PMK Ditemukan di Bali, Pengiriman Hewan Ternak Keluar Pulau Dilockdown
·waktu baca 2 menit

DENPASAR, kanalbali.com - 63 ekor sapi dinyatakan positif tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Rinciannya, 38 kasus di Gianyar, Buleleng 21 kasus dan Karangasem sebanyak 4 kasus.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mengatakan hal itu , Sabtu (2/7). “Ada 55 ekor sapi dilakukan stamping out atau dipotong secara paksa,” kata Dr I Wayan Sunada selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.
Rinciannya, 38 ekor sapi di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, 17 ekor sapi di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, dan 4 ekor sapi di Rendang, Karangasem.
Kasus PMK diketahui pertama kali di daerah Kabupaten Gianyar, Bali, pada bulan Juni 2022. Namun sejauh ini pihaknya belum mengetahui sumber penyebab puluhan ekor sapi tersebut terjangkit PMK.
Terkait dengan temuan PMK, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, melakukan lockdown aktivitas pengiriman hewan ternak ke luar Bali.
"Kita mulai hari sudah lokcdown. Tidak boleh (pengiriman hewan ternak ke luar Bali) dan sudah ada surat dari kementerian. Kita lockdown dulu," kata Sunada.
Selain lockdown aktivitas pengiriman sapi, pihaknya juga akan melakukan lockdown hewan ternak di sekitar wilayah yang terdampak PMK agar wabah tersebut tidak menyebar ke wilayah lainnya.
Namun, di tempat lain di wilayah Bali yang masih bebas PMK, para peternak masih bisa melakukan aktivitas pengiriman hewan ternak di wilayah Bali. "Kita lockdown pergerakan ternak di situ (terdampak wabah PKM) tidak boleh dan yang di tempat-tempat lain kan masih bersih (itu boleh)," imbuhnya.
Ia juga menyatakan, untuk stok sapi di Bali terutama bagi Hari Raya Idul Adha sangat mencukupi dan tidak kekurangan dan saat ini disiapkan 6 ribu ekor untuk kebutuhan konsumsi daging sapi.
"Kita punya kuota sapi 60 ribu per tahun. Baru terserap di catur wulan pertama, kita pasang itu 20 ribu. Artinya, ternak 60 ribu dibawa keluar, 60 ribu per tahun untuk di luar Bali untuk kebutuhan di daerah sendiri lebih cukup. Yang masih sisa kuota 6 ribuan dan cukup banget," ungkapnya.
Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2022 atau sebelum ditemukan wabah PMK sudah ada 46 ribu ekor sapi dikirim ke luar Bali. Yaitu, ke Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. (kanalbali/KAD)
