Babak Final Pitch Kompetisi Ide Bisnis Pertamuda 2023 Digelar di Bali
·waktu baca 2 menit


KUTA, kanalbali.icom – Pertamuda Seed & Scale 2023 yang merupakan kompetisi ide bisnis bagi mahasiswa di Indonesia telah memasuki babak final. Para peserta yang lolos di babak ini diberi kesempatan melakukan presentasi di Bali.
"Hari ini akan berlangsung Final Pitch, yang dimana mengajak kita semua untuk melihat ataupun membuka pikiran, sehingga kita dapat menerima gagasan dan keterbukaan dari antusiasme semua peserta 15 terbaik," ujar Vice President Stakeholder Relations & Management PT Pertamina Rifky Rakhman Yusuf saat pembukaan Final Pitch Pertamuda Seed & Scale 2023 Rabu *29/11) di Hotel The Patra Bali.
Ke-15 gagasan tersebut terdiri 10 gagasan Early Stage Start-up dan 5 Energy Founder yang akan memperebutkan 3 terbaik di masing-masing kategori, serta mendapatkan dana pembinaan senilai Rp300 juta untuk kategori Early Stage Start-up dan Rp105 juta untuk kategori Energy Founders.
"Semangat untuk setiap tim yang presentasi, kita di sini tidak hanya untuk memilih pemenang tapi juga merayakan perjalanan dari dedikasi setiap peserta dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Mari jadikan final pitch ini menjadi momen berharga dalam memberikan inspirasi untuk perkembangan ide-ide yang luar biasa dari teman-teman semua," kata Rifky.
Pada kesempatan yang sama, VP CSR & SMEEP Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, pada tahun ini, Pertamuda Seed & Scale 2023 akan ada salah satu yang ditetapkan untuk bisa digunakan dalam kegiatan operasional Pertamina maupun kegiatan sosial di bidang tanggungjawab sosial dan lingkungan.
Vice President Stakeholder Relations & Management PT Pertamina Rifky Rakhman Yusuf mengatakan, momentum ini merupakan bukti kolaborasi antara Pertamina selaku industri dan sektor pendidikan, serta pemerintah untuk meningkatkan sifat ataupun sklill entrepreneurship di semua kalangan, khususnya para peserta kompetisi Pertamuda 2023.
Kompetisi juga bertujuan untuk memperluas implementasi SDGs dan inovasi pada sektor energi. Pun dalam mendorong perusahaan rintisan (start-up) di Indonesia mendapatkan akses permodalan.
Pada tahun ini, gelaran Pertamuda memiliki dua kategori kompetisi, yaitu Early Stage Start-up dan Energy Founder. Early Stage Start-up merupakan kategori kompetisi untuk bisnis rintisan.
Dapat berupa bisnis yang masih berada pada tahap ideasi atau bisnis pada tahap awal yang masih bergantung pada seed funding (pendanaan awal). Sedangkan, Energy Founder merupakan kategori kompetisi yang diperuntukan khusus bagi Founder dengan ide bisnis bidang energi. (kanalbali/RLS)
