2 Remaja Diduga Jadi Pelaku Penusukan Polisi yang Booking PSK Online di Bali
ยทwaktu baca 2 menit

DENPASAR, kanalbali.com- Kasus penusukan terhadap anggota polisi hingga tewas setelah booking PSK Online masih diselidiki oleh pihak kepolisian.
Kapolsek Denpasar Utara, IPTU I Putu Carlos Dolesgit saat dikonfirmasi Kamis (17/11/2022) menjelaskan, anggota polisi berinisial FNS (22) tewas ditusuk dan pelakunya adalah dua orang pria yang masih remaja atau dibawah umur berinisial F (16) dan A (15).
Namun, yang melakukan penusukan adalah F dan pelaku A hanya melakukan menendang korban sebanyak satu kali.
Kendati demikian, pihaknya tidak menerangkan soal kronologi peristiwa tersebut dan mengatakan bahwa saat itu ketika petugas datang sudah terjadi penusukan itu. "Korban dan (dua) pelaku tidak saling kenal. Pelaku F menusuk dan pelaku A nendang sekali," ujarnya.
"Yang jelas, ini Penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dan setelah di rumah sakit dia (korban) meninggal dunia," imbuhnya.
Ia juga menyebutkan, bahwa korban tewas karena ditusuk di bagian leher menggunakan pisau pelaku F dan saat ini terkait adanya peristiwa itu pihak kepolisian Polsek Denpasar Utara dan Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan.
Namun fakta yang dibenarkan adalah polisi itu adalah anggota Polri yang bertugas di Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri.
"Beliau memang anggota polri tugas di Baharkam Mabes Polri," ungkapnya. Saat ditanya apakah benar bahwa korban adalah anggota polri yang yang di tempatkan di Bali untuk Bantuan Kendali Operasi (BKO) pengamanan KTT G20, pihaknya enggan menjelaskan.
Namun, saat ditanya apakah benar korban memboking pekerja seks komersial (PSK) melalui aplikasi MiChat dan terlibat keributan dengan PSK. Pihaknya mengatakan bahwa untuk itu masih dilakukan pendalaman dan penyidikan.
"Motifnya masih dalam proses penyidikan. Itu masih didalami seperti apa, motifnya nanti akan diproses sesuai dengan pasal yang disangkakan. (korban) polisi memang tugas yang jelas dia anggota polri," ujarnya.
Sementara, dalam peristiwa tersebut dua pelaku sudah diamankan di Mapolresta Denpasar, Bali, pada Rabu (16/11) kemarin dan seorang perempuan berinisial LKDS (22) menjadi saksi dan diminta keterangan terkait peristiwa tersebut.
"(Kalau LKDS) diminta keterangan dalam rangka penyidikan untuk memperjelas perkaranya. (Dua pelaku) setelah kejadian langsung diamankan dan sudah tahan," ujarnya.
Sementara, dari informasi yang didapat bahwa korban tewas ditusuk diduga setelah terlibat keributan dengan pekerja seks komersial (PSK), yang dipesannya melalui aplikasi Michat. (kanalbali/KAD)
