Konten Media Partner

Guru Olahraga di Badung, Bali Cabuli 2 Siswa

Kanal Baliverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terdakwa saat ditunjukkan kepada wartawan - Ist
zoom-in-whitePerbesar
Terdakwa saat ditunjukkan kepada wartawan - Ist

Aksi bejat yang dilakukan seorang oknum guru kembali terjadi. Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo Menyampaikan, tersangka IGA KW (53) mencabulin 2 murid sekolah dasar tempatnya mengajar.

"Tersangka sudah lama. Sejak tahun 2005, (Jadi Guru)," katanya."Untuk sementara yang kami ungkap ada dua laporan, dan kami tetap upayakan ke sana atau ada korban-korban lain. Apabila ada korban lain kami akan menyampaikan kepada rekan-rekan lagi," imbuhnya.

Tersangka diketahui, sudah berkeluarga, mempunyai seorang istri dan dua orang anak dan juga memiliki satu cucu. Menurutnya, tersangka melakukan perbuatan cabul itu hingga melakukan persetubuhan karena tertarik kepada tubuh korban.

Saat melakukan aksinya, memang di jam luar sekolah yaitu kegiatan ekstra kurikuler atau olahraga kriket jadi dibuat jam tambahan mulai pukul 16:00 Wita sore sampai dengan pukul 18:00 Wita.

Kemudian, di mana murid yang tersangka suka di suruh masuk ke dalam kelas dan murid-muridnya lainnya disuruh menunggu di halaman sekolah dan di situlah tersangka melakukan aksi pencabulan.

"Pada saat itu sepi sudah bukan jam sekolah. Kalau murid-murid yang lain disuruh (menunggu) di halaman sekolah. Nanti, satu-satu disuruh kedalam kelas," ujarnya.

embed from external kumparan

"Jadi pada saat di dalam kelas, saat korban ini masuk (tersangka) menyampaikan kepada korban mau menuruti tidak keinginan tersangka. Apabila tidak dituruti nilai korban akan jelek dan tidak naik kelas. Makannya korban mau mengikuti kemauan tersangka," ungkapnya.

Pihak kepolisian, juga sudah melakukan tes visum kepada korban dan benar ada tanda-tanda pencabulan. Selain, itu saat diintrogasi tersangka juga telah mengakui melakukan perbuatan cabul itu.

Haselo juga menceritakan, bahwa kasus ini terungkap dari pengakuan korban TF yang dulunya adalah murid tersangka saat duduk di bangku SD. Namun, setelah lulus dari SD dan kini sudah kelas satu SMP, tersangka malah sering mencari-cari korban dan sempat berkata kepada korban,"Ayo kapan lagi kamu mau suka waktu SD," kata tersangka.

Karena sering dicari oleh tersangka, maka korban trauma dan sering murung. Sehingga melakukan percobaan bunuh diri di sekolahnya.

Namun, dari keterangan itu diketahui ada korban lagi yakni temannya yang saat ini masih duduk di bangku kelas 6 SD, yang juga mengalami nasib yang sama atas tindakan bejat guru olahraganya. (KAD)