Konten Media Partner

Lewat Single 'Tokxic', Rapper Muda Bali Soroti Fenomena Kecanduan Tiktok

Kanal Baliverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rapper muda Bali Dion Devano - WIB
zoom-in-whitePerbesar
Rapper muda Bali Dion Devano - WIB

DENPASAR, kanalbali.com - Maraknya konten aplikasi Tiktok tak luput menjadi inspirasi Rapper muda asal Bali, Dion Devano untuk menciptakan karya. Konten TikTok yang tumpah ruah dan bermacam jenis ia soroti hingga menjadi single berjudul 'Tokxic'.

Tokxic merupakan sudut pandang kritis atas beragamnya konten unfaedah di Tiktok. Devano mengekspresikan gagasannya dengan balutan musik rap yang kental juga alunan gamelan serta suara sinden tradisional Bali. Ia nampak menunjukan kepiawaianya bernyanyi rap dengan lirik yang menggelitik.

embed from external kumparan

"Tiktok memiliki banyak konten bermanfaat yang berbeda-beda. Tapi, Tiktok juga memiliki pengaruh buruk jika digunakan secara berlebihan," ungkapnya dalam jumpa pers perilisan single Tokxic di Denpasar, Kamis (29/12).

Rapper muda Dion Devano bersama produser Octav Sisilia (kiri) dan videomaker Erick EST (kanan)

Devano bercerita, konten di TikTok pernah membuatnya tak habis pikir. "Saya pernah nonton ada kakek-kakek sama nenek-nenek disuruh live di Tiktok sambil bilang Makasi-makasi ke penonton yang memberikan gift dan mohon maaf kakek ini kondisinya ya tidak sempurnalah atau normal karena memiliki penyakit kronis," ungkapnya.

Ternyata hal konten itu dimanfaatkan dan oleh sang anak pemilik akun tersebut untuk mendapatkan uang untuk membeli motor, bukanya mengobati orang sakit di Konten itu. Tak hanya itu, kontroversi dukun Gus Samsudin dengan Pesulap Merah makin membuatnya jengah.

"Pada intinya sih ya hal-hal yang saya kurang setuju dan tidak manusiawilah yang dipertontonkan di-live-nya sehingga membuat saya tergerak untuk membuat single ini," imbuhnya.

Di tahun 2022, Indonesia sebagai menjadi pangsa TikTok terbesar kedua di dunia dengan angka 92,1 juta pengguna. Barangkali ini merupakan ironi, dimana aplikasi dapat diakses oleh semua kalangan dengan jutaan konten yang tersedia.

"Masalah lain yang timbul adalah maraknya cyber bullying pada anak di bawah umur tentu ini dapat mengganggu kesehatan mental dan psikologis anak," ungkap Devano.

Stres berlebih, rasa takut yang berlebihan, hingga rasa gelisah yang tak kunjung hilang, seolah menjadi bahaya laten akibat beragamnya konten dalam aplikasi ini.

Dalam penggarapan single ini, Devano melibatkan Oktav Sisilia untuk urusan arasemen musik dan Erick Est sebagai produser video klip. Mereka telah mulai menggarap single ini sejak September lalu.

Dalam peluncuran single Tokxic yang digawangi Estmusix, Jumat, 30 Desember esok, Dion Devano akan ditemani oleh sederet artis lain, yakni Benny Sugiharto, DekWik GOLDVOICE, DJ Anjas, dan beberapa penampil lainnya. (Kanalbali/WIB)