Konten Media Partner

Revolusi Industri 4.0 hadirkan 3,7 juta peluang pekerjaan baru

14 Desember 2018 14:42 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:04 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri mengatakan, dengan adanya industri 4.0, maka akan ada pekerjaan baru yang muncul dan akan ada beberapa pekerjaan lama yang menghilang.
ADVERTISEMENT
Dunia industri akan mengalami disrupsi dan mengalami kolaborasi beberapa jenis platform baru sehingga menghasilkan jenis industri baru, hal ini berdampak pada jenis pekerjaan dalam industri tersebut.
“Saat ini kita telah memasuki era revolusi industri 4.0, dalam era ini 3,7 juta pekerjaan baru akan muncul sebagai dampak ekonomi digital dan 52,6 juta pekerjaan berpotensi akan hilang,” kata Hanif dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh The Habibie Center bersama Hanns Seidel Foundation, Jakarta, Kamis, (13/12).
Masa depan pekerjaan dalam era industri 4.0 akan banyak dipengaruhi oleh kehadiran big data. Keberadaan big data memiliki peluang menjanjikan untuk merevolusi dunia industri secara global.
“Dibandingakan dengan era revolusi industri sebelumnya, generasi ke-4.0 lebih sulit untuk diprediksi arah perubahannya. Kehadiran big data menjadi faktor penting yang melandasi perubahan tersebut,” terang Hanif.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, jelas Hanif, kuncinya ada pada penciptaan tenaga kerja kompeten secara kualitas, kuantitas, dan persebaran. Dimana kualitas harus sesuai kebutuhan pasar kerja. Kuantitas atau jumlah tenaga kerja harus banyak (memadai). Persebaran, tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Saat ini, terjadi perubahaan paradigma tehadap pekerjaan. Salah satu pola yang terbentuk adalah manusia tidak lagi mengejar status pekerjaan tetap, tetapi memilih untuk tetap bekerja. Kita tidak bahagia dengan keadaan ini, tetapi beginilah dunia sekarang ini, kita harus siap menghadapinya,” jelas Hanif.
Hanif kemudian memaparkan tiga kelemahan pekerja Indonesia, yang pertama adalah mengenai karakter dan etos kerja. Di dunia kerja karakter itu menjadi modal utama agar pekerja kita siap bersaing di pasar kerja global.
ADVERTISEMENT