Konten Media Partner

Terus berkreasi, kunci sukses pebisnis cantik Sally Giovanny

Kabarbisnis.com

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terus berkreasi, kunci sukses pebisnis cantik Sally Giovanny
zoom-in-whitePerbesar

DALAM beberapa tahun terakhir, kian banyak saja pebisnis muda yang berhasil membangun sebuah bisnis, mulai dari skala rumahan, stan di pusat belanja, penjualan online, hingga mengelola perusahaan besar.

Tekun, kerja keras, serta terus berkreasi dan berinovasi sepertinya menjadi kunci kesuksesan mereka. Bukan hanya kaum muda laki-laki, namun tidak sedikit para wanita muda yang sukses membangun bisnis.

Salah satu perempuan muda yang terus berjibaku mewujudkan mimpi itu adalah Sally Giovanny. Dia adalah perempuan muda berusia 26 tahun, yang besar dan tinggal di Cirebon. Ia lahir dari keluarga yang tidak begitu mapan ekonominya. Itulah kenapa sejak amat muda, tepatnya selepas lulus SMA dan baru berusia 17 tahun, ia telah memutuskan untuk mencari nafkah sendiri, demi meringankan beban orang tua.

Selain berbisnis, Sally juga memutuskan untuk menikah di usia yang cukup muda, ia menikah dengan sang suami Ibnu Riyanto saat keduanya masih berusia 17 tahun.

Sally membangun bisnis Butik Trusmi bersama sang suami dengan modal uang amplop dari para tamu saat pernikahan mereka. ”Uang yang terkumpul sekitar Rp17 juta, itulah modal awal saya,” ujarnya.

Mereka menyulap rumah di Jl. Trusmi Kulon, tempat mereka tinggal menjadi ruang pamer batik dengan nama batik IBR. Dengan dua karyawan, Sally dan Ibnu memulai usaha batik mereka. Pada saat itu batik memang belum se-booming sekarang sehingga bisnis yang mereka jalani belum seramai sekarang.

Baru dua tahun setelah bisnisnya berjalan, setelah batik asal Indonesia ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia, permintaan batik semakin meninggi dan bisnis Sally dan Ibnu pun semakin maju. Bahkan, Pusat Grosir Batik Trusmi milik Sally dan Ibnu telah meraih rekor MURI sebagai ruang pamer terbesar di tanah air pada tahun 2013 lalu.

Menariknya, dia tidak menggunakan keuntungan bisnisnya untuk segera membeli barang-barang konsumtif. Ia simpan dan kumpulkan untuk modal pengembangan bisnisnya.

Dari uang keuntungan jualan batik itulah, ia pelan-pelan membangun toko permanen di daerah Trusmi, Cirebon kelahirannya. Sejalan dengan booming batik dan booming daerah Trusmi Cirebon sebagai destinasi wisata, jualan di tokonya berkembang dengan pesat.

Larisnya produk jualan batik Trusmi miliknya membuat ia secara bertahap melakukan ekspansi luas gerainya. Dari toko permanen yang ukurannya hanya kecil seperti toko lainnya, kini kios Sally telah menjelma menjadi toko grosir batik Trusmi dengan luas 1,5 hektare. Tak heran jika gerai batiknya, disebut sebagai salah satu kios batik terluas di Indonesia.

Tiap hari puluhan bis wisata mampir ke gerai grosir batik Trusmi-nya. Ribuan pengunjung datang hampir tiap hari. Untuk mengelola grosir batiknya yang amat luas, ia kini punya lebih dari 850 karyawan tetap dan 500-an pengrajin batik. Sebuah pencapaian yang amat menggetarkan untuk perempuan muda yang baru berusia 26 tahun : mampu memberi lapangan kerja lebih dari 1.000 orang.

Memang, sejak pertama kali memproduksi dan berjualan batik Trusmi, Sally memutuskan untuk memproduksi batik dengan desain yang unik dan berkualitas, meski dengan harga yang sedikit lebih mahal.

"Saya lebih baik di-komplain karena harga mas, daripada di-komplain karena mutu produk," kata Sally seperti dikutip dari strategimanajemen.net.

Dalam istilah strategi bisnis, pendekatan itu lazim disebut sebagai “product differentiation”, dan bukan “cost leadership”. Memilih membuat produk berkelas, dan tidak mau terjebak dalam price war yang melelahkan.

Kisah perjuangan bisnis Sally Giovany yang hanya lulus SMA ini mungkin kembali memberikan pesan : acapkali kesuksesan lebih ditentukan oleh kreativitas, tekad kuat serta keteguhan hati, dan bukan sekadar gelar ijasah S1 atau S2.

Semoga kisah Sally ini bisa menginspirasi ribuan anak muda Indonesia lainnya : menebarkan spirit untuk juga gigih mewujudkan impian-impiannya. (dari berbagai sumber)