Konten Media Partner

BNI luncurkan aplikasi pembayaran non-tunai kekinian

26 Februari 2018 13:26 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:11 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Kantor Wilayah Surabaya mengenalkan aplikasi smartphone sebagai alat pembayaran untuk transaksi non-tunai, YAP!, di Surabaya. Aplikasi smartphone yang bisa bekerja pada sistem operasi Android dan iOS ini bisa menjadi alat pembayaran untuk transaksi non-tunai (cashless) dan tanpa menunjukkan kartu debit/kredit nya (cardless).
ADVERTISEMENT
CEO BNI Wilayah Surabaya, Muhammad Jufri mengatakan, YAP! tidak seperti aplikasi pembayaran dengan smartphone lainnya, yang hanya mengandalkan uang elektronik sebagai sumber dananya. Transaksi melalui YAP! Bisa menggunakan 3 sumber dana, yaitu Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik BNI UnikQu.
"Peluncuran aplikasi YAP! Ini merupakan langkah BNI untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup anak muda yang saat ini tidak bisa lepas dari teknologi digital khususnya smartphone. Melalui aplikasi YAP! ini kami ingin terus mendorong nasabah khususnya anak muda untuk bisa melakukan transasksi secara non tunai," kata Muhammad Jufri di sela YAP! Fest Surabaya di Parkir Timur Plaza Surabaya, Sabtu (24/2/2018).
Ia menambahkan, keunggulan YAP! lainnya adalah kenyamanan penggunaan aplikasi dengan sistem keamanan yang handal, dengan dua tingkat keamanan pada saat login aplikasi menggunakan password dan bertransaksi menggunakan Personal Identification Number (PIN) sesuai sumber dana yang digunakan (Kartu Kredit BNI, Kartu Debit BNI, atau UnikQu).
ADVERTISEMENT
Selain memudahkan bagi nasabah, YAP! juga menguntungkan bagi merchant yang menjadi mitra BNI. YAP! bisa menjadi pengganti peran mesin Electronic Data Capture (EDC) yang dapat memenuhi kebutuhan pedagang dari berbagai macam segmen, mulai dari pedagang kecil, UMKM, retail, toko jaringan (chain store), toko modern (premium), dan toko online (e-commerce).
"Kedepan kami akan terus meningkatkan jumlah merchant yang menjadi mitra kami. Kami menargetkan di tahap awal ini bisa bekerjasama dengan sedikitnya 8.000-10.000 merchant yang bisa melayani transaksi dengan YAP! Sementara pengguna YAP! sendiri ditargetkan mencapai 5 juta nasabah untuk wilayah BNI Kanwil Surabaya," imbuh Muhammad Jufri.
Untuk mencapai target jumlah pengguna YAP! tersebut, BNI akan gencar melakukan sosialisasi khususnya dengan menyasar pasar anak muda, salah satunya melalui YAP! Fest yang digelar di beberapa kota, termasuk Surabaya. Pada YAP! Fest Surabaya yang digelar 24 sampai 25 Februari 2018, BNI menghadirkan berbagai kegiatan untuk anak muda.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bidang Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Yudi Harymukti, menyambut baik peluncuran aplikasi YAP! ini. "Kami mendukung penuh upaya BNI untuk mewujudkan less cash society melalui peluncuran aplikasi pembayaran non tunai YAP! ini. Penggunaan aplikasi untuk pembayaran non-tunai ini akan lebih efisien dan terkontrol bagi bank," kata Yudi.
Inisiatif seperti yang dilakukan BNI melalui YAP! ini dirasa juga akan memberi dorongan untuk meningkatkan jumlah penggunaan pembayaran non-tunai pada transaksi ritel. Saat ini Indonesia masih berada dalam urutan terbawah di wilayah kawasan ASEAN untuk penggunaan pembayaran non-tunai pada transaksi ritel. Menurut data BI, lebih dari 99,4% pembayaran transaksi ritel di Indonesia masih menggunakan uang tunai. Sementara di negara tetangga seperti Singapura, nilainya jauh lebh kecil, sekitar 65,5%, sedangkan di Malaysia 92,5% dan Thailand 97%.
ADVERTISEMENT