Konten Media Partner

Penyakit Mulut dan Kaki Menyerang Sapi di Jatim, Pakar Unud Minta Bali Waspada

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi - Sapi terkena PMK - foto: Jatimnow
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi - Sapi terkena PMK - foto: Jatimnow

DENPASAR, kanalbali.com - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ribuan ternak di Jawa Timur menjadi perhatian serius Pakar virologi Universitas Udayana (Unud) Bali Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Mahardika. Menurutnya virus yang menyebabkan PMK penyebarannya sangat cepat karena bisa menular melalui udara.

"Mudah menular lewat angin, wajahnya bergerak mengikuti arah angin. PMK ditakuti karena kalau masuk di suatu negara mana produk peternakannya tak boleh dieksport," kata Mahardika, Selasa (11/5).

Selain lewat angin virus ini juga bisa menyebar melalui manusia. Dia mencontohkan misalnya ada dokter hewan yang mengecek hewan tertular lalu berpindah ke tempat lain. Besar kemungkinan virusnya ikut terbawa.

embed from external kumparan

Menurut Mahardika Bali cukup rentan terhadap penularan PMK karena tingginya mobilitas manusia dan barang dari Pulau Jawa ke Bali. Belum lagi lemahnya penjagaan di pintu-pintu masuk sepanjang garis pantai Pulau Bali. Dimana jukung bisa masuk melalui pelabuhan tidak resmi dan membawa daging mentah.

Pakar virologi Universitas Udayana (Unud) Bali Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Mahardika - IST

"Masalahnya adalah begitu tertular otoritas veteriner di indonesia tidak berlaku. Misalnya dicurigai ada PMK, untuk tutup wilayah harus lapor bupati dulu, lalu bupati lapor gubernur dulu dan seterusnya dan akhirnya terlambat," ucap Mahardika.

Karena itu Mahardika mengingatkan kepada peternak atau masyarakat yang menemukan adanya peliharaan yang mengalami gejala PMK untuk segera melapor. Jangan dikonsumsi apalagi dijual diam-diam. Kondisinya akan, semakin parah jika virus ini menjangkiti babi, sebab babi bisa mengeluarkan virus 1.000 kali lipat dibandingkan sapi dan domba.

"Kalau ada wabah yang dicurigai segera lapor jangan didiamkan atau dijual. Segera lapor pemerintah dan seluruh produk peternakan didiamkan, jangan dibawa ke mana-mana," ucap Mahardika. (KanalBali/ROB)