Pencarian populer
PUBLISHER STORY
3 Maret 2019 10:57 WIB
0
0

Baru dibuka, Java Jazz langsung ngegas!

JAKARTA – Event musik internasional, Java Jazz 2019 telah resmi dimulai, Jumat (1/3) sore. Lokasinya ada di JIEXpo Kemayoran, Jakarta. Tensi acara langsung digeber tinggi. Musisi-musisi top langsung menyapa sejak awal.

Sejak sore, Rizky Febian sudah ditampilkan. Anak kandung komedian Sule itu membius penonton dari Java Jazz Stage-Outdoor Stage. Ada juga penyanyi Kunto Aji yang tampil di Hall D1. Yang tidak kalah heboh adalah aksi DIAA di Gazebo Stage Kementerian Pariwisata.

Band ini beranggotakan pasangan suami istri Audrey dan Aqi. Sekadar mengingatkan, Aqi adalah mantan vokalis Alexa dan pernah juga membentuk band bernama Tiket. Dalam penampilannya, DIAA membawa lagu-lagu yang sudah hits. Seperti Somebody to Love milik Queen, Can’t Help Falling in Love milik Julio Iglesias yang bawa dengan alunan reggae, Cintakan Membawamu Kembali ounya Dewa 19 dan masih banyak lagi.

Namun, salah satu aksi yang paling ditunggu adalah penampilan musisi legendaris Addie MS dan Twilite Orchestra featuring Lea Simanjuntak. Dalam penampilannya, Addie MS memuji Peter F Gontha yang menjadi inisiator Java Jazz.

“Saya kenal Pak Peter Gontha. Sewaktu beliau menjadi Dubes di Polandia, Pak Peter Gontha mengajak saya tampil di sana. Dedikasi Pak Peter Gontha luar biasa. Dia bukan hanya menyajikan musik berkualitas ke Indonesia. Tetapi juga membawa musisi Indonesia perform di luar negeri,” paparnya.

Event Java Jazz memang luar biasa menjadi daya tarik buat wisatawan dan musisi mancanegara. Bukti, di hari pertama para wisatawan maacanegara rela mengantre di tiket box. Begitu juga dengan para musisi mancanegara. Mereka sudah tampil sejak hari pertama.

Salah satu musisi mancanegara yang baru pertama kali tampil di Java Jazz adalah Jeff Bernat. Musisi asal Los Angeles, Amerika Serikat, mengaku senang bisa tampil di Java Jazz.

“Hai Indonesia, senang bisa tampil di sini. Ini adalah penampikan pertama saya di Indonesia. Dan saya tahu Java Jazz adalah event besar. Jadi, saya harap kalian menikmati penampilan saya,” tutur Jeff Bernat yang menyapa dengan bahasa Inggris.

Buat Ketua Tim Calendar of Event 2019 Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty, Java Jazz adalah sebuah daya tarik.

“Gaung Java Jazz sudah bukan nasional. Tetapi internasional. Banyak musisi mancanegaranyang terlibat. Imbasnya sangat positif. Karena banyak wisatawan mancanegara yang datang ke venue untuk menyaksikan musisi idolanya,” papar Esthy.

Sementara bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, Java Jazz adalah event yang millennial friendly.

“Mengapa kita memberikan dukungan kepada Java Jazz? Karena ini adalah eventnya anak-anak milenial. Bisa kita lihat dari bagaimana mereka menata lokasi acara. Sangat kekinian. Banyak spot keren. Dan daya tariknya sangat luar biasa,” paparnya.

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60