tangan presiden, yang pada akhirnya mengubah dinamika politik dan pemerintahan Indonesia.
Pembangunan Awal dan Gerakan Non-Blok: Di bawah kepemimpinannya, Indonesia menjadi salah satu pendiri Gerakan Non-Blok, hal ini berperan penting dalam politik internasional.
2. Presiden Soeharto (1967-1998)
Soeharto adalah Presiden yang berkuasa selama 31 tahun memimpin dengan apa yang disebut sebagai "Orde Baru." Dia mengonsolidasikan kekuasaan setelah peristiwa G30S dan menetapkan kebijakan stabilitas politik dan pembangunan ekonomi.
Beberapa Wakil Presiden yang mendampinginya memimpin yaitu:
Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1973-1978): Mengawali era Orde Baru sebagai Wakil Presiden pertama di bawah Soeharto.
Adam Malik (1978-1983): Tokoh diplomasi yang berjasa besar dalam politik luar negeri Indonesia.
Umar Wirahadikusumah (1983-1988): Jenderal yang mendukung konsolidasi Orde Baru.
Sudharmono (1988-1993): Dikenal sebagai loyalis Soeharto yang mengawasi birokrasi.
Try Sutrisno (1993-1998): Memperkuat hubungan militer dan pemerintah.
B. J. Habibie (1998): Teknokrat yang terlibat dalam modernisasi teknologi Indonesia.
Soeharto berhasil mengangkat ekonomi Indonesia dengan program Repelita dan swasembada pangan. Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat selama 1970-an hingga awal 1990-an.
Namun, krisis moneter Asia pada 1997 menggerus legitimasi Soeharto. Tekanan rakyat melalui reformasi besar-besaran pada 1998 akhirnya memaksa Soeharto mundur dari jabatannya.
Beberapa perubahan yang terjadi di Indonesia di masa kepemimpinannya yaitu:
Stabilisasi Politik dan Ekonomi: Soeharto membawa stabilitas politik setelah periode ketidakstabilan di bawah Soekarno. Ia menerapkan kebijakan ekonomi yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi tinggi dan swasembada pangan.
Orde Baru: Soeharto mendirikan "Orde Baru," yang menciptakan stabilitas politik melalui kontrol ketat atas media, partai politik, dan lembaga-lembaga negara, meski dengan penindasan hak-hak politik.
Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan: Soeharto memprioritaskan pembangunan infrastruktur seperti jalan, irigasi, dan listrik. Ia juga meningkatkan akses pendidikan melalui program wajib belajar.
3. Presiden B. J. Habibie (1998-1999)
Sebagai Presiden ketiga, Habibie menghadapi tugas berat memimpin Indonesia setelah krisis ekonomi dan jatuhnya Orde Baru. Masa jabatannya singkat namun penuh reformasi meskipun tidak ada Wakil Presiden.
Dia memperkenalkan kebebasan pers, memperbaiki hubungan Indonesia dengan dunia internasional, dan memulai desentralisasi kekuasaan.
Di bawah kepemimpinannya, referendum Timor Timur dilaksanakan, yang akhirnya berujung pada kemerdekaan Timor Timur.
Meskipun penuh prestasi, laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR dan menyebabkan Habibie tidak melanjutkan jabatan untuk periode berikutnya.
Beberapa perubahan yang terjadi di Indonesia di masa kepemimpinannya yaitu:
Reformasi Politik dan Kebebasan Pers: Habibie memperkenalkan reformasi besar-besaran termasuk kebebasan pers, liberalisasi politik, dan penghapusan dwifungsi ABRI. Ini membuka jalan bagi demokrasi yang lebih luas di Indonesia.
Desentralisasi dan Otonomi Daerah: Habibie memulai desentralisasi kekuasaan ke daerah-daerah, memberikan otonomi yang lebih besar dan mengurangi dominasi pemerintah pusat.
Referendum Timor Timur: Di bawah Habibie, referendum untuk kemerdekaan Timor Timur dilakukan, yang berujung pada pemisahan Timor Timur dari Indonesia.
4. Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (1999-2001)
Gus Dur dikenal sebagai tokoh NU yang memiliki visi pluralis. Gus Dur mencoba memperkenalkan demokrasi yang lebih terbuka dan menghormati keberagaman.
Wakil Presiden di masa kepemimpinannya adalah Megawati Soekarnoputri (1999-2001), yang menjadi simbol kontinuitas dari masa perjuangan kemerdekaan.
Pencapaian Gus Dur terbesar adalah menghapuskan diskriminasi terhadap kelompok Tionghoa dan mempromosikan reformasi dalam bidang HAM. Gus Dur juga berupaya membangun hubungan baik dengan kelompok-kelompok minoritas.
Namun, gaya kepemimpinannya yang dianggap tidak teratur dan beberapa keputusan kontroversial menyebabkan ketidakstabilan politik. Akhirnya, MPR melengserkan jabatannya melalui Sidang Istimewa pada tahun 2001.
Beberapa perubahan yang terjadi di Indonesia di masa kepemimpinannya yaitu:
Penguatan Demokrasi dan Pluralisme: Gus Dur mendorong kebebasan beragama dan pengakuan terhadap minoritas, termasuk mencabut larangan budaya Tionghoa. Gus Dur juga memperkenalkan kebijakan untuk memperkuat pluralisme dan hak asasi manusia.
Reformasi di Bidang HAM: Gus Dur membubarkan Departemen Penerangan dan menghapuskan ketakutan masyarakat terhadap pemerintah. Ia juga mendorong dialog dan perdamaian dalam konflik di Aceh dan Papua.
Desentralisasi dan Pengurangan Pengaruh Militer: Gus Dur mempercepat proses desentralisasi dan mengurangi pengaruh militer dalam politik, meskipun ini menimbulkan ketegangan dengan militer.
5. Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004)
Sebagai Presiden perempuan pertama Indonesia, Megawati melanjutkan banyak kebijakan dari Gus Dur akan tetapi dengan pendekatan yang lebih stabil dan terstruktur.
Wakil Presidennya pada saat menjabat adalah Hamzah Haz (2001-2004), seorang politisi Islam yang memperkuat dukungan dari partai Islam.
Pada masa jabatannya, Indonesia mulai pulih dari krisis ekonomi, dan berbagai kebijakan desentralisasi serta otonomi daerah mulai menunjukkan hasil. Dia juga berhasil menggelar Pemilu 2004 yang demokratis dan damai.
Namun, gaya kepemimpinannya yang dianggap pasif dan kurang tegas dalam beberapa hal, terutama dalam menangani masalah korupsi mengurangi popularitasnya.
Beberapa perubahan yang terjadi di Indonesia di masa kepemimpinannya yaitu:
Pemulihan Ekonomi: Megawati berhasil mengarahkan Indonesia keluar dari krisis ekonomi pasca-1997, dengan fokus pada stabilitas makroekonomi dan mengundang investasi asing.
Pelaksanaan Otonomi Daerah: Megawati melanjutkan dan memperkuat kebijakan desentralisasi yang dimulai oleh pendahulunya, memberikan lebih banyak kekuasaan dan anggaran kepada pemerintah daerah.
Pemilu yang Demokratis: Di bawah kepemimpinannya, Pemilu 2004 yang demokratis dan damai berhasil diselenggarakan, menandai transisi pertama dari satu presiden ke presiden berikutnya melalui pemilihan umum langsung.
6. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (2004-2014)
SBY adalah Presiden pertama yang terpilih melalui pemilu langsung. SBY dikenal dengan gaya kepemimpinan yang tenang dan diplomatis.
Wakil Presidennya yaitu Jusuf Kalla (2004-2009) yang berperan penting dalam rekonsiliasi konflik di Aceh melalui perjanjian Helsinki.
Kemudian Wakil Presidennya dilanjutkan Boediono (2009-2014) seorang ekonom yang membantu memulihkan ekonomi Indonesia pasca krisis global 2008.
Di bawah kepemimpinan SBY, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil dan peningkatan peran di kancah internasional. SBY juga berhasil memajukan demokrasi dan memerangi terorisme. Pada masa ini, Indonesia menjadi anggota G20.
SBY juga menghadapi kritik atas lambatnya reformasi birokrasi dan korupsi. Meskipun di masanya ada upaya melalui pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Beberapa perubahan yang terjadi di Indonesia di masa kepemimpinannya yaitu:
Pertumbuhan Ekonomi Stabil: SBY berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil dengan fokus pada investasi, ekspor, dan pengelolaan ekonomi yang baik. Indonesia berhasil bertahan dari krisis ekonomi global 2008.
Perdamaian di Aceh: Melalui perjanjian Helsinki, SBY berhasil mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung lama di Aceh, memberikan otonomi khusus kepada provinsi tersebut.
Penguatan Demokrasi dan Peran Indonesia di Dunia: SBY memajukan demokrasi dan kebebasan politik di dalam negeri, serta memperkuat peran Indonesia di panggung internasional, termasuk menjadi anggota G20.
7. Presiden Joko Widodo (Jokowi) (2014-sekarang)
Jokowi adalah Presiden yang dikenal dengan gaya kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. Mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini membawa semangat baru dalam politik Indonesia.
Wakil Presiden yang mendampinginya Jusuf Kalla (2014-2019) yang kembali menjadi Wakil Presiden. Jusuf Kalla mendukung banyak program pembangunan infrastruktur Jokowi.
Kemudian dilanjutkan Ma'ruf Amin (2019-sekarang) seorang ulama yang menjadi simbol dukungan terhadap Islam moderat di Indonesia.
Di masa kepemimpinannya Jokowi fokus pada pembangunan infrastruktur besar-besaran, seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan.
Jokowi juga memajukan program "Nawacita" yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di pelosok negeri. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia juga memimpin banyak inisiatif global terkait perubahan iklim dan perdamaian dunia.
Jokowi menghadapi tantangan besar termasuk pandemi COVID-19 yang menguji kapasitas pemerintah dalam menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi. Meski demikian, Jokowi tetap berkomitmen pada program-program pembangunan jangka panjang.
Beberapa perubahan yang terjadi di Indonesia di masa kepemimpinannya yaitu:
Pembangunan Infrastruktur Besar-besaran: Jokowi berfokus pada pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, dan pembangkit listrik di seluruh Indonesia, meningkatkan konektivitas dan ekonomi.
Perbaikan Pelayanan Publik: Melalui berbagai program, Jokowi memperkenalkan dan memperbaiki sistem layanan publik seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk memperluas akses pendidikan dan kesehatan.
Reformasi Birokrasi dan Penegakan Hukum: Jokowi melakukan reformasi birokrasi dan menguatkan penegakan hukum, termasuk dalam pemberantasan korupsi. Dia juga menghadapi tantangan besar dengan penanganan pandemi COVID-19.
Demikian daftar urutan presiden dan wakil presiden Indonesia lengkap dengan cerita kepemimpinannya dari awal hingga sekarang. Berkat kepemimpinan tersebut, Indonesia sampai di titik pencapaiannya yang signifikan hingga hari ini.(Winn)
Baca juga: Badan Legislasi DPR RI: Anggota, Tugas, dan Wewenang
