Konten dari Pengguna

Hopeless Romantic Percaya Cinta Tanpa Harus Berekspektasi Lebih

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari kafita fathana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu merasa seseorang menyukaimu karena memperhatikanmu dan memperlakukanmu dengan baik? Bagi sebagian orang, perhatian kecil seperti chat setiap hari, mengobrol, ataupun sekadar perlakuan hangat dapat menumbuhkan perasaan lebih di hati. Padahal, kebaikan seseorang belum tentu berarti ia memiliki perasaan cinta atau rasa suka. Di sinilah hopeless romantic terkadang terjebak dalam pikirannya sendiri, ketika perhatian biasa pelan-pelan dianggap sebagai tanda cinta. Sebagian orang biasanya sudah mempunyai gambaran atau skenario tentang hubungan yang diinginkannya. Ketika ada seseorang yang mendengarkan, memiliki obrolan yang nyambung, dan berbagi keseharian lewat pesan, gambaran yang semula hanya di bayangan terasa semakin dekat dan nyata. Rasa nyaman itu perlahan memunculkan ekspektasi bahwa kedekatan itu akan menjadi sebuah hubungan. Padahal, belum tentu kedua belah pihak memiliki perasaan atau tujuan yang sama.

foto oleh Zoltan Tasi di Unplash
zoom-in-whitePerbesar
foto oleh Zoltan Tasi di Unplash

Bagi seorang hopeless romantic, terkadang perasaan suka bisa muncul sejak pertama kali bertemu. Ketertarikan itu tidak selalu datang dari perhatian atau perlakuan manis, tetapi bisa juga karena sosok tersebut sesuai dengan tipe yang mereka sukai. Dari keterarikan kecil itu, pikiran kecil mulai membayangkan berbagai kemungkinan, seperti bagaimana jika mereka menjalani hari-hari bersama. Padahal, belum ada pendekatan yang jelas di antara keduanya, dan orang yang disukai pun mungkin belum menunjukkan ketertarikan yang sama. Akibatnya, perasaan dan harapan bisa tumbuh lebih dulu sebelum mereka benar-benar mengenal orang tersebut.

foto oleh David Gyung di iStock

Padahal, ekspektasi di kepala sering kali tidak sesuai dengan realitas. Saat mulai mengenal seseorang lebih dekat, kita perlahan menyadari bahwa sifat atau kebiasaannya ternyata tidak selalu sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Orang yang awalnya membuat kita tertarik dan merasa nyaman belum tentu cocok dengan yang kita inginkan dalam sebuah hubungan. Akhirnya, rasa suka yang tadinya begitu besar bisa perlahan berkurang, bahkan membuat kita merasa lebih nyaman jika hubungan tersebut hanya sebatas pertemanan. Lucunya, terkadang kita bukan hanya jatuh cinta pada orangnya, tetapi juga pada versi terbaik dirinya yang telanjur kita ciptakan sendiri dalam pikiran.

Harapan dalam suatu hubungan bisa dipengaruhi oleh gambaran hubungan yang kita lihat di media sosial. Penelitian oleh Bhudiawan dan Junaidi (2025) menunjukkan bahwa konten pasangan di TikTok dapat menciptakan harapan tertentu mengenai hubungan, termasuk harapan tentang keterbukaan dan dukungan dari pasangan. Akan tetapi, ketika gambar itu digunakan sebagai acuan tanpa memperhatikan fakta, harapan yang muncul bisa menjadi berlebihan dan berakhir pada kekecewaan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memahami seseorang melalui sikap dan perilakunya yang sebenarnya, bukan hanya melalui gambaran ideal yang ada dalam pikiran kita. Dengan cara itu, kita tetap dapat merasakan cinta tanpa terburu-buru memasang harapan yang terlalu besar.

Pada akhirnya, jadi hopeless romantic bukan sesuatu yang harus dihindari. Percaya sama cinta, menikmati perhatian kecil, dan ngebayangin hubungan yang indah itu hal yang wajar banget. Tapi kita juga perlu sadar bahwa nggak semua perhatian berarti cinta, dan nggak semua orang yang kita suka bakal jadi pasangan yang tepat. Makanya, belajar menyayangi diri itu penting, biar kebahagiaan kita tidak sepenuhnya bergantung pada orang lain. Boleh banget berharap dan jatuh cinta. Tapi jangan sampai kita terlalu sibuk ngebayangin masa depan bareng seseorang sampai lupa kenalan sama dia yang sebenarnya. Karena cinta yang sehat bukan cuma soal nemuin orang yang tepat, tapi juga tetap jadi diri sendiri saat lagi mencintai seseorang.

foto oleh Zuoranyi di Unplash