• 0

PUBLISHER STORY

Sanur Village Festival Kembali hadirkan Festival Layang-layang Internasional

Sanur Village Festival Kembali hadirkan Festival Layang-layang Internasional


DENPASAR, kanalbali.com --Layang-layang selalu memberikan pesona cita warna di atas langit biru Sanur di setiap perhelatan Sanur Village Festival (SVF). Layang-layang bukan hanya menjadi bagian program SVF, tapi juga identitas yang melekat dengan masyarakat Sanur. Popularitas layang-layang Sanur berkembang seiring dengan maraknya para pelanjut layang-layang tradisi, penghobi, kompetisi sampai festival yang berstandar kelas dunia.
Sukses pelaksanaan Bali International Kite Festival tahun lalu memberikan respons yang sangat bagus bagi para pelayang internasional untuk kembali hadir di kegiatan ini. Menurut Koordinator Bali International Kite Festival peserta tahun ini mengalami peningkatan.
“Ketertarikan masyarakat pelayang dunia di festival ini keran kita menempatkan muatan budaya, apalagi sekarang juga dikaitkan dengan masalah lingkungan,” kata Armika, Senin, 23 Juli 2018.
Armika yang dikenal luas sebagai salah satu master layang-layang Bali dan telah mengikuti berbagai festival layang-layang dunia, merasa bangga acara ini menjadi salah satu jagoan program Sanur Village Festival telah dijadikan agenda tahunan atau circuit event layang-layang dunia.
Ia menambahkan pada setiap hajatan festival layang-layang internasional yang diikuti banyak peserta yang mengungkapkan ingin menerbangkan layangan di festival ini. Untuk itu mereka selalu mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya untuk bisa berangkat ke Bali.
Bali International Kite Festival 2018 mengacu kepada paduan seni, aerodinamika, tradisi budaya, dilosofis, dan inovatif. Festival ini akan dilaksanakan 16-19 Agustus mendatang di Pantai Mertasari, Sanur. Sedangkan Sanur Village Festival yang memayungi acara ini berlangsung setelahnya, yakni 22-26 Agustus di Pantai Matahari Terbit, Sanur.
Kata Armika peserta internasional yang telah mengkonfirmasi hadir di antaranya dari Amerika Serikat, Afrika Selatan, Australia, Austria, Belanda, Brunei Darussalam, Kanada, China, Kolombia, Denmark, Hungaria, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Nepal, Norwegia, Pakistan, Prancis, Portugal, Rusia, Singapura, Spanyol, Srilanka, Swedia, Swiss, Taiwan, Thailand, Turki, Ukraina, Vietnam, dan Wales.
Selain layang-layang peserta mancanegara, pengunjung akan mendapat sajian karya para pelayang-layang Bali dan nasional yang memiliki ciri khas sebagai layangan tradisional Bali dan Indonesia. Layang-layang yang dimainkan anak-anak hingga orang dewasa lengkap dengan iringan musik tradisional selalu menarik perhatian peserta asing maupun wisatawan.
Tampilan layang-layang dalam Bali International Kite Festival selalu mengalami perubahan. Kerja kreatif para pelayang baik lokal, nasional maupun internasional selalu memberikan ciri khas sesuai tema besar yang diangkat Sanur Village festival. Layang-layang tradisional baik khas Sanur seperti bebean, pucukan, dan janggan tetap dipamerkan dan dikompetisikan, termasuk karya inovatif dan kontemporer.
Armika menuturkan kebersamaan para pelayang dari berbagai bangsa dalam festival ini menjadi kesan tersendiri bagi peserta, sehingga mereka ingin kembali lagi ke acara ini. Melalui Bali International Kite Festival para pelayang dunia bisa mengenal dan bersentuhan langsung dengan tradisi layang-layang Bali dan Nusantara. Rasa kebersamaan itu diharapkan bisa menjadi pesan persatuan dan perdamaian. (kanalbali/RLS)

PariwisataBaliFestival

presentation
500

Baca Lainnya