Konten Media Partner

Aksi Mahasiswa Papua di Bali Berujung Bentrok dengan Ormas

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana saat terjadi saling lempar batu antara pihak AMP dengan Ormas PGN - IST
zoom-in-whitePerbesar
Suasana saat terjadi saling lempar batu antara pihak AMP dengan Ormas PGN - IST

Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) pada Rabu (01/12/2021) di Renon, Denpasar, berakhir bentrokan dengan Ormas. Peristiwa itu terjadi saat AMP bergerak menuju perwakilan Konsulat Jenderal Amerika di kawasan Renon.

Menurut, Ketua AMP Bali, Yesaya, bentrok bermula ketika AMP hendak menggelar aksi "peringatan 60 tahun kemerdekaan West Papua". "Aksi sudah sudah dilaporkan ke Polda Bali dan meminta pendampingan dari LBH Bali," katanya.

embed from external kumparan

Tapi dalam perjalanan menuju konjen Amerika, AMP sejumlah anggota ormas dari Patriot Garuda Nusantara (PGN) menghadang mereka. "Tiba-tiba ada lemparan batu ke arah kami," katanya.

Lemparan batu tersebut menghantam mobil komando milik AMP. Akibatnya kericuhan tidak bisa dihindari, kedua kubu akhirnya saling lempar batu.

Polisi berusaha menengahi bentrokan mahasiswa Papua dengan ormas PGN - IST

Yesaya menambahkan akibat peristiwa ini 12 anggota AMP mengalami luka-luka. "12 orang luka-luka, ada yang di bagian kepala, dada dan ada juga yang kena sepakan. Tidak ada yang ditangkap polisi," ucap Yesaya.

Sementara itu Koordinator Patriot Garuda Nusantara (PGN) Gus Yadhi mengatakan bahwa di pihaknya juga jatuh korban luka-luka. "Banyak yang luka dan bengkak termasuk saya," kata Gus Yadhi.

Dia menambahkan, bentrokan terjadi karena ada orasi yang berbau separatis. Selain itu dia menuding bukan hanya mahasiswa asal Papua yang ikut dalam aksi tersebut. "Yang orasi bukan hanya orang Papua (saja) tapi ada juga dari pihak lain. Kami minta polisi tegas memanggil mereka," tegasnya. (Kanalbali/ROB)