Konten Media Partner

Jambret Tas Mahasiswi, Komplotan Pelajar SMP di Kuta Ditangkap

Kanal Baliverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Jambret Tas Mahasiswi, Komplotan Pelajar SMP di Kuta Ditangkap
zoom-in-whitePerbesar

KUTA, kanalbali.com - Komplotan pelajar SMP ditangkap Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta. Mereka melakukan aksi jambret dompet mahasiswi Ni Ketut Novitasari (19) di Jalan Uluwatu, Kedonganan, Kuta.

Empat orang yang ditangkap merupakan pelaku utama berinisial GPP (15) WWP (15), WS (15) serta DP (15). Satu orang berinisial FA (15) sebagai penadah. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap seorang pelaku berinisial Wu.

Korban mengendarai Honda Scoopy melintas di Jalan Uluwatu, Kedonganan, Kuta. Persis depan Kantor Telekom, dipepet tiga orang pelaku menggunakan satu motor. "Tas korban dalam dasboard motor dirampas berisi sebuah handphone, ATM dan uang Rp 155.000,"kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Aan Saputra mendampingi Kapolsek AKP Teuku Ricki, Kamis (26/7).

BACA JUGA : Pra Rekonstruksi Pembunuhan Bayi Kembar di Denpasar Digelar

Korban melakukan pengejaran sambil berteriak minta tolong. Disaat bersamaan, anggota Polsek Kuta sedang melaksanakan patroli dan setelah menerima pengaduan langsung memburu para pelaku. "Saat melakukan pengejaran, kami melihat motor Honda Scoopy DK 2736 OY berada di pinggir jalan dan ketika dikonfirmasi ke korban menyebutkan kendaraan tersebut milik pelaku,"ujarnya.

Polisi pun melakukan penyisiran dan akhirnya mengamankan pelaku GPP. Hasil pengembangan, WS dibekuk di Jalan Kampus Unud Jimbaran, sekitar pukul 06.00. Berselang satu jam, giliran DP diamankan di rumahnya di Jalan Pratama, Kuta Selatan dan WWP di rumahnya di Kedonganan, Kuta.

Sedangkan FA diamankan di sekolahnya di salah satu SMP di Jimbaran. "Kami mengamankan barang bukti HP dan uang milik korban,"ungkap mantan Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat ini. Meski usianya belasan tahun, komplotan ini sudah belasan menjambret di wilayah Kuta dan Jimbaran. "Kami masih melakukan pengembangan,"imbuhnya. (kanalbali/KR3)