RS Internasional Dibangun di Sanur Bali, WNI Diharapkan Tak Perlu Berobat ke LN
·waktu baca 3 menit

DENPASAR, Kanalbali.com - Rumah Sakit Internasional kini sedang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali. Kehadiran RS yang akan mulai beroperasi pada 2024 ini diharapkan akan menjadi tujuan warga Indonesia yang selama ini berobat ke luar negeri.
“Di tahun 2019, sebanyak 2 juta orang Indonesia ke luar negeri untuk tujuan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan berkelanjutan lainnya seperti kanker dan aesthetic,” kata drg. Mira Dyah Wahyuni, MARS - Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC, Senin, (23/1/2023) yang mengawal pendirian RS ini.
"Diperkirakan Indonesia kehilangan Rp 97,6 T setahun karena pasien ini berobat ke luar negeri. Kalau tahun pertama 10-15 persen dari 2 juta itu ke rumah sakit internasional ini, maka hitungan ekonominya sudah cukup," jelasnya pada Talkshow di Sanur, Bali.
Menurut penuturannya, pembangunan rumah sakit diharapkan selesai pada akhir 2023, dan beroperasi penuh pada awal tahun 2024. Adapun rumah sakit ini berdiri di atas lahan seluas 5,0 Ha dengan luas bangunan sekitar 60.000 M2 di empat lantai yang dikelilingi oleh landscape tanaman tropis.
Pengembangan Bali International Hospital (BIH) merencanakan 250 tempat tidur rawat inap, dengan 6 pusat unggulan kelas dunia, terutama di sektor Cardiology, Oncology, Neurology, untuk manajemen penyakit kritis. Selain itu, Gastro-Hepato (Gastroenterology), Orthopaedic serta Medical check up akan menjadi spesialisasi medis yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam Rumah Sakit ini.
RS ini juga memungkinkan tenaga kesehatan warga negara Indonesia lulusan luar negeri dapat berpraktek tanpa melalui prosedur adaptasi di universitas pendidikan terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Rumah Sakit di Kawasan Ekonomi Khusus.
“Misinya juga untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi secara progresif serta masuknya obat obatan berkualitas tinggi sesuai ijin edar dapat digunakan," jelasnya
Pengembangan rumah sakit ini juga didukung dan dipandu oleh the Medical Advisory Board yang terdiri dari Guru Besar dan pakar bidang kedokteran yang berasal dari berbagai Universitas di Indonesia.
Tujuannya untuk mencapai keunggulan klinis, operasional dan bisnis, rumah sakit Bali yang baru ini akan mampu meningkatkan daya saingnya dibandingkan dengan institusi regional lainnya dan memberikan ketenangan pikiran kepada pasien masa depan.
"Pasalnya, pasien dapat meyakini bahwa penyedia layanan kesehatan mereka berkolaborasi dengan institusi dunia yang terpercaya di industri kesehatan ini," sebutnya.
Ia menjelaskan, Rumah Sakit Internasional Bali berkomitmen untuk menempatkan dan menumbuhkan reputasi Bali sebagai destinasi medical tourism terkemuka di Indonesia. Perusahaan berharap dapat terus dipercaya dan mendapatkan dukungan penuh baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat sehingga dapat mencapai tujuan bangsa yakni membawa potensi Indonesia melalui Bali.
“Pada akhirnya, rumah sakit internasional ini menjadi kebanggaan dan semakin berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah. Ini bagian dari komitmen badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk Indonesia,” kata dia. (Kanalbali/LSU)
