Koster Tanggapi Protes WALHI Bali Soal Jalan Tol: Tugas Mereka Memang Begitu
·waktu baca 2 menit

DENPASAR, kanalbali.com - Gubernur Bali I Wayan Koster menanggapi pernyataan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali terkait proyek jalan tol Denpasar-Gilimanuk. Ia mengaku tak terlalu mempersoalkannya.
"WALHI khan memang tugasnya begitu (mengkritisi-red), tapi saya juga punya tugas membangun pusat perekonomian masyarakat," ujar Koster saat jumpa pers di Gedung Jayasabha, Denpasar pada Selasa (15/3).
Namun terkait pernyataan WALHI yang menyebut lahan yang bakal alih fungsi akibat pembangunan jalan tol mencapai 1.300 hektar, menurutnya, tidak tepat "Bahwa perlu lahan memang iya, tapi tidak sebanyak itu," terang Koster.
Menurut Koster sebagian besar lahan yang digunakan berupa areal ladang, bukan persawahan. Mengenai subak, dia bersikukuh bahwa nantinya akan dibuatkan saluran-saluran air sehingga pasokan air bagi persawahan warga tidak terganggu.
"Sebagian besar itu lahan ladang bukan sawah, nanti dibuatkan saluran khusus Subak. Sudah diperhitungkan semua itu," ucap Koster.
WALHI dalam pernyataan sebelumnya merinci, jalan tol sepanjang 96,21 Km yang melintasi tiga Kabupaten tersebut merupakan proyek yang berdampak luas.
Proyek itu akan menerabas 488,13 hektar area perkebunan, 75,14 hektar kawasan hutan lindung Bali Barat, 20,36 hektar Taman Nasional Bali Barat dan menerabas sungai seluas 22,7 hektar. Proyek yang sama juga akan menerabas pemukiman seluas 20 hektar serta kebun milik Pemprov Bali seluas 49,6 hektar. (KanalBali/ROB)
