Pelarian Napi Lapas Kerobokan, Bali: Tak Terekam CCTV, Diduga Ada Bantuan Sipir
·waktu baca 2 menit

DENPASAR - Napi Lapas Kerobokan, Bali, Gede Loka Wijaya, sudah berhasil ditangkap kembali. Namun jejak pelariannya, terutama saat keluar dari Lapas, masih meninggalkan sejumlah tak-tei.
Salah-satunya, ia tak nampak sama sekali dalam rekaman CCTV. "Karena itu kita mencurigai keterlibatan petugas Lapas," kata Kadivpas Kanwilkumham Bali Suprapto, Kamis (21/10/2021).
"Kalau terpidananya mengatakan tidak ada yang membantu tapi saya curiga, mungkin membantu dari sisi lain, bisa saja informasi (dari petugas). Sekarang, masih tahap ketiga pemeriksaan petugas," ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan penuturannya, pegawai sipir yang telah diperiksa sampai saat ini tidak ada yang memberikan keterangan jika mereka membantu Loka dalam aksi pelariannya.
"Pengembangan ke arah pegawai, apakah ada pegawai yang membantu atau tidak belum tahu karena dia belum terbuka. Kita akan kembangkan terus," imbuhnya.
Ia melanjutkan, dari semua CCTV yang terpasang di areal lapas, tidak ditemukan rekaman yang memperlihatkan Loka dalam aksi pelariannya. "Satu-satunya yang kita curigai adalah tembok yang berdekatan pura itu satu-satunnya tempat yang tidak terpantau dengan CCTV, kemungkinan saja lewat situ," tambahnya.
Kedepan, pihak Lapas akan menambah pengamanan seperti CCTV dan sipir. "Ini akan kita perketat, CCTV akan kita kembangkan supaya lebih meminimalisir gangguan keamanan terutama yang melarikan diri," imbuhnya.
Loka sebelumnya juga merupakan narapidana atas kasus pencurian. Selah sekitar 8 hari dalam pengejaran, ia akhirnya diringkus polisi di kawasan Jl Nangka, Denpasar, Minggu malam (10/10).
Bedasarkan keterangannya setelah dinterogasi, pria itu mengaku, pada Sabtu (02/10) lalu ia kabur dari Lapas dengam cara melompat tembok di selah pintu darurat lapas. Karena tak ketahuan petugas penjaga, ia lalu berjalan kaki ke timur perempatan Pengubengan.
Sesampainya di sana, Loka kemudian menaiki Gojek menuju KFC Kebo Iwa, Denpasar. Di sana kemudian ia menaiki truk menuju terminal Mengwi. Rupanya, di sekitar terminal sudah ada seorang rekannya yang bersiap menjemput Loka Wijaya ke Jembrana. (Kanalbali/WIB)
