Usaha Apakah yang Dapat Dilakukan untuk Mengurangi dan Menghindari Erosi?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Usaha apakah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan menghindari terjadinya erosi? Temukan jawaban dari pertanyaan tersebut dalam pembahasan mengenai jenis usaha untuk menghindari erosi di bawah ini.
Erosi adalah sebuah fenomena alam yang mana terjadinya pengikisan tanah secara berangsur-angsur. Erosi memberikan dampak tertentu bagi kehidupan manusia.
Salah satu dampak dari erosi adalah penurunan produktivitas tanah. Untuk itu, manusia perlu melakukan upaya untuk mengurangi atau menghindari erosi.
Usaha untuk Mengurangi Erosi Tanah
Dikutip dari buku Geografi Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 yang ditulis oleh Drs. Kustopo, M.Pd, erosi tanah adalah proses penghancuran tanah (detached) dan kemudian tanah tersebut dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, angin, gletser atau gravitasi.
Erosi dapat merusak kelestarian tanah. Untuk itu, manusia perlu melakukan segala upaya untuk mengurangi erosi tanah. Salah satunya dengan melakukan pengawetan.
Cara pengawetan tanah biasanya dilakukan dengan tujuan sebagai berikut, yakni:
Melindungi tanah agar tidak terkena curahan air hujan secara langsung.
Menaikkan kapasitas dari infiltasi tanah.
Meminimalisir aliran air di permukaan tanah.
Meningkatkan stabilitas agregat tanah.
Macam-Macam Pengawetan Tanah
Untuk mengawetkan tanah, ada tiga jenis pengawetan untuk mengurangi erosi. Tiga jenis tersebut adalah metode vegetatif, mekanik dan metode kimia.
1. Metode Vegetatif
Metode vegetatif adalah metode pengawetan tanah dengan cara vegertasi atau menanam tanaman pada tanah yang akan dilestarikan. Metode vegetatif dapat dilakukan dengan cara berikut:
Penanaman lahan hijau adalah metode menanam pada lahan yang ingin dilestarikan
Reboisasi adalah metode penanaman kembali pohon-pohon di hutan gundul
Penanaman secara kontur (contour strip cropping) ialah metode yang menanam sesuai dengan garis kontur.
Penanaman tumbuhan penutup tanah (buffering) ialah metode menutupi lahan dengan menanam tumbuhan keras, seperti jati.
Penanaman tanaman secara berbaris (strip cropping) adalah metode penanaman berbagai jenis tanaman secara berbaris atau larikan.
Pergiliran tanaman (croprotation) adalah metode menanam secara bergilir atau berganti-gantian.
2. Metode Mekanik
Metode mekanik adalah metode pengawetan tanah menggunakan teknik-teknik pengolahan tanah tertentu dengan tujuan untuk memperlambat aliran air pada permukaan tanah. Berikut beberapa metode pengawetan mekanik:
Contour Village atau pengolahan tanah yang disejajarkan menyesuaikan garis kontur untuk memperlambat aliran air dan memperbesar resapan.
Pembuatan tanggul yang sejajar dengan kontur untuk menampung air agar memperbesar resapan air.
Terasering adalah metode pembuatan teras-teras (tangga-tangga) pada lahan miring dengan lereng yang panjang untuk mengurangi erosi tanah.
Pembuatan saluran air atau drainase agar dapat memotong lereng menjadi lereng pendek sehingga aliran air dapat merambat hingga ke sungai.
3. Metode Kimiawi
Metode kimiawi adalah metode pengawetan tanah menggunakan sejumlah bahan-bahan kimia. Metode ini bertujuan untuk untuk memperbaiki struktur tanah.
Bahan kimia yang umumnya digunakan dalam mengawetkan tanah adalah Bitumen dan Krilium. Bahan ini kemudian dicampurkan dengan air lalu disemprotkan ke tanah.
(SAI)
