Populerkan Drawing, Komunitas Tepi Barat Gelar Pameran

DENPASAR, kanalbali.com --- Komunitas Tepi Barat (TB) bersama delapan anggotanya memamerkan enam belas karya eksperimen berupa drawing dan satu instalasi di Rumah Sanur, Kamis, (1/11).
Pameran yang berlangsung hingga 8 November mendatang ini merupakan karya eksperimen yang ingin diperkenalkan lagi ke hadapan publik dengan berbagai pesan.
Semisal instalasi yang terbuat dari triplek tebal membentuk masing-masing wajah anggota komunitas, mereka menyebutnya dengan movement atau pergerakan yang mereka akui terinspirasi dari sekitar studionya yang terletak di Carik Padang, Desa Nyambu, Tabanan.
"Bentuknya sederhana dan menggambarkan sebuah pergerakan dengan berbagai ekspresi,"ucap I Gd Jaya Putra selaku penggagas acara dan amggota komunitas TB saat ditemui dilokasi pameran.
BACA JUGA : Klungkung Deklarasikan Sekolah Ramah Anak
Disisi lain, Nyoman Wijaya selaku ketua dari Komunitas TB menambahkan instalasi tersebut sebagai dukungan seniman terhadap keberadaan sawah yang berada disekitar studio Komumitas TB.
"Instalasi ini inspirasinya dari -lelakut- atau orang-orang sawah dalam bahasa Indonesianya, studio kita dikelilingi sawah dengan harapan kita bisa memberikan dukungan agar petani tetap ada,"katanya.
Tidak hanya itu, Kenak salah satu anggota yang juga perupa ini memamerkan dua buah karya yang cukup unik, lukisan berupa pemandangan gunung itu ia buat dengan memadukan cat akrelik yang kemudian di tumpuk dengan crayon sehingga menghasilkan gambar yang cukup unik.
"Tehnik ini sebenarnya sudah lama ada, namun saya disini memperkenalkannya lagi,"ucap pria berkumis ini.
Dan mereka yang berpameran adalah Nyoman Wijaya, Made Kenak Dwi Adnyana, Gede Jaya Putra, Dudik Ariawan, Tri Akta Prasetya, Made Sutarjaya, Rako Suarnata, dan Gung De Amer memilih tema iDrawing melalui berbagai pertimbangan dan judul itu pun sejatinya sebagai sajian pokok dari komunitas Tepi Barat.
Tidak hanya memamerkan karya, mereka juga mengundang masyarakat luas untuk bergabung dan mengikuti live drawing di Rumah Sanur pada hari minggu 4 november 2018 pada pukup 14.00 wita.
"Ini gratis dan kita galakkan lagi gairah menggambar. Siapapun boleh ikut dan membawa alat gambar,"tutup Nyoman Wijaya. (kanalbali/GAN)
