Konten Media Partner

Giliran Desainer Tampil di Pentas '11 Panggung, 11 Ibu, 11 Kisah' di Buleleng

Kanal Baliverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Giliran Desainer Tampil di Pentas  '11 Panggung, 11 Ibu, 11 Kisah' di Buleleng
zoom-in-whitePerbesar

BULELENG, kanalbali.com --- Pementasan 11 Ibu, 11 Panggung, 11 Kisah masih berlanjut dan kini projek yang disutradarai oleh Kadek Sonia Piscayanti itu menghadirkan Yanti Pusparini sebagai aktor utama."Tampil untuk kali pertama membuat Yanti mendapatkan pengalaman baru diluar kehidupan sebelumnya,"ucap Sonia, Rabu, 12/9.

Yanti yang kesehariannya dikenal sebagai seorang desaier ini pun menjajal dan mengeksplore diri sebagai seorang aktor diatas panggung teater yang penuh tantangan."Saya mendapat dorongan dari bu Sonia dan mencoba menjawab tantangan tersebut meski belum sepenuhnya percaya diri,"ujarnya.

Meski demikian, ia berhasil memberikan kejutan dan berhasil menghipnotis penonton malam itu. Yanti mementaskan naskah "Kujahit Nasib di Mozaik Mimpi" selama 45 menit.Ia mengisahkan bagaimana kisah seorang perancang mode yang notabene tidak memiliki latar belakang pendidikan formal disekolah menjahit ataupun sekolah design. "Semua ia dapatkan secara otodidak dan ia sukses melakukannya,"puji Sonia.

BACA JUGA : Bunda Putri Ajak Kaum Wanita Ikut Melawan Adu Domba SARA

BACA JUGA :

Keinginannya sebagai seorang perancang desain juga sempat ditentang. Ia diminta mencari selembar ijasah agar bisa bekerja kantoran. Tapi ia tetap memilih jalan hidupnya sebagai seorang desainer.

Meski perjalanan karirnya tak mulus, namun semangat dan percaya diri telah menghantarkannya menuju puncak kejayaan. "Ditentang dan jatuh berulang kali telah membuatnya menjadi emas dan membuatnyabterlahir menjadi perancang mode terbaik di Buleleng,"imbuh Sonia.

"Ini cukup baru untuk saya jalani, tantangan terberat ada saat menghafal naskah dan ini sudah saya siapkan sejak Juli lalu namun syukur berjalan lancar,"tegas Yanti.

Sonia menambahkan, selain tantangan dalam proses menghafalkan naskah, ia juga sempat terkendala dengan intonasi dan ritme selama proses latihan."Sempat pasrah saya, dan berbuah manis ketika saya berhasil membuat dia pentas. Kita dikelabui dengan kelemahan dia,"ujarnya sembari tertawa.(kanalbali/GAN)