Konten Media Partner

Menghitung Hari Habisnya Jalak Bali

Kanal Baliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jalak Bali (IST)
zoom-in-whitePerbesar
Jalak Bali (IST)

DENPASAR, kanalbali - Burung Jalak Bali memang dikenal sebagai maskot Provinsi Bali. Tapi, jumlahnya di habitat aslinya, di hutan Bali Barat terus berkurang. Budhy Kurniawan sebagai Kepala Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Bali mengungkapkan, jumlahnya kini hanya tersisa 5 persen.

"Itu pun bukan Jalak Bali yang biasa tapi Jalak Putih, terakhir (tinggal) 6 ekor," kata Budhy saat ditemui di Kota Denpasar, Bali.

Ia juga menjelaskan, jika Jalak Bali yang biasa, habitatnya ada di kawasan Bali bagian barat. Dulunya, Jalak Bali biasa di habitat alam aslinya ada sekitar 500 ekor. Kemudian untuk habitat asli Jalak Putih Bali berada di kawasan Bali bagian selatan seperti di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan di kawasan Ulawatu, Kabupaten Badung, Bali.

"Kalau berdasarkan informasi, contoh kalau Jalak Bali (Biasa) ada di barat itu bisa sampai 500 di habitat alamnya. Termasuk kalau Jalak Putihnya sekitar 300 (ekor) itu, habitat alami di Nusa Penida sekarang kalau ke sana kan susah," imbuhnya.

Budhy juga menjelaskan, Jalak Bali Putih bisa dikategorikan sudah langka. Karena sejak tahun 2015 sudah mengalami penurunan yang signifikan. Dari informasi masyarakat, menurutnya jumlah Jalak Bali Putih di kawasan Bali Selatan dulunya mencapai ratusan ekor.

kumparan post embed

Ia juga mengatakan, langkanya Burung Jalak Putih Bali, dikarenakan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena nilai ekonomisnya sangat tinggi dan bisa mencapai Rp 40 juta per pasang.

"Kalau kami melihat trennya (Jalak Putih) sudah sejak tahun 2015 sudah mulai menurun. Kemungkinan dimanfaatkan karena nilai ekonomisnya kan tinggi dan itu juga tidak di konservasi (atau) dibudidayakan dan di alam semakin habis," ujarnya.

"Kalau bicara pasarnya kalau Jalak Bali (Biasa) sepasang ini itu sekitar Rp 40 juta itu hasil budidaya apalagi yang liar," sambung Budhy.

Dengan semakin langka Burung Jalak Putih Bali, pihaknya sudah melakukan pengawasan monitoring dan sosialisasi kepada masyarakat dan juga mendorong upaya budidaya Jalak Putih Bali.

"Ada beberapa penangkar yang sekarang kita dorong dan mulai membudidayakan. Pentingnya, sekarang membuat kawasan ekosistem esensial di kawasan-kawasan yang menjadi habitat Jalak Putih harus dilindungi dan ditetapkan," ujar Budy.

"(Saat ini) belum ada kan ditetapkan, salah satunya itu dari sisi kebijakan. Yang kedua (mendorong) lembaga konservasi baik penangkar itu membudidayakan dan kemudian bisa di lepas liarkan kembali. Itu salah satunya yang mengembalikan populasinya," tutup Budhy. (kanalbali/KAD)