Konten dari Pengguna

UT Sering Disebut sebagai Apa? Cari Tahu di Sini

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi UT sering disebut sebagai apa. Foto: Unsplash.com/fran innocenti
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi UT sering disebut sebagai apa. Foto: Unsplash.com/fran innocenti

UT merupakan perguruan tinggi yang selalu mengedepankan inovasi di bidang pendidikan jarak jauh agar selalu seusai dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. Berdasarkan kenyataan ini UT sering disebut sebagai apa?

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan sebutan yang menggambarkan karakter Universitas Terbuka dalam mengembangkan sistem pendidikan jarak jauh berbasis teknologi.

Istilah tersebut menunjukkan posisi UT dalam menghadirkan model pembelajaran yang fleksibel dan menyesuaikan perkembangan teknologi digital.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan akademik, pembelajaran, serta akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di berbagai wilayah.

UT Sering Disebut sebagai Apa Sebagai Perguruan Tinggi?

Ilustrasi UT sering disebut sebagai apa. Foto: Unsplash.com/Headway

UT merupakan perguruan tinggi yang selalu mengedepankan inovasi di bidang pendidikan jarak jauh agar selalu seusai dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. Berdasarkan kenyataan ini UT sering disebut sebagai Cyber University atau universitas siber.

Dikutip dari ut.ac.id, istilah Cyber University merujuk pada konsep perguruan tinggi yang memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan.

Konsep tersebut tidak sekadar berkaitan dengan perkuliahan melalui internet, tetapi juga mencakup sistem pembelajaran, layanan akademik, pengelolaan data, komunikasi antara dosen dan mahasiswa, serta pengembangan berbagai layanan berbasis teknologi.

Universitas Terbuka memiliki karakter yang sesuai dengan konsep tersebut karena telah menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sejak 1984.

Perjalanan tersebut membuat UT memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan mekanisme pendidikan yang tidak bergantung pada pertemuan tatap muka secara konvensional.

Perkembangan teknologi kemudian dimanfaatkan untuk memperluas bentuk pembelajaran jarak jauh yang disediakan.

Pengembangan pembelajaran digital UT juga berlangsung secara bertahap. Program fully online pada jenjang pascasarjana telah diselenggarakan sejak 2013, sedangkan program fully online untuk jenjang sarjana mulai diterapkan pada 2016.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan teknologi ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan sistem pendidikan, bukan hanya sebagai pelengkap kegiatan perkuliahan.

Konsep Cyber University juga berkaitan dengan karakter pendidikan yang bersifat networked, digital, dan virtual. Ketiga karakter tersebut memungkinkan penyelenggaraan pendidikan berlangsung melalui jaringan yang menghubungkan berbagai unsur akademik.

Materi pembelajaran, tutorial, komunikasi akademik, ujian, registrasi, hingga layanan bantuan belajar dapat dikembangkan dengan dukungan teknologi.

Pengembangan tersebut telah masuk dalam arah strategis UT. Dalam Rencana Strategis Bisnis UT 2016–2020, salah satu sasaran pada 2020 adalah menjadikan UT sebagai frontiers of education innovation.

Sasaran tersebut diarahkan pada pengembangan riset dan inovasi dalam berbagai modus pembelajaran berbasis teknologi serta penyebaran hasil inovasi pendidikan.

Posisi sebagai Cyber University juga berkaitan dengan fungsi UT dalam membantu pengembangan pendidikan berbasis teknologi di lingkungan perguruan tinggi.

UT mendapat penugasan untuk memperkuat jaringan layanan yang dapat membantu instansi dan institusi lain dalam menyelenggarakan program pendidikan berbasis teknologi informasi.

Langkah tersebut berkaitan dengan upaya memperluas akses pendidikan tinggi untuk program degree maupun non-degree.

Kemampuan UT dalam mengelola pembelajaran digital didukung oleh sistem dan platform pembelajaran yang terintegrasi. Sistem tersebut memungkinkan komunikasi akademik berlangsung secara synchronous maupun asynchronous.

Pembelajaran synchronous dapat berlangsung secara langsung dan real time, sedangkan pembelajaran asynchronous memungkinkan interaksi melalui aktivitas yang tidak harus berlangsung pada waktu yang sama.

Pengembangan teknologi juga tidak menghilangkan aspek mutu pendidikan. UT tetap menjalankan sistem penjaminan mutu melalui berbagai mekanisme internal dan eksternal.

Sistem tersebut mencakup pengelolaan pembelajaran, pengembangan mata kuliah, sumber belajar, layanan mahasiswa, asesmen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama.

Pada 2024, UT memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan peringkat A melalui Keputusan BAN-PT Nomor 1282/SK/BAN-PT/Ak/PT/VII/2024 yang ditetapkan pada 2 Juli 2024.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan jarak jauh tetap dapat berjalan dengan standar mutu yang terukur meskipun menggunakan sistem pembelajaran berbasis teknologi.

Arah pengembangan UT kemudian dituangkan dalam tahapan strategis 2021–2035. Tahap pertama pada 2021–2025 diarahkan menuju integrasi jejaring Cyber University, tahap kedua pada 2026–2030 menuju ekosistem pendidikan digital, sedangkan tahap ketiga pada 2031–2035 diarahkan menuju ekosistem digital yang tangguh.

Dengan demikian, sebutan Cyber University untuk UT berkaitan erat dengan karakter penyelenggaraan pendidikan yang memadukan sistem PJJ, teknologi digital, jaringan layanan, dan inovasi pembelajaran.

Konsep tersebut sekaligus mencerminkan perjalanan UT dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang dapat menjangkau mahasiswa tanpa terikat pada batas ruang dan waktu.

Kini, UT sering disebut sebagai apa akhirnya dapat diketahui melalui karakter penyelenggaraan pendidikan yang mengandalkan teknologi digital dan sistem pembelajaran jarak jauh. (Khoirul)

Baca Juga: Kantor Regional UT Tersebar di Seluruh Indonesia Berjumlah Berapa? Cek di Sini