Konten Media Partner

Liburan ke Bali, Wisman Bisa Pilih Karantina Biasa atau Bubble

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelayanan wisman dengan standar protokol kesehatan di salah-satu hotel di Sanur, Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Pelayanan wisman dengan standar protokol kesehatan di salah-satu hotel di Sanur, Bali - IST

DENPASAR, kanalbali.com - Jenis karantina di Bali dibedakan antara karantina biasa (dalam kamar) atau karantina bubble. Wisawatan Mancanegara (wisman) bisa memilih sesuai dengan bugdet mereka.

Hal itu dijelaskan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana kepada wartawan, Senin (21/2/2022).

"Hotel bubble adalah hotel karantina yang mengizinkan wisatawan untuk beraktivitas di luar kamar tetapi masih dalam kawasan hotel karantina. Jadi, wisman bisa berenang, berolahraga dan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan," kata tokoh yang akrab disapa itu Cok Ace.

embed from external kumparan

Untuk karantina biasa alia non bubble, wisman hanya boleh menghabiskan waktu karantina di kamar saja. "Saat ini, Bali memiliki 65 hotel karantina dan 27 diantaranya adalah hotel karantina dengan sistem bubble," ujarnya.

Perbedaan model karantina itu berpengaruh pada tarif hotel. Namun, pihaknya belum bisa memastikan berapa kisaran tarifnya.

"Tarifnya pasti beda kalau yang bubble keleluasan wisatawan lebih banyak dia bisa memakai fasilitas hotel, dia bisa berenang, dan gym dan tentu hotel lebih banyak memberikan pelayanan," ujarnya.

"Kalau yang non bubble, di kamar saja dan lebih murah jadinya," jelasnya. Mengenai kepastian harga, menurutnya, tergantung pengusaha.

"Mereka khan punya trik sendiri-sendiri dan persaingan antara industri tidak bisa kita bendung," ujarnya menanggapi perbedaan harga antar hotel karantina. (kanalbali/KAD)