Ini Dia Desak Akeno, Pembimbing Melukat Awkarin hingga Pevita Pearce di Bali

Konten Media Partner
9 Agustus 2022 11:06
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Awkarin jalani upacara melukat. Foto: Instagram/@narinkovilda
zoom-in-whitePerbesar
Awkarin jalani upacara melukat. Foto: Instagram/@narinkovilda
ADVERTISEMENT
UBUD, Kanalbali.com - Selebgram Karin Novilda alias Awkarin baru-baru ini melakukan ritual melukat di Ubud, Bali. Unggahannya di instagram pun kemudian viral dan mendapat banyak komentar.
ADVERTISEMENT
Prosesi ritual itu dilakukannya di Tri Desna, sebuah fasilitas olah spiritual. Pemiliknya adalah seorang yang dikenal sebagai healer bernama Dewa Ayu Sri Agung atau dikenal dengan sebutan Desak Akeno.
"Tempat ini mulai dibuka pada Januari 2021, Tri Desna sendiri berarti tiga kekuatan wanita, yakni kekuatan pikiran, bicara, dan aksi. Apa yang diterima, itu yang diberikan. Menerima kebaikan, maka menyebarkan kebaikan juga," kata Desak Akeno, Selasa (8/8/2022).
Desak menceritakan, kemampuan untuk dapat membantu orang lain menyembuhkan rasa trauma didapatkannya dari belajar ilmu psikologis secara khusus.
Desak dulunya juga pernah mengalami koma karena trauma dan merasa dibuang oleh orang tuanya, setelah diberikan kesempatan untuk hidup kedua kalinya, ia ingin menjadi berguna bagi orang lain.
Ritual melukat - Foto: Dok Desak Akeno
zoom-in-whitePerbesar
Ritual melukat - Foto: Dok Desak Akeno
"Kalau tidak menerima kasih sayang, lebih baik kita memberi. Ketika kita butuh pelukan, lebih baik kita memeluk. Itu yang saya latih berkali-kali, sampai pada akhirnya bisa seperti sekarang ini," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Perjalanan panjang Desak sebagai seorang healer atau penyembuh jiwa juga tidak didapatkan dalam waktu yang singkat.
Setelah berdamai dengan trauma masa lalu, ia yang pernah menjadi seorang pemandu wisata dari tahun 2011 sampai 2018 sering diminta oleh seorang wisman asal Inggris untuk mengantarkan pergi melukat ke seluruh tempat yang berada di Bali.
"Tamu Inggris itu memiliki sakit parah akibat trauma psikologis, dan setelah melukat ia merasakan ketenangan jiwa," imbuhnya.
Setelah 7 tahun memandu wisata spiritual, Desak berkeinginan untuk membantu orang lain sembuh seperti wisman Inggris, salah satunya dengan diri sendiri bisa melakukan pelukatan orang lain.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ritual melukat - Foto: Dok Desak Akeno
zoom-in-whitePerbesar
Ritual melukat - Foto: Dok Desak Akeno
Pada 2018, ia pun pergi menemui seorang Rsi yang ada di Kabupaten Bangli. Setelah belajar untuk melukat dengan rasa tulus ikhlas, dan melakukan proses mewinten secara Hindu agar dapat melakukan pengelukatan.
ADVERTISEMENT
Akhirnya pada 2021 ia mulai membantu orang melakukan penyembuhan yang digabungkan dengan prosesi melukat di Tri Desna.
Menurutnya, ritual adat khas Bali sangat sakral dan selalu berdampingan dengan alam. Meski kebanyakan ritual Bali diperuntukan bagi umat Hindu, tapi ada beberapa budaya atau ritual bisa dilakukan oleh semua orang, bukan masyarakat Bali atau yang beragama Hindu saja.
Salah satunya melukat ini."Meski melukat dijalankan dengan ritual Hindu, tapi orang yang berbeda agama bisa menjalani prosesi melukat. Asalkan yang menerima itu percaya, dan ingin menjalani proses penyembuhan trauma," sebutnya.
Desak pun menyebut bahwa setelah melukat di Tri Desna, banyak yang mendapatkan ketenangan jiwa dan pikiran. Adapun yang pernah datang ke tempat ini untuk melukat dari artis hollywood, seperti Anya Taylor, dan artis indonesia seperti Awkarin, dan Pevita Pearce.
Ritual melukat - Foto: Dok Desak Akeno
zoom-in-whitePerbesar
Ritual melukat - Foto: Dok Desak Akeno
"Banyak yang kesini, cuma tidak kita posting di media sosial. Mereka tahu informasi tempat ini dari mulut ke mulut," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Meski Tri Desna diperuntukan bagi yang melakukan pemesanan secara privat atau kelas VIP dengan tujuan agar memiliki waktu dan tempat sendiri saat melakukan penyembuhan.
Namun bagi masyarakat umum yang ingin melukat secara gratis dan massal, Desak juga membuka penglukatan di Banjar Antap Kaja, Kabupaten Tabanan. Setidaknya penglukatan massal ini dilakukan satu bulan dua kali tergantung dari jumlah masyarakat yang ingin melukat.
"Setelah proses melukat akan diminta mengosongkan diri layaknya gelas kosong, apa yang ingin diisi, hal baik atau buruk. Sehingga saya minta untuk selalu berpikir positif, melakukan hal baik, sebagai contoh jika berpikir negatif satu kali, bisakah kamu berpikir positif 3 kali. 2 kali untuk menutupi yang 1, sisanya sebagai karma baik," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Melukat sendiri berasal dari kata Sulukat, dengan Su yang bermakna baik, dan lukat yang bermakna penyucian. Sehingga dengan melukat berarti menyucikan diri untuk memperoleh kebaikan. Adapun air dan bunga yang digunakan sebagai media melukat diyakini mampu membersihkan diri dari pikiran dan hal-hal negatif. (kanalbali/LSU)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020