Pengamen Berbaju Adat Marak di Denpasar, Satpol PP Akui Sulit Menertibkan
·waktu baca 2 menit

DENPASAR - Keberadaan anak-anak pengamen berbaju adat marak di sejumlah lampu merah di Denpasar. Mereka mendatangi pemotor dan pengemudi mobil yang harus menunggu lampu hijau dengan menyanyikan lagu berbahasa Bali menggunakan speaker kecil yang digendongnya.
Terkait hal itu Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan saat pertama kali muncul pihaknya sudah melakukan penertiban. Namun, tindakan yang dilakukan satpol PP menuai protes keras dari sejumlah pihak.
"Saat ditertibkan ada yang protes, tiang (saya) dibully habis-habisan. Katanya (lebih baik mengamen) daripada mereka merampok," kata Sayoga, Jumat (31/12/2021).
Menurutnya para pengamen berpakaian adat ini berasal dari berbagai daerah. Mereka bekerja dalam kelompok dan berkordinasi satu sama lain.
"Dari pemeriksaan kami waktu penertiban ada yang asalnya dari Bali ada juga dari luar," kata Sayoga. Dia menjelaskan dari hasil pemeriksaan yang pernah dilakukan pihaknya, mengamen dengan pakaian adat Bali ini memang memberi penghasilan lumayan bagi para pelaku.
Dalam beroperasi mereka selalu berpindah-pindah tempat dari satu persimpangan ke persimpangan lain di Kota Denpasar. "Mereka lengkap punya sepeda motor dan sound. Mereka tidak kerja sendiri, ada kordinator yang menyiapkan soundnya," terang Suyoga.
Dalam sejumlah operasi satpol PP berhasil mengamankan sejumlah pengamen. Tapi ada juga yang berhasil lolos. Yang terjaring biasanya dikembalikan ke daerah masing-masing, ada juga yang menjalani sidang tindak pidana ringan.
Namun menurut Sayoga menjaring para pengamen berpakaian adat ini tidaklah mudah. Sebab disinyalir mereka berkelompok dan ada yang ditugaskan khusus mengawasi petugas. "Misalnya begini, pas petugas datang tiba-tiba terdengar bunyi peluit dan mereka langsung membubarkan diri," kata Sayoga.
Sayoga juga menambahkan masalah kemunculan pengamen-pengamen tersebut tidak akan hilang kalau tidak diselesaikan mulai dari hulu. "Tidak bisa hanya mengandalkan satpol PP untuk menyelesaikan masalah ini, harus dari hulu sampai hilir. Dari hulu maksudnya dari daerah mereka masing-masing harus ambil bagian menyelesaikan masalah ini," pungkas Sayoga. (KanalBali/ROB)
