Konten Media Partner

Patut dicontoh! Anak muda kreatif ini raup ratusan juta rupiah dari bisnis pangkas rambut

Kabarbisnis.com

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Patut dicontoh! Anak muda kreatif ini raup ratusan juta rupiah dari bisnis pangkas rambut
zoom-in-whitePerbesar

SURABAYA, kabarbisnis.com: Makin berkembangnya gaya hidup masyarakat khususnya di perkotaan memunculkan peluang-peluang bisnis baru. Salah satu yang kini sedang bersinar adalah bisnis jasa potong rambut khusus pria atau barbershop.

Dengan mengusung tempat yang nyaman, bersih dan berkelas, menjadikan barbershop ngetrend di kalangan anak muda perkotaan untuk urusan pangkas rambut. Peluang ini ditangkap M Agung Rizky yang berhasil emngembangkan bisnis barbershop ternama di Surabaya.

Mengusung nama Cutbox, pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim itu membidik kalangan pelajar hingga mahasiswa untuk menjadi pelanggannya.

"Berawal dari ajakan teman, mengingat peluang bisnis potong rambut modern pada saat itu masih sedikit dan kebutuhan akan jasa pelayanan potong rambut dengan tempat yang nyaman dan berkualitas semakin berkembang, maka saya memutuskan membuka bisnis ini pada 2011 lalu," katanya kepada kabarbisnis.com, Selasa (3/3/2015).

Berbekal modal awal sekitar Rp 50 juta, Agung memantapkan hati membuka gerai Cutbox pertama dan satu-satunya di pusat kota Surabaya. Pemilihan lokasi pun dilakukannya secara cermat dengan mendekati tempat berkumpulnya anak muda, yaitu tak jauh dari kompleks SMA 1, 2, 5, dan 9 di Jantung kota Surabaya.

Berjalan 4 tahun, Agung mengatakan, bisnisnya ini berjalan dengan penuh tantangan. Di awal memulai bisnis ini belum banyak yang tertarik dengan konsep potong rambut modern ala Cutbox. Memangkas rambut di barbershop dianggap mahal dibandingkan di tempat potong rambut tradisional.

Awalnya, Agung mematok biaya pelayanan pangkas rambut sebesar Rp 13 ribu untuk pelajar dan Rp 15 ribu untuk umum. Biaya tersebut termasuk jasa cuci dan potong rambut. Kini, harganya sudah disesuaikan menjadi Rp 22 ribu untuk pelajar dan Rp 25 ribu untuk umum.

Ia berkisah, di awal pembukaan gerainya hanya melayani tak lebih dari 5 pelanggan per hari. Kini, setelah 4 tahun berdiri, pelanggan yang datang berkisar 50-70 orang tiap harinya. Dalam sebulan, ia meraup duit Rp 33-45 juta. Dalam setahun dia bisa memperoleh pendapatan dari jasa potong rambut ini hingga kisaran Rp400-500 juta.

Marjin laba bisnis ini pun cukup lebat. Agung menyebut angka 40-50% dari pendapatan.

Dulu bisnis ini relatif minim saingan. Kini, banyak orang ikut membuka bisnis barbershop. Bermunculannnya bisnis sejenis membuat Agung harus terus berinovasi untuk bisa bertahan di bisnis ini. Tren potongan rambut terkini menjadi patokan untuk mempertahankan pelanggan.

"Sekarang sudah banyak pesaingnya. Kami juga harus sadar akan pembaruan dan selalu berusaha untuk bisa konsisten terhadap kualitas pelayanan," papar Agung yang kini sudah mempekerjaan tiga orang pemangkas rambut.

Untuk mempertahankan pelanggan loyal dan memperluas pasar, strategi promosi kreatif juga menjadi perhatian Agung. Ia memberikan program promosi dengan menggratiskan 1 kali biaya potong jika pelanggan telah 10 kali potong rambut di Cutbox. Selain itu, 3 bulan sekali Cutbox melakukan program undian dengan hadiah 2 unit ponsel.

"Alhamdulillah dengan semua pelayanan ini kami masih diberi kepercayaan oleh para konsumen loyal. Bahkan ada pelanggan yang rela jauh-jauh datang dari luar kota untuk potong rambut di Cutbox," ujarnya bangga.

Kini, Agung sudah heran ancang-ancang membuka cabang Cutbox di tempat lain. Wilayah luar kota menjadi sasarannya. Beberapa kota sudah dibidik, namun Agung masih merahasiakan rencana ekspansinya. "Yang jelas bisnis harus terus berkembang. Insya Allah semoga cepat terwujud rencana buka cabang di luar Srabaya," pungkasnya.