Urutan Sholat Sunnah Malam yang Dianjurkan dan Keutamaannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 9 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Urutan sholat sunnah malam menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Banyak orang yang ingin menjalankan salat sunah malam dengan benar agar mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah.
Memahami urutan salat sunah secara tepat sangat penting agar ibadah yang dilakukan semakin tertib dan khusyuk.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Panduan dan Urutan Sholat Sunnah Malam
Urutan sholat sunnah malam merupakan panduan yang perlu diketahui oleh setiap muslim yang ingin melaksanakan ibadah malam secara sempurna.
Mengutip dari lampung.nu.or.id, salat sunah malam adalah salat yang dilakukan di waktu malam hari, dimulai sejak selesai salat Isya’ hingga sebelum salat Subuh, yang memiliki berbagai macam jenis dan tata cara pelaksanaan.
Berikut adalah urutan sholat sunnah malam yang biasa dilaksanakan secara runtut lengkap dengan bacaan niatnya.
1. Salat Wudu
Salat wudu dikenal juga dengan nama salat syukrul wudu. Ibadah ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur seorang muslim setelah menyempurnakan wudunya.
Salat ini tergolong sunnah muakkad dan dikerjakan dua rakaat. Rasulullah saw sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan salat ini.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa siapa yang berwudu dengan sempurna kemudian mendirikan dua rakaat salat dengan khusyuk, maka seluruh dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Waktu pelaksanaannya bisa langsung setelah selesai berwudu sebelum melakukan salat wajib atau salat sunnah lainnya.
Niat Salat Wudu:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوُضُوءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal uudhu'i rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat salat sunnah wudu dua rakaat karena Allah taala.
2. Salat Tobat
Shalat tobat adalah ibadah sunah yang dikerjakan oleh seorang muslim ketika ia menyadari telah melakukan dosa dan ingin kembali kepada Allah dengan penuh penyesalan.
Salat ini merupakan bentuk permohonan ampun secara langsung kepada Allah SWT, sekaligus menunjukkan keikhlasan hati untuk memperbaiki diri.
Salat tobat sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah melakukan kesalahan, sebelum terlambat. Salat ini dikerjakan dua rakaat dengan niat yang tulus, lalu diikuti dengan memperbanyak istighfar serta memperbaiki amal perbuatan.
Niat Salat Tobat:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Saya niat salat taubat dua rakaat Lillahi taala.
3. Salat Tahajud
Salat tahajud adalah salah satu salat sunah yang sangat dianjurkan karena termasuk ibadah yang dicintai Allah.
Salat ini dikerjakan di malam hari, tepatnya setelah tidur meskipun hanya sebentar. Keutamaannya sangat besar, karena orang yang rutin melakukannya akan mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi Allah.
Salat tahajud menjadi momen terbaik untuk bermunajat, memperbanyak doa, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah. Jumlah rakaatnya minimal dua dan bisa dilakukan hingga delapan atau lebih, sesuai kemampuan.
Niat Salat Tahajud:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tahajjudi rak'ataini lillâhi ta'âlâ
Artinya: Aku menyengaja salat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah semata.
4. Salat Hajat
Salat hajat merupakan bentuk permohonan kepada Allah atas suatu kebutuhan atau keinginan yang ingin segera dikabulkan.
Ketika seorang muslim memiliki suatu hajat penting dalam hidupnya, baik urusan dunia maupun akhirat, dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah ini.
Salat hajat terdiri dari dua rakaat dan dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk salat.
Setelah salat, dianjurkan membaca doa dan menyebutkan hajatnya kepada Allah dengan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu memenuhi segala kebutuhan hamba-Nya.
Niat Salat Hajat:
اُصَليْ سُنةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatal haajati rok'ataini lillaahi ta'aala.
Artinya: Saya salat sunnah hajat dua rakaat karena Allah taala.
5. Salat Witir
Salat witir adalah penutup dari salat malam dan dikerjakan dalam jumlah rakaat ganjil, seperti satu, tiga, atau lima. Ibadah ini termasuk sunah muakkad yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw.
Dalam bulan Ramadan, salat witir biasanya dilakukan setelah tarawih sebagai penyempurna ibadah malam.
Witir berasal dari kata “witr” yang artinya ganjil, dan dalam praktiknya, salat ini menunjukkan keindahan Islam dalam menjaga keseimbangan ibadah dengan penutup yang bermakna.
Niat Salat Witir:
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan minal witri rak'atan lillahi ta'âlâ.
Artinya: Aku niat salat sunnah witir satu rakaat karena Allah taala.
Doa setelah salat malam, terutama setelah salat tahajud, sangat dianjurkan karena pada waktu malam, Allah membuka lebar-lebar pintu rahmat dan ampunan.
Doa ini diajarkan oleh Rasulullah saw dan mencakup pengakuan akan keesaan Allah, pujian kepada-Nya, serta permohonan ampun atas segala dosa, baik yang tampak maupun tersembunyi. Berikut adalah bacaan lengkapnya:
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna.
Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqâ'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ'atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu.
Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a'lantu, wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya:
Ya Allah, Tuhan kami, segala puji hanya milik-Mu. Engkaulah yang menjaga dan mengatur langit, bumi, serta seluruh makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau pemilik dan penguasa langit dan bumi beserta seluruh isinya. Segala puji untuk-Mu, Engkau adalah cahaya langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar.
Segala janji-Mu pasti benar. Pertemuan dengan-Mu adalah kebenaran. Firman-Mu tidak ada keraguan. Surga adalah nyata. Neraka juga benar adanya. Para nabi adalah benar. Nabi Muhammad SAW benar adanya.
Hari Kiamat itu sungguh akan terjadi. Wahai Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, dan hanya pada-Mu aku pasrah.
Kepada-Mu pula aku kembali dan karena-Mu aku berjuang. Hanya Engkaulah tempatku menyerahkan segala keputusan.
Maka ampunilah dosa-dosaku, baik yang telah lalu maupun yang akan datang, dosa yang aku sembunyikan maupun yang aku tampakkan, serta dosa lain yang hanya Engkau yang mengetahuinya. Engkau adalah Yang Awal dan Yang Akhir.
Tidak ada Tuhan selain Engkau. Tak ada kekuatan dan daya kecuali dengan pertolongan dari-Mu.
Keutamaan Salat Sunah Malam
Keutamaan salat sunah malam sangat besar bagi pelaku ibadah yang rutin menjalankannya.
Salat ini termasuk ibadah yang sangat dicintai oleh Allah karena dilakukan dalam waktu yang sunyi, saat mayoritas manusia sedang terlelap dalam tidurnya.
Banyak ayat dalam Al-Qur’an dan hadis yang menekankan betapa istimewanya saat malam bagi seorang hamba. Berikut adalah beberapa keutamannya.
1. Mengangkat Derajat dan Mendapat Tempat Terpuji di Sisi Allah
Salat malam merupakan ibadah istimewa yang langsung disebut dalam Al-Qur’an sebagai sarana untuk mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah Swt.
Dalam QS Al-Isra ayat 79, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk melaksanakan salat tahajud, sebagai ibadah tambahan, dengan janji akan diangkat ke maqam mahmud (tempat yang terpuji).
Ayat ini menunjukkan bahwa siapa pun yang konsisten menegakkan sholat malam akan dimuliakan dan diberi kedudukan tinggi, baik di dunia maupun di akhirat.
Kedudukan ini bukan hanya karena ibadah yang dilakukan saat orang lain terlelap, tetapi karena ikhlas dan kedekatan yang terjalin antara hamba dan Tuhannya dalam keheningan malam.
2. Menjadi Ciri Khas Orang Shalih dan Kekasih Allah
Rasulullah saw bersabda bahwa salat malam adalah kebiasaan para nabi, orang-orang saleh sebelum umat ini, dan mereka yang ingin lebih dekat kepada Allah.
"Hendaklah kalian salat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian..." (HR. Tirmidzi)
Salat malam membentuk karakter taqwa, membiasakan hati untuk selalu terjaga dari kelalaian, dan menghidupkan ruh keimanan.
Mereka yang terbiasa bangun di malam hari untuk sholat menunjukkan kecintaan yang tinggi pada Allah, karena meninggalkan tidur yang nyaman demi berdiri di hadapan-Nya.
3. Pintu Penghapus Dosa dan Penolak Keburukan
Salat sunnah malam memiliki keistimewaan sebagai penghapus dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar (dengan disertai taubat).
Rasulullah menegaskan bahwa qiyamul lail bisa menghapus kesalahan dan menjauhkan pelakunya dari perbuatan maksiat.
Dengan keikhlasan dan kerendahan hati di sepertiga malam terakhir, seorang hamba bisa mendapatkan ampunan dari Allah atas dosa-dosanya yang lalu, sebagaimana disebut dalam hadits:
“Salat malam itu penghapus dosa, penolak penyakit, dan pencegah dari perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)
4. Waktu Terbaik untuk Berdoa dan Memohon Ampunan
Waktu sepertiga malam terakhir adalah saat paling mustajab untuk berdoa. Dalam hadis shahih disebutkan bahwa Allah turun ke langit dunia dan menyeru hamba-Nya:
“Adakah hamba-Ku yang berdoa, maka akan Aku kabulkan? Adakah yang meminta ampunan, maka akan Aku ampuni?” (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa di waktu ini lebih mudah dikabulkan karena tidak ada perantara, suasana lebih khusyuk, dan hati lebih tenang. Maka, siapa yang punya hajat, ingin istighfar, atau mengharap petunjuk dari Allah, inilah waktunya.
5. Menentramkan Hati dan Meningkatkan Keimanan
Salat malam memberikan ketenangan batin yang tidak bisa digantikan oleh aktivitas lain. Di saat dunia sunyi, hanya suara lirih doa dan bacaan Al-Qur’an yang keluar dari lisan seorang hamba yang ingin dekat dengan Tuhannya.
Ibadah ini memperkuat iman karena dilakukan secara sadar, bukan karena kewajiban seperti salat lima waktu, tetapi karena kerinduan untuk menghadap Sang Pencipta.
Keistiqamahan dalam qiyamul lail akan membuat hati lebih kuat dalam menghadapi ujian kehidupan.
6. Menjadi Bekal untuk Hari Kiamat
Salat sunnah malam juga menjadi salah satu amal yang paling berat timbangan pahalanya di akhirat. Rasulullah dan para sahabat sangat menjaga ibadah ini, karena yakin akan besarnya balasan yang Allah sediakan.
Salat malam menjadi salah satu pembeda antara orang yang beriman secara mendalam dengan yang hanya menjalankan syariat secara lahiriah.
Mereka yang menjaga ibadah ini akan mendapatkan cahaya di hari kiamat dan diselamatkan dari gelapnya alam kubur.
Memahami urutan sholat sunnah malam sangat penting bagi para pelaku ibadah agar dapat melaksanakan salat malam dengan baik dan mendapatkan keutamaannya. (Khoirul)
Baca Juga: Bacaan Sholat Lengkap dan Artinya sebagai Panduan untuk Umat Islam
