Konten dari Pengguna

Wawasan Nusantara: Pengertian, Tujuan, hingga Implementasinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi wawasan Nusantara. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wawasan Nusantara. Foto: Pixabay

Daftar isi

Wawasan Nusantara adalah cara pandang terhadap bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan dengan mengutamakan kepentingan nasional dibandingkan kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan tertentu.

Wawasan Nusantara tak hanya sebatas pemahaman geografis Indonesia, tetapi juga mencakup aspek budaya, sosial, ekonomi, dan politik. Dengan adanya wawasan Nusantara, dapat memperkuat identitas nasional.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang wawasan Nusantara, jadi simaklah penjelasan lengkapnya di bawah!

Pengertian Wawasan Nusantara

Ilustrasi wawasan Nusantara. Foto: Unsplash/Vignesh Jayaprakash

Secara etimologi, wawasan Nusantara terdiri dari dua kata, yakni wawasan yang berarti pandangan atau tinjauan dan Nusantara yang merupakan sebutan untuk seluruh wilayah Kepulauan Indonesia.

Sementara, secara harfiah, wawasan Nusantara artinya konsep kepulauan. Sedangkan, secara kontekstual, wawasan Nusantara adalah visi nusantara Indonesia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wawasan Nusantara adalah pandangan atau anggapan bahwa Nusantara merupakan kepulauan yang merupakan sebuah kesatuan, termasuk semua laut dan selatnya.

Lalu, berdasarkan Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1998 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara, wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Mengutip buku Wawasan Nusantara oleh Drs. Syamsu Ridhuan, M.Pd, Universitas Esa Unggul, wawasan Nusantara diartikan sebagai cara pandang yang mengakui eksistensi dan legitimasi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara utuh dan menyeluruh.

Hal tersebut berarti bahwa keberadaan bangsa dan NKRI adalah hasil perjuangan bangsa, bukan hadiah dari penjajah. Seperti diketahui, kemerdekaan Indonesia diproklamirkan oleh bangsa Indonesia atas nama Soekarno-Hatta.

Lebih lanjut, lembaga Ketahanan Nasional pada 1999 mendefinisikan wawasan Nusantara sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang beragam dan strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Baca Juga: 8 Tradisi Islam di Nusantara yang Beragam dan Harus Dilestarikan

Tujuan Wawasan Nusantara

Ilustrasi wawasan Nusantara. Foto: Pixabay

Tujuan dari wawasan Nusantara, yakni untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa yang beragam, menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan negara, serta membuat bangsa untuk lebih maju di bidang sosial, ekonomi, dan politik. Jadi, tujuan wawasan Nusantara adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme pada masyarakat Indonesia.

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang keberadaan Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam agama, suku, dan budaya.

  • Memperkuat posisi Indonesia dalam kancah Internasional, terutama dalam kawasan Asia Tenggara.

  • Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

  • Menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan Indonesia dari berbagai ancaman, baik ancaman dari luar ataupun dalam.

  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pembangunan ekonomi, politik, dan sosial yang berkelanjutan.

Landasan Wawasan Nusantara

Ilustrasi wawasan Nusantara. Foto: Pexels/Dio Hasbi Saniskoro

Wawasan Nusantara hadir untuk untuk membangun kesadaran nasional yang kuat dan rasa persatuan tinggi antar semua warga negara. Disadur dari situs umsu.ac.id, berikut beberapa landasan wawasan Nusantara:

1. Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dapat menyatukan semua elemen bangsa, menjadi landasan moral, dan membentuk kesadaran setiap warga negara.

Setiap sila pada Pancasila mengandung nilai-nilai yang mencerminkan semangat kebersamaan, toleransi, dan persatuan. Hal tersebut yang membuat Pancasila dianggap sebagai fondasi bangsa.

2. UUD 1945

Aspek konstitusional wawasan Nusantara ditopang Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945). Konstitusi tersebut adalah panduan dalam membentuk pemerintahan yang adil dan berdaulat untuk seluruh rakyat Indonesia.

Isi UUD 1945 memuat pentingnya memelihara persatuan, kesatuan, dan menjaga wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan.

Aspek-Aspek Penting Wawasan Nusantara

Ilustrasi wawasan Nusantara. Foto: Irgi Nur Fadil/Pexels.com

Menyadur buku Explore Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan oleh Drs. Tijan, M.Si, berikut ini beberapa aspek penting dalam wawasan Nusantara:

1. Aspek Politik

Wawasan Nusantara dalam aspek politik mengacu pada pemahaman bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat, merdeka, dan bebas. Artinya, negara Indonesia tak terpengaruh dari hal-hal yang merugikan dari luar.

2. Aspek Ekonomi

Wawasan Nusantara dalam aspek ekonomi mengacu pada pentingnya perkembangan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan adil untuk semua rakyat Indonesia.

3. Aspek Sosial

Wawasan Nusantara dalam aspek sosial mengacu pada pentingnya memperkuat hubungan antar agama, suku, dan budaya untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Aspek Budaya

Wawasan Nusantara dalam aspek budaya mengacu pada pentingnya memperkuat identitas budaya Indonesia yang sangat banyak dan beragam.

5. Aspek Pertahanan dan Keamanan

Wawasan Nusantara dalam aspek pertahanan dan keamanan mengacu pada rasa cinta tanah air dan sadar untuk menjaga ketahanan dan keamanan bangsa.

Implementasi Wawasan Nusantara

Ilustrasi wawasan Nusantara. Foto: unsplash

Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, kebiasaan, budaya, dan agama. Dengan adanya wawasan Nusantara, keragaman tersebut menjadi sebuah kekayaan dalam satu kesatuan yang utuh.

Jadi, implementasinya untuk segala aspek kehidupan, wawasan Nusantara harus menjadi pemersatu atau pengintegrasi, bukan justru memecah belah bangsa dan Negara Kesatuan Indonesia. Hal tersebut diwujudkan dengan wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

Berdasarkan buku Wawasan Nusantara oleh Drs. Syamsu Ridhuan, M.Pd, Universitas Esa Unggul, berikut implementasi wawasan Nusantara tersebut:

1. Wawasan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik

Implementasi ini dapat menciptakan negara yang dinamis dan sehat. Hal tersebut terlihat apabila pemerintahan Indonesia kuat, bersih, aspiratif, dan tepercaya yang dibangun dari kedaulatan rakyat. Wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan politik mengandung makna:

  • Kedaulatan wilayah Indonesia dengan segala kekayaannya adalah satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup seluruh bangsa, dan menjadi modal serta milik bersama.

  • Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa serta meyakini berbagai agama harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat.

  • Secara psikologi, Indonesia harus merasa satu, senasib, sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air, serta memiliki tekad untuk mencapai cita-cita bangsa.

  • Pancasila adalah satu-satunya ideologi dan falsafah bangsa dan negara.

  • Kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara adalah satu kesatuan politik yang diselenggarakan sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

  • Seluruh kepulauan di Indonesia adalah satu kesatuan sistem hukum, artinya hanya ada satu sistem hukum nasional yang bertujuan untuk kepentingan nasional.

  • Indonesia hidup berdampingan dengan negara lain, sehingga harus ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negeri yang bebas aktif.

2. Wawasan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Ekonomi

Implementasi wawasan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi dapat menciptakan tatanan ekonomi suatu bangsa yang menjamin kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dengan adil dan merata.

Selain itu, wawasan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi mencerminkan tanggung jawab untuk mengelola sumber daya alam dan melestarikannya.

Dalam hal tersebut mengandung makna sebagai berikut:

  • Wilayah Nusantara adalah modal dan milik bersama untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari dan harus tersedia di seluruh wilayah tanah air.

  • Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di semua wilayah Indonesia, tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki daerah tersebut.

  • Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara adalah satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan untuk usaha bersama atas asas kekeluargaan demi kemakmuran rakyat.

3. Wawasan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya

Implementasi wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya dapat menciptakan sikap yang menghargai perbedaan di Indonesia. Jadi, wawasan Nusantara diharapkan dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan bersatu.

Wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya dapat dimaknai sebagai berikut:

  • Masyarakat Indonesia adalah satu, dengan tingkat kemajuan yang sama, merata, dan seimbang.

  • Budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu, corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa, serta tak menolak budaya lain yang tak bertentangan dengan nilai budaya bangsa.

4. Wawasan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan Keamanan

Implementasi wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan dan keamanan dapat menumbuhkan kesadaran cinta tanah air. Selain itu, membentuk sikap bela negara bagi setiap warga negara Indonesia. Hal tersebut dapat dimaknai sebagai berikut:

  • Ancaman yang datang pada satu pulau atau daerah adalah ancaman untuk semua bangsa dan negara.

  • Tiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk membela negara dan bangsa.

(NSF)