Bantu Peternak Sapi, Polda Bali Bentuk Satgas Penanganan PMK
·waktu baca 2 menit

DENPASAR, kanalbai.com - Polda Bali menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) yang sudah masuk wilayah ini.
"Sudah ditemukan di tiga tempat walaupun jumlahnya kecil," kata Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, saat ditemui usia memperingati Hari Bhayangkara ke-76 di Denpasar, Bali, Selasa (5/7).
Ia juga menyebutkan, berdasarkan petunjuk BNPB RI untuk mengantisipasi PMK maka untuk di wilayah Bali akan membentuk Satgas Provinsi Bali serta di kabupaten dan kota. "Sinergitas dari unsur terkait penanganan PMK sangat diperlukan," imbuhnya.
Langkah yang akan dilakukan antara lain disenfektasi di kandang-kandang hewan ternak yang ada di Bali. Selain itu, juga di pintu masuk Bali seperti di pelabuhan dan kedepannya adalah melakukan program vaksinasi bagi hewan ternak.
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, melakukan lockdown aktivitas pengiriman hewan ternak ke luar Bali, imbas ditemukan puluhan ekor sapi positif penyakit kuku dan mulut (PMK) di sejumlah wilayah di Bali.
"Kita mulai hari sudah lokcdown. Tidak boleh (pengiriman hewan ternak ke luar Bali) dan sudah ada surat dari kementerian. Kita lockdown dulu," kata Dr I Wayan Sunada selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali saat ditemui di ruangan kerjanya, di Denpasar, Bali, Sabtu (2/7).
Selain melockdown aktivitas pengiriman sapi, pihaknya juga akan melockdown hewan ternak di sekitar wilayah yang terdampak PMK agar wabah tersebut tidak menyebar ke wilayah lainnya. (kanalbali/KAD)
