Koster soal Rencana Demo Pelaku Pariwisata Bali: Bukan Solusi, Fokus ke Wisdom
·waktu baca 2 menit

DENPASAR - Menanggapi rencana aksi komponen pelaku pariwisata Bali terkait masih ketatnya aturan wisatawan mancanegara masuk Bali, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan bahwa langkah itu bukan solusi yang tepat. Selain itu, untuk saat ini lebih baik fokus dulu ke wisatawan domestik.
“Aspirasi Forum Bali Bangkit itu saya hargai, Kita pun sudah membuka Bali sejak bulan Oktober, tapi persoalannya bukan di dalam negeri saja,” katanya dalam Jumpa Pers, Sabtu (18/12/2021)
Menurutnya, saat ini di luar negeri semua sedang mewaspadai penyebaran virus omicron yang menyebabkan kenaikan kasus sehingga negara-negara itu memperketat izin keluar bagi warganya bahkan sampai ada yang lockdown. Mereka pun memperketat orang dari luar masuk ke negara itu walaupun dia warganya sendiri.
“Seperti di Cina, waktu karantina bagi yang masuk ke negara itu sampai 3 minggu, Kemudian Australia juga diperpanjang sehingga yang kita harapkan datang ke Bali membatalkan rencananya,” katanya
“Jadi tidak ada alasan untuk demo. Lebih baik sekarang kita fokus ke wisatawan domestik yang sekarang sudah mulai bagus. Hotel dan restoran mulai penuh. Hanya kita jaga supaya tidak ada lonjakan lagi,” tegasnya.
Dia pun membantah bahwa pemerintah sama sekali tak menanggapi aspirasi itu karena seperti pengaturan untuk mempermudah visa dan karantina sudah diteruskan ke pemerintah pusat sesuai dengan kewenangannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kalangan pelaku pariwisata Bali berencana melakukan aksi unjuk rasa karena sampai saat ini belum ada wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali setelah pembukaan penerbangan internasional pada 14 Oktober lalu. Mereka menilai, hal itu disebabkan oleh pengaturan masuk ke Indonesia yang terlalu ketat dan masa karantina yang terlalu panjang. (kanalbali/RFH)
