Konten dari Pengguna

Probiotik dan Makanan Fermentasi Nusantara: Cita Rasa Tradisi untuk Menjaga Imun

Aufa Rojana S

Aufa Rojana S

Seorang pegawai

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aufa Rojana S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Canva
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Canva

Tren hidup sehat kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Mulai dari olahraga rutin, konsumsi sayur dan buah, hingga perhatian terhadap asupan makanan bergizi menjadi kebiasaan baru yang positif. Salah satu asupan bergizi yang kini semakin dikenal manfaatnya adalah probiotik.

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh ketika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa probiotik membantu menjaga keseimbangan mikroflora usus, yang berperan penting dalam metabolisme dan sistem kekebalan tubuh. Dengan menjaga keseimbangan ini, probiotik dapat menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Tak hanya itu, probiotik juga memiliki beragam manfaat fisiologis lainnya, seperti membantu menghilangkan zat pemicu kanker (karsinogen) dari saluran pencernaan, mengurangi reaksi alergi, membantu pencernaan laktosa bagi pengidap lactose intolerance, serta meningkatkan penyerapan zat gizi agar lebih optimal. Probiotik juga membantu menjaga keseimbangan penyerapan air dalam usus, yang berpengaruh pada tekstur dan keteraturan buang air besar.

Salah satu jenis probiotik yang paling dikenal adalah Lactobacillus, kelompok bakteri penghasil asam laktat yang berperan menjaga pH usus agar tetap rendah dan tidak ramah bagi bakteri penyebab penyakit. Lactobacillus banyak ditemukan dalam berbagai produk pangan seperti yogurt, kimchi, miso, natto, dan asinan acar. Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia juga memiliki banyak makanan fermentasi lokal yang mengandung probiotik?

Makanan fermentasi adalah warisan tradisi yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki jenis makanan fermentasi khasnya masing-masing, yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan manfaat kesehatan. Proses fermentasi terjadi melalui aktivitas mikroorganisme probiotik yang menghasilkan senyawa bioaktif dan mikronutrien baru. Selain meningkatkan cita rasa dan aroma, fermentasi juga memperbaiki kandungan gizi bahan makanan.

Beragam bahan lokal yang dapat digunakan untuk proses fermentasi, seperti: kedelai, ikan, singkong, dan durian. Beberapa contoh makanan/minuman fermentasi khas Indonesia yang mengandung probiotik yaitu tempe, dadih, bekasam, dan tempoyak.

Tempe adalah salah satu makanan fermentasi yang paling dikenal dan dikonsumsi masyarakat Indonesia. Terbuat dari kedelai yang difermentasi oleh jamur Rhizopus microsporus var. oligosporus dan bakteri asam laktat (BAL). Meskipun proses pemanasan ketika memasak tempe dapat membuat bakteri ini tidak aktif dan berubah menjadi paraprobiotik, penelitian menunjukkan bahwa paraprobiotik tetap memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan sistem imun, mengurangi kelelahan, dan membantu keseimbangan mikrobiota usus.

Olahan fermentasi selanjutnya yaitu dadih, yogurt khas Sumatera Barat. Dadih terbuat dari susu kerbau yang difermentasi di dalam tabung bambu selama 24–48 jam. Proses fermentasi spontan ini melibatkan berbagai jenis mikroba yang terdapat pada bagian permukaan bagian tabung bambu, permukaan daun penutup dan dari susu kerbau yang digunakan.

Makanan fermentasi tidak hanya dibuat dari tumbuhan, namun juga dapat berasal dari hewan, contohnya bekasam. Makanan fermentasi ikan khas Sumatera Selatan ini juga mengandung probiotik berupa Lactobacillus sp. Masih dari wilayah Sumatra, ada olahan fermentasi lain dari buah durian yaitu tempoyak.

Proses pembuatan tempoyak mengandalkan fermentasi alami dengan penambahan garam ke dalam daging durian, yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen, dan mendorong pertumbuhan BAL. Lactobacillus plantarum adalah salah satu BAL yang paling dominan dalam tempoyak dan dilaporkan bermanfaat bagi kesehatan ketika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Upaya menjaga kesehatan dapat dimulai dari hal sederhana, yakni dengan mengenali dan memanfaatkan kekayaan pangan tradisional yang kita miliki. Makanan fermentasi Nusantara bukan hanya warisan budaya, tetapi juga potensi besar sebagai sumber probiotik alami yang menyehatkan masyarakat.

Referensi:

Marisa., et al. (2025). Pengaruh Makanan Dan Minuman Probiotik Terhadap Penanganan Diare Pada Anak : Tinjauan Sistematis. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 10 (3), 91-104.

Ramadhani, Olivia Salma., et al. (2024). Literatur Review Manfaat Makanan Mengandung Probiotik Bagi Kesehatan. Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan, 1 (4), 34-43.

Sine, Yuni. (2022). Potensi Bakteri Asam Laktat pada Makanan Fermentasi. Jurnal Saintek Lahan Kering, 5(2), 21-23. https://doi.org/10.32938/slk.v5i2.1915.

Umami, Sri Sofiati., & Raehanah. (2025). Potensi Probiotik Makanan Fermentasi sebagai Imunostimulasi. Avesina: Media Informasi Ilmiah Universitas Islam Al-Azhar, 17 (1).