Harapkan Pemimpin Amanah, Komunitas Doa Bersama Gelar Tumpengan Rakyat di Bali
·waktu baca 2 menit

BULELENG, kanalbali.com - Bertepatan dengan hari Tilem Kanem, pada sasih kanem atau bulan ke enam Dalam kalender Bali pada 12 Desember 2023, Komunitas Doa Bersama bersama didukung eksponen Kagama dan warga desa Munduk, Kec. Banjar. Kab. Buleleng menyelenggarakan doa bersama di Pura Gubug, Danau Tamblingan dan dilanjutkan dengan acara Tumpengan Rakyat.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan dari tetua Desa adat Munduk, Putu Ardana.
“Kegiatan doa bersama yang didahului persembahyangan ini bertepatan dengan upacara Nangluk Merana, yang bermakna sebagai hari untuk mengusir enersi enersi negatif sehingga Indonesia diharapkan mendapatkan enersi positif, serta dijauhkan dari semua mara bahaya,” katanya.
Secara khusus acara ini juga dimaksudkan untuk mendoakan proses pemilu yang damai dan terpilihnya pemimpin Indonesia yang amanah.
Diandra, perwakilan dari teruna-teruni desa Munduk selanjutnya menyampaikan narasi sebagai penegasan dan inti acara ini yaitu ucapan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan harapan supaya kegiatan doa untuk negeri ini dapat berlanjut sebagai doa bersama seluruh rakyat Indonesia.
Berikut narasi yang dibacakannya. “ Kita berkumpul di sini untuk meneguhkan bahwa segala daya upaya manusia untuk mengatur dunia pada akhirnya semua ditentukan kehendak yang Maha Kuasa. Manusia punya cara, tapi Tuhan adalah Maha Perencana. Manusia berupaya, semesta penentunya
Kita berkumpul di sini untuk mengetuk pintu langit agar mengampuni segala kesalahan kita atas kesesatan pikir, simpang laku dan kelaliman keputusan. Kita haturkan sembah sebagai tanda kita salah, khilaf. Untuk itu kita bersedia kembali ke jalan yang benar.
Kita berkumpul di sini, di tepi Danau Tamblingan dan Alas Merta Jati, untuk melantunkan doa agar Engkau dan semesta selalu melindungi bangsa dan negeri kami. Agar Indonesia senantiasa selamat berpuluh, ber-ratus bahkan berjuta tahun kedepan, selamanya. Kami juga berdoa agar kita semua dapat melalui Pemilu ini dengan penuh kedamaian.
Semoga jalan kebajikan yang sedang kita tempuh merupakan jalan menuju langit. Sebagaimana jalan yang diajarkan leluhur kita: perkumpulan orang-orang baik, mulia dan disucikan.
Tumpengan dan doa ini kita persembahkan untuk-Mu pengatur jagad. Dalam doa, kita pinta bimbinglah kami menemukan pemimpin yang amanah, dapat dipercaya, tidak mudah tergoda oleh nafsu dunia, tidak silau karena kuasa, tidak semena-mena. Mencintai sesama di atas segalanya, menjaga norma kemanusiaan dan tatanan.
Tumpengan ini kita haturkan sebagai rasa terima kasih atas berkah, rahmat, manfaat hingga hari ini semua atas karunia-Mu kepad kami rakyat Indonesia.” (kanalbali/RLS)
