Surati Jokowi, Pekerja Migran Bali di Turki Minta Dipulangkan karena Sakit
·waktu baca 3 menit

DENPASAR, Kanalbali.com - Malang tidak bisa dihindari, niat hati membantu perekonomian keluarga dengan bekerja ke Turki sebagai terapis SPA. I Gusti Ayu Vira Wijayantari (23) asal Kabupaten Bangli, Bali, saat ini minta dipulangkan ke tanah air karena jatuh sakit.
Permintaan ini pun disampaikan Vira kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi)melalui selembaran surat. Dalam surat yang ditembuskan kepada wartawan di Denpasar itu, dia menyampaikan kronologi awal bisa bekerja ke luar negeri melalui jalur mandiri.
"Pada saat ini kondisi kesehatan saya semakin parah, tiap hari muntah, uang untuk biaya pengobatan sudah tidak ada. Dengan ini saya memohon kepada bapak Presiden untuk memulangkan saya ke Bali Indonesia," kata Vira dikutip dalam surat, Selasa, (16/8/2022).
Proses pelatihan kerja hingga keberangkatan dibantu oleh sebuah perusahaan di Denpasar. "Awalnya saya diajak mengikuti pelatihan SPA untuk membantu ekonomi keluarga," tuturnya.
Namun setelah 5 bulan mengikuti pelatihan, Ayah Vira meninggal dunia. Karena merasa depresi, ia tidak ingin melanjutkan proses pelatihan. Sampai akhirnya, diimingi gaji yang besar untuk membayar hutang keluarga, Vira pun menyelesaikan pelatihan sampai berangkat ke Turki pada bulan April 2021.
Sebelum menuju Turki, Vira telah menandatangani kontrak kerja dengan perjanjian mendapatkan gaji Rp 8 juta sampai Rp12 juta per bulan, dan jam kerja hanya 8 jam per hari.
Saat proses pengurusan dokumen keberangkatan, salah satunya Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN). Vira sempat ditolak oleh petugas karena pihak perusahaan tak memberinya izin menyebut nama lembaga penyalurnya.
"Kemudian pihak perusahaan membantu saya untuk mengurus KTKLN dengan menyebut saya keponakan pemilik dan dia diminta membayar Rp1 juta untuk dilancarkan KTKLN," tuturnya.
Ketika sampai di Turki, Vira bekerja di hotel Lonicera dengan bos yang bernama abdulrahman. Tapi jam kerja dan gaji tidak sesuai dengan kontrak kerja. Vira bekerja 12 jam per hari, tidak ada waktu istirahat, dan makan hanya sekali dalam sehari. Bahkan ia hanya mendapatkan libur 1 kali selama sebulan.
Adapun gaji yang disebutkan dalam kontrak kerja senilai 7,155 lira yang pada saat itu harga liranya 1 lira atau senilai Rp1,700, sehingga perkiraan total gaji sekitar Rp12 juta. Namun kenyataanya Vira mendapatkan gaji 300 dollar atau Rp4,2 juta pada bulan pertama, dan bulan berikutnya 500 dollar atau Rp7,1 juta dan gajinya pun sering terlambat.
Karena sudah tidak tahan dengan pekerjaan di bos pertama, Vira pun memutuskan kabur mencari bos lainnya. Tapi malang, ia sempat mendapatkan pelecehan dari tamunya dan tidak mendapat perhatian dari atasannya. Sampai akhirnya Vira bertemu bos keempat yang dinilai memiliki empati dan peduli terhadap Vira.
Namun baru 1 bulan bekerja, tubuh Vira yang sudah melemah menunjukan gejala sakit, seperti muntah darah dan tidak dapat berjalan karena memiliki masalah di perut serta di paru paru.
"Saat ini pada tanggal 13 agustus 2022 saya belum dapat bekerja dengan sebagaimana mestinya karena jika saya melakukan pekerjaan berat perut saya akan terasa amat sakit dan saya kan sesak nafas," jelasnya.
Sebelumnya Vira sempat pergi berobat pada tanggal 25 Juli 2022, dan karena uang yang kurang, beberapa temannya di Turki melakukan patungan agar ia dapat bertobat dan menebus obat. Adapun untuk makan sehari hari teman-temannya memberikan bahan lauk dan bos yang terakhir memberikan beras dan minyak.
Karena kondisinya sudah tidak memungkinkan Vira untuk bekerja kembali, ia pun memohon bantuan kepada semua pihak agar bisa membantunya kembali ke Tanah Air. (Kanalbali/LSU)
