Sempat Diprotes, Satpol PP Tetap Berantas Baliho Liar Menuju Lokasi KTT G20
·waktu baca 2 menit

DENPASAR, Kanalbali.com - Satpol PP Provinsi Bali tetap akan melanjutkan pembersihan baliho dan spanduk yang terpasang dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Hotel The Apurva Kempinski.
"Selambatnya tanggal 5 November 2022. Kami pastikan tidak ada lagi baliho yang masih terpampang di jalur-jalur menuju venue G20," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, Selasa, (1/11/2022).
Pertimbangan untuk mencabut baliho dan spanduk yang terpasang di pinggir jalan, seperti tanggal berlaku sudah kadaluarsa, tidak memiliki izin, terpasang di tiang listrik, atau pohon, dan melewati pembatas jalan.
"Kami cabut semua spanduknya termasuk yang berbau politik, makanya kalau ada kesan kita mendukung siapa-siapa itu tidak ada urusan, kami profesional," imbuhnya.
Ia pun menyebut tidak ada sistem tebang pilih untuk pelepasan spanduk maupun baliho yang berada disepanjang jalan. Termasuk adanya pencopotan spanduk babi guling yang sempat viral di media sosial.
"Spanduk itu dipasang pada tiang listrik, tempat usaha babi gulingnya juga cukup jauh dari lokasi pemasangan spanduk. Jadi kami copot, dan pemilik sudah mengambil kembali spanduknya. Kami tidak ada merusak, kecuali spanduk sudah rusak sebelum kami copot," jelasnya.
Terkait jumlah spanduk maupun baliho yang telah dicabut, ia menuturkan bahwa angkanya sudah mencapai ribuan. Namun belum termasuk jumlah yang dicabut oleh Satpol PP Kabupaten/kota, dan aparat desa.
"Kami mohon dukungannya kepada masyarakat untuk kepentingan kita bersama dalam menyajikan kondisi Bali yang bersih dan lestari," tuturnya.
Sementara itu, khusus billboard besar yang tidak ada kaitannya dengan KTT G20 akan dikomunikasikan dengan pemilik billboard. Dengan harapan bisa diganti sementara untuk event internasional tersebut.
"Para pemilik billboard kan bayar dan memberi kontribusi untuk daerah. Kami harapkan dipinjami sementara oleh mereka agar bisa dipasangi billboard G20, kita sudah surati Kabupaten/kota," sebutnya.
Selain membersihkan baliho, pihaknya juga meminta para pedagang makanan kaki lima untuk tidak menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan sehingga Bali tidak terkesan kumuh saat KTT G20 tersebut. (Kanalbali/LSU)
